Bitcoin (BTC) diciptakan oleh sosok pseudonim Satoshi Nakamoto pada tahun 2008 sebagai cryptocurrency sukses pertama di dunia, yang menyelesaikan masalah pengeluaran ganda (double-spending) yang telah menjadi kendala pada eksperimen uang digital sebelumnya. Beroperasi secara terdesentralisasi bukti-kerja blockchain, Bitcoin memungkinkan transaksi peer-to-peer tanpa perantara, dengan kebijakan moneternya yang ditegakkan melalui konsensus kriptografis, bukan otoritas pusat.
Jaringan Bitcoin dipelihara oleh penambang yang mengamankan transaksi dan mendapatkan bitcoin yang baru dicetak, sementara ekosistem global yang terdiri dari pedagang, investor institusional, pengembang, dan bisnis terus memperluas adopsinya. Dari El Salvador status alat pembayaran yang sah hingga adopsi oleh perbendaharaan korporat oleh perusahaan seperti MicroStrategy dan Tesla, Bitcoin telah berkembang dari sebuah eksperimen kriptografi menjadi penyimpan nilai yang diakui dan lindung nilai terhadap inflasi.
Di CoinDesk, kami menyajikan berita Bitcoin terkini dan analisis mendalam yang mencakup segala hal mulai dari pergerakan harga dan adopsi institusional hingga perkembangan teknologi dan perubahan regulasi. Tim kami memantau ETF Bitcoin peluncuran, perubahan industri penambangan, pertumbuhan Lightning Network, dan perdebatan yang sedang berlangsung yang membentuk masa depan cryptocurrency.
PENGUNGKAPAN: Teks ini ditulis dengan bantuan AI, kemudian ditinjau oleh seorang manusia.
Bitcoin's price could continue to fall as the "death cross" pattern looms on its daily charts by some estimates. "All About Bitcoin" discusses BTC's possible outcomes next week and short-term signals to watch. Plus, an update on the state of crypto adoption in Rio de Janeiro, Brazil, as the city plans to invest 1% of its treasury into bitcoin.