Rekomendasi Investasi Crypto September-Oktober 2025 Ini: Saham Terkait Bitcoin Jadi Sorotan
Kami percaya pada transparansi penuh dengan pembaca kami. Beberapa konten di situs kami mengandung tautan afiliasi, dan kami mungkin menerima komisi melalui kemitraan ini. Namun, potensi kompensasi ini tidak pernah memengaruhi analisis, opini, atau ulasan kami. Semua konten editorial kami dibuat secara independen dari kemitraan pemasaran, dan penilaian kami sepenuhnya didasarkan pada kriteria evaluasi yang telah ditetapkan. Baca Selengkapnya!

Bitcoin saat ini bertahan di level $116.000 (sekitar Rp1,905 miliar). Di tengah tren ini, saham perusahaan yang terhubung dengan ekosistem crypto mulai menarik perhatian para investor. Beberapa peluang menarik muncul di bulan September, terutama dari saham perusahaan yang fokus pada Bitcoin dan satu proyek Layer-2 BTC bernama Bitcoin Hyper (HYPER).
Langkah investasi melalui saham perusahaan yang memiliki keterkaitan kuat dengan Bitcoin menawarkan pendekatan alternatif selain membeli crypto secara langsung. Strategi ini kian populer di tengah pasar yang masih berada dalam fase bullish, seiring meningkatnya adopsi Bitcoin oleh perusahaan global.
Dari berbagai opsi yang tersedia, dua saham crypto dan satu proyek Layer-2 BTC dinilai memiliki potensi return yang bisa melebihi investasi langsung ke Bitcoin itu sendiri.
Saham Crypto Potensial #1: MicroStrategy (MSTR)
MicroStrategy (kode saham: MSTR) tercatat telah memiliki sebanyak 63.846 BTC per 8 September 2025. Rata-rata harga akuisisi mereka mencapai $66.384,56 (Rp1,090 miliar) per BTC, dengan total nilai akumulasi sebesar $3,3139 miliar (sekitar Rp544,42 triliun).

Perusahaan ini telah menjelma menjadi institusi dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia, dan kini dianggap sebagai kendaraan investasi tidak langsung bagi mereka yang ingin memperoleh eksposur terhadap BTC.
Pada Juni lalu, mereka menambah kepemilikan sebesar 10.100 BTC dengan total pembelian mencapai $1,05 miliar (sekitar Rp172,41 triliun). Harga rata-rata pembelian saat itu berada di angka $104.080 (Rp1,710 miliar) per BTC. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengadopsi Bitcoin sebagai bagian dari strategi treasury mereka.
Sejak memulai strategi berbasis Bitcoin pada tahun 2020, saham MSTR sudah mencatat kenaikan harga lebih dari 3.000%, jauh melampaui performa Bitcoin itu sendiri.
Proyeksi internal MicroStrategy memperkirakan harga Bitcoin akan menyentuh $150.000 (Rp2,463 miliar) di akhir 2025. Jika skenario ini terwujud, mereka menargetkan bisa membukukan pendapatan operasional sebesar $34 miliar (Rp5.579 triliun), laba bersih $24 miliar (Rp3.938 triliun), serta laba per saham sebesar $80 (Rp1,313 juta).
Target lainnya yang telah direvisi naik mencakup return BTC tahunan hingga 25%, serta target keuntungan berbasis USD dari portofolio BTC hingga $15 miliar (Rp2.463 triliun) sebelum akhir tahun ini.
Saham Crypto Potensial #2: Marathon Holdings (MARA)
Marathon Digital Holdings (kode saham: MARA) merupakan perusahaan tambang Bitcoin terbuka terbesar di dunia. Hingga akhir kuartal pertama tahun 2025, perusahaan ini telah mengumpulkan sebanyak 47.531 BTC.

