Prediksi Harga Shiba Inu: Pasokan di Bursa Kian Menyusut dan Meningkatnya Burn Rate SHIB
Kami percaya pada transparansi penuh dengan pembaca kami. Beberapa konten di situs kami mengandung tautan afiliasi, dan kami mungkin menerima komisi melalui kemitraan ini. Namun, potensi kompensasi ini tidak pernah memengaruhi analisis, opini, atau ulasan kami. Semua konten editorial kami dibuat secara independen dari kemitraan pemasaran, dan penilaian kami sepenuhnya didasarkan pada kriteria evaluasi yang telah ditetapkan. Baca Selengkapnya!

Di tengah konsolidasi pasar, analis mulai kembali menyusun prediksi harga Shiba Inu (SHIB) seiring dengan menguatnya basis permintaan. SHIB bahkan telah menyentuh zona support jangka panjang yang secara historis mampu memicu minat beli yang besar, serupa dengan siklus pada 2021 dan 2024 lalu.
Indikator on-chain menunjukkan penurunan pasokan di bursa serta lonjakan burn rate yang signifikan. Meski sinyal teknikal belum sepenuhnya terkonfirmasi, pertumbuhan jumlah pemegang aset yang mencapai 1,54 juta alamat memberi sinyal bahwa akumulasi jangka panjang sedang terjadi di balik layar.
Sinyal Akumulasi di Tengah Tekanan Pasar Shiba Inu (SHIB)
Shiba Inu (SHIB) kini kembali menguji zona support psikologis yang secara historis menjadi titik balik bagi para “paus” untuk menyerok aset.
Di awal tahun 2026 ini, banyak investor mulai mencermati prediksi harga Shiba Inu seiring dengan munculnya pola falling wedge pada grafik teknikal, yang sering kali menjadi pendahulu dari pembalikan arah menjadi bullish. Meski pasar kripto sempat terkoreksi, stabilitas SHIB di area permintaan tahun 2021 dan 2024 menunjukkan adanya basis dukungan yang cukup solid.
Optimisme ini diperkuat oleh data on-chain yang mencatat lonjakan burn rate harian hingga lebih dari 10.000%, yang melenyapkan jutaan token dari peredaran dalam sekejap. Selain itu, Open Interest di pasar derivatif dilaporkan naik sekitar 20%, menandakan masuknya modal baru meski harga masih terkonsolidasi.
Dengan jumlah pemegang aset yang kini menembus 1,54 juta alamat, SHIB tampak sedang membangun fondasi struktural yang lebih kuat, menunggu katalis eksternal seperti perbaikan likuiditas global untuk memulai reli berikutnya.
Kelangkaan Pasokan dan Lonjakan Burn Rate SHIB
Data on-chain terbaru menunjukkan adanya pergeseran besar dalam struktur pasokan Shiba Inu. Lonjakan burn rate yang mencapai lebih dari 10.000% dalam satu hari telah menghanguskan sekitar 173 juta token, sebuah langkah agresif untuk menekan inflasi aset.
Fenomena ini diperkuat dengan penarikan besar-besaran lebih dari 200 miliar SHIB dari bursa sentral ke dompet pribadi, menyisakan cadangan di bursa hanya sekitar 14% dari total pasokan.
Kondisi ini sering kali menjadi fondasi penting dalam menyusun prediksi harga Shiba Inu, karena menipisnya stok di bursa biasanya mengurangi tekanan jual secara instan.
Menariknya, tren ini mirip dengan fase akumulasi pada Bitcoin dan Ethereum, di mana investor jangka panjang lebih memilih menyimpan aset secara mandiri (self-custody).
Di luar data pembakaran, laporan dari ekosistem Shibarium juga menunjukkan peningkatan transaksi harian yang konsisten, memperkuat spekulasi bahwa kelangkaan token ini didorong oleh utilitas nyata, bukan sekadar sentimen spekulatif sesaat.
Pertumbuhan Holder dan Tren Akumulasi Jangka Panjang
Meskipun kondisi pasar sepanjang tahun 2025 cenderung fluktuatif, basis komunitas Shiba Inu terbukti tetap solid dan terus berekspansi. Rekor on-chain mencatat adanya tambahan lebih dari 70.000 alamat baru dalam setahun terakhir, yang menggenapkan total pemegang aset menjadi sekitar 1,54 juta.
Menariknya, para investor jangka panjang secara kolektif telah menarik sekitar 60 triliun SHIB dari bursa ke dompet pribadi, mempertegas bahwa akumulasi besar-besaran sedang terjadi di luar platform perdagangan formal.
Langkah memindahkan aset ke self-custody ini sering kali dianggap sebagai sinyal positif bagi prediksi harga Shiba Inu di masa depan.
Berdasarkan data dari WhaleStats, konsentrasi kepemilikan oleh investor besar atau “paus” tetap stabil, yang menunjukkan kepercayaan bahwa harga saat ini masih berada dalam zona diskon.
Pertumbuhan jumlah holders yang konsisten ini mencerminkan sentimen optimis terhadap ekosistem SHIB secara keseluruhan, menggeser citranya dari sekadar aset spekulatif menjadi instrumen investasi dengan horison waktu yang lebih panjang.
Prediksi Harga Shiba Inu: Golden Cross di Ambang Pintu?
Secara teknikal, pergerakan Shiba Inu saat ini sedang berada dalam fase krusial yang dipantau ketat oleh para trader. Indikator EMA 50-hari masih bergerak di bawah EMA 200-hari, namun jarak di antara keduanya mulai menyempit setelah konsolidasi selama berminggu-minggu.
Jika terjadi persilangan ke atas atau yang dikenal sebagai golden cross, hal ini sering kali menjadi validasi utama bagi prediksi harga Shiba Inu untuk memulai tren bullish jangka panjang, meski biasanya sinyal ini muncul setelah fase pembentukan dasar harga yang cukup lama.

