Mengapa Pasar Crypto Anjlok Hari Ini? – Lihat Analisisnya
Hari ini, pasar crypto kembali terperosok. Kapitalisasi pasar global anjlok 8% dalam 24 jam terakhir menjadi $2.3 triliun atau sekitar Rp 38.826 triliun. Yang lebih mencolok, 90 dari 100 koin teratas tercatat merugi. Ironisnya, volume trading justru melonjak ke $356 miliar, level tertinggi dalam beberapa bulan, tanda klasik kepanikan jual.
Banyak trader yang pernah melalui beberapa siklus bear, merasakan deja vu yang tidak menyenangkan. Tapi di balik kepanikan ini, selalu ada alasan teknis dan psikologis yang bisa kita kupas. Mari kita selami lebih dalam.
Winner & Loser – Siapa yang Terpukul Paling Keras?
Pagi hari ini, 9 dari 10 koin teratas berdasarkan kapitalisasi pasar mengalami penurunan. Yang mengerikan, 5 diantaranya mengalami kerugian dua digit, pertanda tekanan jual yang sangat luas.
Bitcoin yang merupakan cryptocurrency terbaik turun 9.1% ke level $64.744 atau sekitar Rp 1,09 miliar per koin. Ethereum (ETH) lebih parah, merosot 11% ke $1.878. Namun, mahkota sebagai yang terburuk di kategori ini jatuh ke Solana (SOL) dengan kejatuhan 14% ke $79. Dogecoin (DOGE) menyusul dengan penurunan 11.3%.
Hampir tidak ada yang selamat. Di antara 100 koin teratas, 90 di antaranya merah, dengan 41 koin mengalami penurunan dua digit. Official Trump (TRUMP) menjadi yang terpuruk dengan kerugian 21.3%. Di tengah badai, hanya sedikit yang hijau, seperti MYX Finance (MYX) yang naik 6.1%.
Kapitulasi dan Likuidasi – Dua Pendorong Utama Kejatuhan
Ini adalah inti masalahnya. Pada 5 Februari, entity-adjusted realised loss Bitcoin mencetak rekor baru di $3.2 miliar atau sekitar Rp 54 triliun. Menurut on-chain analyst Murphy, skala pengambilan kerugian ini bahkan melampaui beberapa guncangan pasar terberat sebelumnya tanda klasik kapitulasi.
Bersamaan dengan itu, likuidasi leverage memperparah kejatuhan. Hampir $770 juta (sekitar Rp 13 triliun) dalam posisi leverage dilikuidasi hanya dalam 24 jam. Dalam lingkungan likuiditas yang tipis, ini seperti memicu bom berantai: forced selling mempercepat penurunan harga, yang memicu lebih banyak likuidasi. Proses deleveraging ini menunjukkan pasar belum menyelesaikan fase pembersihannya.
Pandangan Pakar – Fase Korektif yang Jelas dan Pergeseran Sentimen
Matt Howells Barby, VP di Kraken, memberikan sudut pandang teknis yang berharga. Meski Bitcoin sempat menembus ATH 2021 di $69.000, itu tidak menutup kemungkinan penurunan jangka pendek lebih lanjut. Menurutnya, harga kini memasuki zona support utama antara $54.000 dan $69.000.
Sinyal penting lain, RSI mingguan jatuh di bawah 30 untuk pertama kalinya sejak pertengahan 2022. Secara historis, sinyal ini sering mendahului pembentukan dasar harga (bottom) dalam kurun 3-6 bulan ke depan.
Antonio Di Giacomo, Senior Market Analyst di XS.com, menambahkan analisis makro yang tajam. Penurunan Bitcoin terjadi di tengah kontraksi likuiditas global dan aksi jual luas di saham teknologi. Yang paling krusial, pasar telah mengalami pergeseran struktural dari lingkungan yang didominasi spekulasi dan leverage, menjadi fokus pada pelestarian modal (capital preservation).
Singkatnya, Bitcoin tidak lagi dianggap sebagai safe-haven asset, melainkan telah kembali sepenuhnya ke siklus aset berisiko.
Level Kritis dan Sentimen “Ketakutan Ekstrem” yang Melumpuhkan
Pada Jumat pagi, BTC sempat menyentuh low harian di $60.255 sebelum sedikit pulih. Dengan sudah terperosok jauh di bawah support psikologis $70.000, peluang untuk melanjutkan penurunan menuju $58.500 dan $56.300 terbuka lebar. Resistance utama kini bergeser ke area $77.000.

Ethereum kondisinya tak kalah suram. ETH turun 31.5% dalam seminggu dan 62% dari ATH Agustus lalu. Level $2.000 kini telah berubah dari support menjadi resistance yang kuat. Jika tekanan jual berlanjut, risiko penurunan menuju $1.700 dan bahkan $1.500 sangat nyata.
Tak heran, Indeks Fear & Greed Crypto terjun bebas ke level 5, masuk jauh ke dalam zona “extreme fear”. Ini adalah level terendah sejak CoinMarketCap mulai melacak metrik ini pada pertengahan 2023. Angka ini dengan jelas mencerminkan kepanikan dan kecemasan yang meluas di kalangan peserta pasar.
Outflow ETF yang Tak Kunjung Usai – Pukulan bagi Likuiditas
Arus keluar dana dari ETF spot AS terus menjadi duri dalam daging. Pada sesi Kamis, ETF Bitcoin mencatat outflow bersih $434.15 juta atau sekitar Rp 7,33 triliun. Yang mencengangkan, tidak ada satu pun dari 12 fund yang mengalami inflow. BlackRock, Fidelity, dan Grayscale menjadi penyumbang outflow terbesar.

Altcoin terbaik seperti Ethereum juga tak luput, dengan outflow $80.79 juta. Meski ada inflow kecil ke Grayscale Mini Trust dan Invesco, secara keseluruhan sentimen institusional tetap sangat negatif. Outflow yang berkelanjutan ini menghilangkan salah satu penopang likuiditas penting di pasar, membuat proses pembentukan dasar harga menjadi lebih sulit dan panjang.
Lalu, Apa yang Harus Dipantau ke Depan?
Kesimpulannya, penurunan tajam hari ini adalah hasil dari badai sempurna, kapitulasi pemegang lama, pembersihan leverage ekstrem, sentimen makro yang risk-off, dan keluarnya dana institusional secara masif. Pasar crypto sedang dalam proses pencarian dasar yang solid dan menyakitkan.

Sebagai trader atau investor, ada beberapa hal krusial yang perlu Anda pantau dalam beberapa hari ke depan:
- Kemampuan Bitcoin bertahan di atas atau justru jatuh di bawah level $60.000.
- Tanda-tanda pelambatan outflow atau bahkan kembalinya inflow ke ETF.
- Reaksi harga di support utama ETH sekitar $1.750-$1.700.
- Indikasi oversold ekstrem pada RSI yang bisa memantik rally teknis singkat.
Ini adalah masa-masa yang menguji mental. Seperti kata pepatah lama di trading, “The trend is your friend until it bends.” Tren saat ini jelas bearish. Pertanyaannya, apakah Anda punya disiplin dan strategi untuk menghadapi volatilitas ekstrem dan fase “ketakutan ekstrem” ini, atau justru akan terbawa emosi? Waktu yang akan menjawab.
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Cryptonews. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Cryptonews tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.