Peran mereka di ekosistem crypto cukup unik karena menyediakan eksposur langsung terhadap investasi Bitcoin melalui aktivitas mining yang mereka jalankan secara mandiri.
Lebih dari 50% kapasitas komputasi mereka sebesar 17 gigawatt dimiliki dan dioperasikan secara internal. Pendekatan vertikal ini memungkinkan Marathon untuk memangkas risiko operasional sekaligus mengefisienkan biaya produksi.
Melalui kepemilikan infrastruktur sendiri, perusahaan juga memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalam pengelolaan energi dan strategi operasional.
Namun, sektor penambangan Bitcoin tengah menghadapi tantangan yang tidak ringan. Tingkat kesulitan mining telah mencapai rekor baru di angka 126,98 triliun, dengan hashrate rata-rata 14 hari berada di 913,54 exahash per detik.
Imbasnya, estimasi biaya produksi untuk setiap BTC di kuartal pertama tahun ini diperkirakan melonjak dari $64.000 (Rp1,051 miliar) menjadi lebih dari $70.000 (Rp1,149 miliar) per BTC.
Bitcoin Hyper (HYPER): Proyek BTC Layer-2 yang Melesat Lewat Presale
Di luar saham perusahaan crypto, banyak investor kini melirik pendekatan berbeda, yaitu lewat proyek crypto bertema BTC Layer-2. Salah satu yang paling menonjol adalah Bitcoin Hyper (HYPER).

Proyek ini tengah menggelar presale yang telah berhasil mengumpulkan dana lebih dari $15,9 juta (sekitar Rp260 miliar). Dengan ekspektasi tinggi dari investor global, HYPER dinilai sebagai proyek Layer-2 BTC paling menjanjikan di tahun 2025.
Menurut whitepaper resmi, Bitcoin Hyper menggunakan Solana Virtual Machine (SVM) untuk menghadirkan transaksi cepat dan biaya sangat rendah. Pendekatan ini diharapkan dapat menjawab keterbatasan jaringan Bitcoin seperti lambatnya proses dan tingginya biaya gas.
Jumlah total pasokan token HYPER ditetapkan sebesar 21 miliar token, dengan harga presale dimulai dari $0.012915 (Rp190-an) dan secara bertahap akan naik hingga $0.012975 (Rp213) di akhir fase.
Cara pembelian token ini terbilang mudah. Investor dapat membelinya menggunakan ETH, USDT, BNB, maupun kartu kredit. Sistemnya telah dirancang untuk dapat diakses oleh investor pemula sekalipun.
Menariknya, peserta presale akan mendapatkan reward staking dengan estimasi APY sebesar 71%, yang akan didistribusikan secara bertahap selama dua tahun setelah token generation event (TGE).
Sebagai proyek yang sedang naik daun, HYPER dinilai mampu menyelesaikan permasalahan lama pada jaringan Bitcoin, terutama dalam hal efisiensi dan skalabilitas.
Tim pengembang merencanakan peluncuran mainnet pada kuartal 3 atau 4 tahun 2025. Setelahnya, proyek ini ditargetkan untuk listing di beberapa centralized exchange besar. Beli presale Bitcoin Hyper sekarang juga!
Jangan Lewatkan Potensi 100x: Bitcoin Hyper Bukan Sekadar Proyek Layer-2 Biasa!
Jika Anda tertarik dengan saham seperti MicroStrategy atau Marathon yang bertaruh besar pada Bitcoin, maka saatnya melihat lebih dalam pada proyek baru yang sedang hype: Bitcoin Hyper. Dengan basis teknologi Solana Virtual Machine dan reward staking hingga 71% APY, proyek ini menawarkan potensi pertumbuhan luar biasa bagi investor awal. Banyak analis menilai bahwa Layer-2 seperti HYPER bisa menyaingi return dari saham crypto besar. Cari tahu bagaimana cara mendapatkan tokennya dalam fase presale terbatas sekarang juga! Cek langkah-langkahnya di halaman Cara Beli Bitcoin Hyper sebelum harga naik ke tahap selanjutnya. Jangan tunggu sampai proyek ini diluncurkan dan harganya melambung tinggi.
Apakah Bitcoin Hyper Bisa Kalahkan Return MicroStrategy?
MicroStrategy sudah membukukan keuntungan 3.000% sejak mulai akumulasi Bitcoin. Tapi, bagaimana jika proyek Layer-2 seperti Bitcoin Hyper bisa menawarkan return lebih besar hanya dalam waktu beberapa bulan? Dengan sistem presale yang transparan dan dukungan teknologi ultra-cepat, HYPER menarik minat investor yang sebelumnya hanya bermain di saham crypto. Inilah saatnya diversifikasi dengan aset berisiko tinggi namun berpotensi tinggi. Pelajari skenario harga dan proyeksi valuasinya dalam artikel Prediksi Harga Bitcoin Hyper yang sedang naik daun. Jangan lewatkan momentum ini!
Banyak yang Bertanya: Legit atau Hanya Scam? Ini Faktanya!
Popularitas Bitcoin Hyper melonjak pesat. Tapi, dengan hype yang begitu besar, wajar jika banyak yang bertanya: apakah proyek ini benar-benar sah? Berita baiknya, semua data presale transparan, sistem staking on-chain, dan roadmap yang jelas telah tersedia publik. Ditambah lagi, sudah lebih dari $15 juta dana berhasil dikumpulkan dari investor global. Bagi Anda yang ingin memahami sisi legalitas dan potensi risiko proyek ini, langsung baca ulasan lengkapnya di Apakah Bitcoin Hyper Legit atau Scam. Pastikan Anda membuat keputusan cerdas sebelum ikut presale!
Catatan Akhir: Strategi Diversifikasi yang Cerdas dengan Bitcoin Hyper
Tren bullish Bitcoin yang bertahan di atas $116.000 mendorong investor mencari instrumen turunan yang bisa menawarkan leverage lebih tinggi. Saham seperti MicroStrategy dan Marathon Holdings kini dilihat sebagai kendaraan eksposur alternatif terhadap BTC dengan kinerja historis yang sangat impresif. Keduanya telah membuktikan bahwa akumulasi Bitcoin bukan hanya strategi spekulatif, melainkan strategi pertumbuhan institusional jangka panjang. Namun, nilai saham yang sudah tinggi membuat entry point saat ini kurang optimal bagi investor ritel baru.
Di sisi lain, proyek Layer-2 seperti Bitcoin Hyper (HYPER) hadir dengan proposisi nilai yang belum sepenuhnya dihargai pasar. Dengan presale yang masih berlangsung dan harga token yang masih di bawah $0.013, peluang upside-nya jauh lebih besar. Teknologi SVM memungkinkan throughput tinggi dan biaya transaksi nyaris nol, mengatasi kelemahan utama jaringan Bitcoin. Inilah yang menjadikan HYPER sebagai alternatif eksposur BTC yang jauh lebih efisien dan berpotensi eksponensial.