Meskipun indikator momentum pada timeframe yang lebih tinggi mulai menunjukkan perbaikan, pola grafik saat ini lebih mengarah pada stabilisasi ketimbang perubahan tren yang instan.
Data pendukung dari Relative Strength Index (RSI) menunjukkan bahwa SHIB belum memasuki wilayah overbought, memberikan ruang bagi potensi kenaikan jika volume perdagangan meningkat.
Para analis mengingatkan bahwa konfirmasi tren tetap bergantung pada kondisi likuiditas pasar kripto secara global, sehingga kesabaran dalam memantau area resistance kunci menjadi strategi yang paling bijak saat ini.
Implikasi Strategis bagi Ekosistem Masa Depan SHIB
Sinergi antara penurunan pasokan di bursa, agresivitas burn activity, dan pertumbuhan jumlah holder yang stabil menandakan adanya penyesuaian struktural yang mendalam di jaringan Shiba Inu.
Berbagai faktor ini memaksa para pelaku pasar untuk mengevaluasi ulang manajemen risiko mereka, terutama saat sektor meme crypto sedang mencari arah baru di tahun 2026.
Data pasar menunjukkan bahwa pergeseran dari sekadar aset lelucon menuju ekosistem berbasis utilitas, seperti melalui proyek Shibarium, mulai memengaruhi prediksi harga Shiba Inu secara fundamental.
Meskipun konfirmasi teknikal pada grafik harga belum sepenuhnya matang, indikator on-chain memberikan gambaran yang lebih jernih mengenai psikologi pasar di balik fluktuasi harian. Perlu diingat bahwa performa SHIB tidak berdiri sendiri; pergerakannya tetap akan sangat bergantung pada sentimen makro pasar kripto dan kondisi likuiditas global.
Dengan fundamental yang kian solid, SHIB kini dipandang lebih dewasa dalam menghadapi volatilitas dibandingkan siklus-siklus sebelumnya, memberikan ruang bagi optimisme jangka panjang bagi para pendukung setianya.
Maxi Doge (MAXI): Penantang Baru dengan Energi Trading Tinggi
Di saat Shiba Inu telah mengukuhkan posisinya sebagai aset meme yang mapan, perhatian investor kini mulai beralih ke daftar coin baru dengan potensi volatilitas lebih tinggi.
Maxi Doge (MAXI) muncul sebagai pesaing serius yang memadukan budaya meme dengan etos perdagangan leverage. Proyek ini menyasar langsung para trader ritel yang mencari narasi keuntungan lebih agresif dibandingkan koin-koin lama yang kapitalisasi pasarnya sudah jenuh.
Antusiasme pasar terlihat jelas dari kesuksesan presale MAXI yang telah mengumpulkan $4,39 juta (sekitar Rp73,4 miliar) dari target $4,72 juta.

Keberhasilan ini sering kali menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun prediksi harga Shiba Inu maupun koin meme lainnya, karena menunjukkan adanya rotasi modal ke proyek-proyek yang menawarkan utilitas perdagangan kompetitif.
Dengan strategi pemasaran yang masif dan fokus pada komunitas, $MAXI memposisikan diri sebagai pilihan spekulatif bagi mereka yang ingin mendapatkan eksposur di luar ekosistem SHIB yang kini cenderung lebih stabil.
Bagi Anda yang tertarik dengan MAXI, telusuri lebih dalam tentang proyek ini dengan membaca prediksi harga Maxi Doge. Selain itu, Anda juga dapat mengikuti panduan cara beli Maxi Doge untuk melakukan pembelian dengan aman dan cepat di situs web resminya.
Beli Maxi Doge di SiniDisclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Cryptonews. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Cryptonews tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.