Prediksi Harga Bitcoin: Pola Triangle Mengencang di $87 Ribu, Apakah Breakout ke $95 Ribu Akan Terjadi?
Kami percaya pada transparansi penuh dengan pembaca kami. Beberapa konten di situs kami mengandung tautan afiliasi, dan kami mungkin menerima komisi melalui kemitraan ini. Namun, potensi kompensasi ini tidak pernah memengaruhi analisis, opini, atau ulasan kami. Semua konten editorial kami dibuat secara independen dari kemitraan pemasaran, dan penilaian kami sepenuhnya didasarkan pada kriteria evaluasi yang telah ditetapkan. Baca Selengkapnya!
Harga Bitcoin saat ini berada di kisaran $87.138 atau sekitar Rp1,46 miliar, turun tipis sebesar 0,86% dalam 24 jam terakhir. Meskipun pergerakan harga melambat, aktivitas perdagangan tetap tinggi dengan volume 24 jam mencapai $47,2 miliar atau sekitar Rp791 triliun. Situasi ini menunjukkan bahwa minat pasar terhadap Bitcoin masih tetap kuat, bahkan ketika harga bergerak dalam rentang yang semakin sempit.
Kapitalisasi pasar BTC saat ini mencapai $1,74 triliun atau sekitar Rp29.118 triliun, dengan suplai beredar mendekati 19,96 juta BTC. Jumlah ini memperkuat narasi kelangkaan jangka panjang Bitcoin sebagai aset crypto utama. Banyak pelaku pasar memandang fase konsolidasi ini bukan sebagai tanda pelemahan, melainkan sebagai momen jeda sebelum potensi breakout selanjutnya.
Struktur Symmetrical Triangle Mengindikasikan Titik Keputusan
Pada grafik 2 jam, pergerakan harga Bitcoin saat ini mencerminkan pola symmetrical triangle yang cukup klasik. Pola ini kerap muncul menjelang pergerakan besar ke salah satu arah. Saat ini, BTC terlihat mempertahankan garis tren naik yang membentuk batas bawah triangle.
Area pivot di kisaran $86.700 hingga $87.000 atau sekitar Rp1,45 miliar menjadi zona support teknikal yang menjaga harga dari koreksi lebih dalam. Selama harga tetap mencetak higher low, tren naik jangka menengah masih berada dalam jalurnya.

Indikator moving average 50-EMA dan 100-EMA yang terkonsolidasi di rentang $87.800 hingga $88.000 memperkuat argumen ini. Harga belum menutup candle di bawah dua rata-rata tersebut, yang berarti tekanan jual belum cukup dominan untuk membalikkan tren.
Beberapa formasi candle terbaru seperti spinning tops dan doji dengan ekor bawah panjang mengindikasikan aksi beli saat harga turun. Pola ini mencerminkan minat beli yang konsisten, bukan tekanan panic selling.
Momentum pasar tetap dalam jalur konsolidasi tanpa memasuki zona bearish. RSI saat ini bergerak turun ke level 50-an setelah sempat berada di titik yang lebih tinggi. Penurunan ini bersifat netral dan menunjukkan bahwa pasar sedang mendingin sebelum potensi pergerakan baru.
Belum terlihat adanya divergensi bearish yang signifikan. Volatilitas juga terus mengecil, sebuah karakteristik khas dari pola triangle yang semakin matang. Jika harga mampu menembus resistance triangle di $90.200 atau sekitar Rp1,51 miliar, target kenaikan selanjutnya berada di $92.200 atau Rp1,54 miliar, dengan potensi lanjutan menuju $94.500 hingga $95.000 atau sekitar Rp1,58 miliar.
Sebaliknya, jika harga turun dan menembus $86.500 atau sekitar Rp1,44 miliar, maka support berikutnya berada di kisaran $85.200 atau Rp1,42 miliar. Meskipun demikian, struktur saat ini masih lebih condong ke arah akumulasi daripada distribusi, sehingga skenario penurunan besar belum menjadi bias utama.
Level-Level Penting yang Perlu Dipantau Trader
Sejumlah titik teknikal penting kini membentuk ekspektasi jangka pendek terhadap pergerakan harga BTC. Zona support tetap berada di antara $86.700 dan $87.000, sementara resistance kuat terletak di $90.200. Jika harga berhasil menembus dan bertahan di atas resistance ini, potensi pergerakan menuju $95.000 terbuka cukup lebar.
Pola triangle yang mengencang juga menyiratkan bahwa investor kini mengadopsi strategi menunggu. Banyak trader memilih untuk masuk setelah breakout terkonfirmasi, dibanding berspekulasi terlalu awal. Selama struktur triangle masih terjaga, risiko downside tetap terkendali.
Secara keseluruhan, dinamika saat ini mengindikasikan bahwa Bitcoin tengah mengalami fase akumulasi. Ini menjadi sinyal positif bahwa pasar sedang bersiap memasuki fase ekspansi baru dalam beberapa waktu ke depan.
PEPENODE: Proyek Meme Coin Berbasis Mine-to-Earn yang Mendekati Penutupan Presale
Sementara Bitcoin berada dalam fase akumulasi teknikal, investor ritel mulai melirik proyek alternatif yang menawarkan lebih dari sekadar spekulasi harga. Salah satu proyek yang kini mulai mendapatkan momentum kuat adalah Pepenode (PEPENODE), sebuah meme coin generasi baru yang memadukan konsep viral dengan elemen interaktif berbasis gameplay.

Dengan pendekatan unik berbasis mine-to-earn, PEPENODE menciptakan ekosistem virtual yang bisa dijelajahi oleh para pengguna sebelum tokennya resmi diluncurkan. Proyek ini tidak mengandalkan sistem hold pasif. Sebaliknya, pemilik token dapat membangun “server room” virtual menggunakan Miner Node dan fasilitas lainnya.
Aktivitas ini memungkinkan pengguna memperoleh reward simulatif secara visual melalui dasbor interaktif. Konsep seperti ini mendorong partisipasi aktif dan menumbuhkan keterlibatan komunitas sebelum token mulai diperdagangkan di pasar terbuka.
Presale crypto ini telah berhasil mengumpulkan dana sebesar $2,4 juta atau sekitar Rp40,1 miliar. Harga token saat ini ditetapkan di $0.0012161. Struktur harga tetap menarik karena masih tersedia alokasi terbatas bagi pembeli awal. Dengan waktu yang semakin menipis, presale ini memasuki fase akhir. memberi kesempatan terakhir bagi investor awal untuk masuk sebelum listing resmi.

Fitur tambahan seperti staking selama fase presale turut memberikan insentif bagi peserta awal. Reward tambahan serta leaderboard berbasis kompetisi akan dirilis pasca peluncuran, menambah daya tarik ekosistem ini.
Jika Anda ingin mengetahui proyeksi harga ke depan, silakan kunjungi halaman prediksi harga PEPENODE. Panduan lengkap partisipasi tersedia di laman cara beli PEPENODE, yang menjelaskan langkah-langkah pembelian, integrasi wallet, serta rincian jadwal distribusi token.
Ikuti akun X (Twitter) resmi proyek dan bergabung di komunitas Telegram untuk mendapatkan update terbaru dari tim developer. Anda juga dapat mengakses whitepaper dan roadmap di situs resmi PEPENODE untuk memahami arah teknis dan pengembangan proyek ini.
Beli PEPENODE di SiniDisclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Cryptonews. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Cryptonews tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.