Presale HYPER telah menarik lebih dari $15,9 juta dana global hanya dalam beberapa pekan, membuktikan tingginya minat komunitas terhadap potensi token ini. Insentif staking 71% APY menjadikannya bukan hanya aset spekulatif, melainkan instrumen yield-bearing yang strategis. Dengan 21 miliar total pasokan dan roadmap mainnet peluncuran Q3–Q4 2025, potensi apresiasi harga masih terbuka lebar. Bahkan, sebelum listing di exchange besar, investor awal sudah memiliki peluang mengunci harga termurah dan reward terbesar.
Jika dibandingkan secara ROI potensial, HYPER bisa mengungguli saham-saham BTC seperti MSTR dan MARA dalam waktu lebih singkat. Di tengah pasar yang mulai mengarah pada eksplorasi Layer-2, proyek dengan narasi kuat seperti Bitcoin Hyper akan menjadi pusat perhatian. Terlebih lagi, akses beli yang mudah (ETH, USDT, BNB, kartu kredit) menjadikannya ramah bagi investor pemula sekalipun. Faktor ini memperkuat argumen bahwa presale ini bukan sekadar hype, melainkan peluang nyata dalam market cycle saat ini.
Bagi Anda yang belum mengambil posisi di saham BTC atau bahkan belum masuk ke crypto sama sekali, presale Bitcoin Hyper adalah titik masuk yang ideal di September ini. Momentum makro sangat mendukung: harga BTC tinggi, ekspektasi market naik, dan proyek Layer-2 jadi narasi utama. Semakin cepat Anda berpartisipasi, semakin besar reward yang bisa diamankan sebelum harga token naik ke fase berikutnya. Jangan tunggu sampai FOMO memuncak dan kesempatan emas ini menjadi berita lama — waktu terbaik untuk ikut presale HYPER adalah sekarang. Beli presale Bitcoin Hyper sekarang juga!
Join Grup Telegram Resmi CryptoNews ID dan Dapatkan Akses Awal Info Presale!
Sedang mempertimbangkan investasi crypto baru bulan ini? Jangan ketinggalan diskusi dan insight eksklusif dari investor berpengalaman hanya di komunitas resmi kami! Gabung sekarang di grup Crypto News Indonesia melalui Telegram dan dapatkan info presale lebih cepat dari yang lain. Di sana, Anda juga bisa bertanya langsung seputar peluang Bitcoin Hyper dan strategi akumulasi terbaik. Link-nya ada di sini. Komunitas kami aktif 24/7 dan sering membagikan update harga, roadmap, dan reward staking terbaru!
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Cryptonews. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Cryptonews tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.