Prediksi Harga Bitcoin: BTC Dapat Mengikuti Tren Naik Emas dan Perak
Kami percaya pada transparansi penuh dengan pembaca kami. Beberapa konten di situs kami mengandung tautan afiliasi, dan kami mungkin menerima komisi melalui kemitraan ini. Namun, potensi kompensasi ini tidak pernah memengaruhi analisis, opini, atau ulasan kami. Semua konten editorial kami dibuat secara independen dari kemitraan pemasaran, dan penilaian kami sepenuhnya didasarkan pada kriteria evaluasi yang telah ditetapkan. Baca Selengkapnya!

Prediksi harga Bitcoin kembali menjadi perbincangan hangat setelah harga emas dan perak mencetak harga tertinggi baru (ATH). Banyak analis menilai konsolidasi aset digital saat ini hanyalah jeda sebelum siklus bullish baru dimulai. Secara historis, aliran likuiditas biasanya mengalir ke aset tradisional terlebih dahulu sebelum akhirnya berotasi ke pasar kripto yang lebih spekulatif.
Momentum ini memicu minat besar pada proyek inovatif seperti Bitcoin Hyper, solusi Layer-2 yang sukses meraup $30 juta dalam fase presale. Di tengah pasar yang bergerak menyamping, kombinasi antara kebijakan suku bunga dan struktur pasar yang lebih kuat memberikan sinyal bahwa lonjakan besar mungkin sudah di depan mata.
Emas dan Perak Meroket, Giliran Bitcoin Berikutnya?
Pasar keuangan saat ini sedang menyaksikan fenomena menarik di mana emas dan perak melesat ke level tertinggi sepanjang sejarah. Emas menyentuh angka $4.550,2 per ons, disusul perak yang menembus $83,75.
Situasi ini memicu diskusi hangat mengenai prediksi harga Bitcoin, mengingat aset digital biasanya memiliki korelasi yang unik dengan logam mulia saat likuiditas global meningkat akibat pemotongan suku bunga.
Secara historis, ketika aset tradisional mencapai puncaknya, para investor cenderung memindahkan modal mereka ke aset yang lebih berisiko namun berpotensi tinggi.
Fase konsolidasi yang dialami Bitcoin saat ini justru dianggap sebagai sinyal awal dari siklus kenaikan baru, bukan sebuah akhir. Pola rotasi modal ini sering kali menjadi bahan bakar bagi pasar kripto untuk mengejar ketertinggalan dan mencetak rekor baru.
Antusiasme pasar juga tercermin pada proyek-proyek baru seperti Bitcoin Hyper. Sebagai solusi Layer-2, proyek ini berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa dengan menggalang dana sebesar $30 juta (sekitar Rp500 miliar) dalam waktu singkat di fase presale.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa meski harga aset utama masih bergerak menyamping, minat investor terhadap inovasi di dalam ekosistem Bitcoin tetap sangat kuat, memperkuat optimisme akan datangnya momentum bullish.
Menatap Tenang Sebelum Badai: Analisis Siklus Bitcoin 2026
Banyak investor merasa bingung melihat pergerakan Bitcoin yang stagnan di saat emas dan perak melonjak tajam. Namun, analis kripto ternama Bull Theory menyebutkan bahwa prediksi harga Bitcoin saat ini sedang berada dalam fase “tenang sebelum badai”.
Kondisi sideways atau menyamping ini bukan tanda pelemahan, melainkan pengulangan sejarah yang pernah terjadi pasca-crash Maret 2020. Kala itu, logam mulia naik lebih dulu sebelum akhirnya modal berotasi besar-besaran ke mata uang kripto yang memicu reli eksplosif.
Perbedaan besar pada siklus kali ini terletak pada fundamental yang jauh lebih matang. Jika reli sebelumnya hanya didorong oleh likuiditas semata, kini Bitcoin didukung oleh regulasi yang lebih jelas, akses ETF yang meluas, serta partisipasi institusi yang masif.
Dengan adanya ekspektasi pemotongan suku bunga dalam waktu dekat, jeda harga saat ini kemungkinan besar merupakan persiapan untuk tren kenaikan yang lebih kuat, bukan awal dari penurunan pasar.
Prediksi Harga Bitcoin: BTC Berada Di Ambang Pembalikan Arah?
Meski sempat mengalami penurunan konsisten sejak rekor tertingginya pada Oktober lalu, prediksi harga Bitcoin kini menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Saat ini, BTC diperdagangkan sekitar 30% di bawah puncak tertingginya, namun analisis teknikal mengindikasikan bahwa fase bearish mungkin sudah mencapai titik jenuh. Kondisi pasar yang bergerak menyamping dalam dua minggu terakhir merupakan bentuk koreksi waktu yang sering kali mendahului lonjakan besar.

Bitcoin kini terjebak dalam rentang sempit antara $86.400 hingga $90.000. Jika mampu menembus level resistance tersebut secara meyakinkan, pasar kripto diprediksi akan memasuki reli bullish baru dengan target jangka pendek di angka $95.000 hingga $100.000. Bahkan, target pembalikan jangka menengah diproyeksikan bisa menyentuh $110.000.
Namun, investor tetap perlu waspada terhadap level support di kisaran $86.000. Jika level ini gagal dipertahankan, ada risiko harga merosot ke titik terendah bulanan baru di sekitar $84.000 atau bahkan $80.000.
Ketidakpastian pada cryptocurrency terbaik dengan market cap besar inilah yang akhirnya mendorong banyak investor mulai melirik token berkapitalisasi rendah (low-cap) yang menawarkan potensi pertumbuhan lebih tinggi di tengah volatilitas pasar.
Bitcoin Hyper Raup $30 Juta dalam Presale: Alternatif Terbaik Saat BTC Stagnan
Di tengah kondisi harga Bitcoin yang masih bergerak mendatar, proyek Layer-2 terbaru bernama Bitcoin Hyper (HYPER) justru mencatatkan prestasi gemilang dengan menembus angka $30 juta (sekitar Rp500 miliar) dalam fase presale.
Pencapaian ini menjadikannya sebagai salah ICO crypto terbaik tahun ini karena meraih angka tersebut dalam waktu singkat, sekaligus menjadi bukti kuatnya kepercayaan investor terhadap ekosistem baru ini.

Alih-alih bersaing, Bitcoin Hyper hadir untuk memperkuat ekosistem utama Bitcoin dengan menawarkan transaksi yang jauh lebih cepat dan murah. Dengan memanfaatkan teknologi Solana Virtual Machine (SVM), jaringan ini mampu menghadirkan performa tinggi untuk aktivitas berbasis Bitcoin tanpa mengorbankan keamanan aset aslinya.
Struktur ekonominya pun cukup menggiurkan bagi para pemegang token awal. Dengan imbalan staking tetap hingga 39% dan model harga yang naik secara bertahap di setiap fase, HYPER dirancang untuk menjaga momentum jangka panjang.
Saat ini, satu token HYPER dibanderol seharga $0,013515. Mengingat kenaikan harga berikutnya dijadwalkan besok, para investor hanya memiliki jendela waktu yang sempit untuk mengamankan token di harga rendah ini.
Pelajari langkah-langkah untuk membeli HYPER dengan membaca cara beli Bitcoin Hyper. Dapatkan juga gambaran lebih luas mengenai potensi jangka panjang proyek ini dengan membaca prediksi harga Bitcoin Hyper.
Beli Bitcoin Hyper di SiniDisclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Cryptonews. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Cryptonews tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.