Prediksi Harga Bitcoin: Harga Emas Kembali Naik, Apakah BTC akan Mengikuti?

Pengungkapan Afiliasi
Pengungkapan Afiliasi

Kami percaya pada transparansi penuh dengan pembaca kami. Beberapa konten di situs kami mengandung tautan afiliasi, dan kami mungkin menerima komisi melalui kemitraan ini. Namun, potensi kompensasi ini tidak pernah memengaruhi analisis, opini, atau ulasan kami. Semua konten editorial kami dibuat secara independen dari kemitraan pemasaran, dan penilaian kami sepenuhnya didasarkan pada kriteria evaluasi yang telah ditetapkan. Baca Selengkapnya!
Pengungkapan Afiliasi
Pengungkapan Afiliasi

Kami percaya pada transparansi penuh dengan pembaca kami. Beberapa konten di situs kami mengandung tautan afiliasi, dan kami mungkin menerima komisi melalui kemitraan ini. Namun, potensi kompensasi ini tidak pernah memengaruhi analisis, opini, atau ulasan kami. Semua konten editorial kami dibuat secara independen dari kemitraan pemasaran, dan penilaian kami sepenuhnya didasarkan pada kriteria evaluasi yang telah ditetapkan. Baca Selengkapnya!
Penulis Berita Kripto
Diperiksa Fakta oleh
Pengungkapan Afiliasi
Pengungkapan Afiliasi

Kami percaya pada transparansi penuh dengan pembaca kami. Beberapa konten di situs kami mengandung tautan afiliasi, dan kami mungkin menerima komisi melalui kemitraan ini. Namun, potensi kompensasi ini tidak pernah memengaruhi analisis, opini, atau ulasan kami. Semua konten editorial kami dibuat secara independen dari kemitraan pemasaran, dan penilaian kami sepenuhnya didasarkan pada kriteria evaluasi yang telah ditetapkan. Baca Selengkapnya!
Terakhir diperbarui: 
Disclaimers: Penting untuk diingat bahwa investasi di crypto memiliki risiko tinggi. Artikel/berita ini disediakan sebagai tambahan informasi dan bukan sebagai saran investasi. Dengan membaca artikel/berita ini, Anda menyetujui syarat dan ketentuan kami.

Emas kembali menembus rekor baru di $5.598 per ons, mendorong investor memburu aset aman di tengah tekanan makro dan tensi geopolitik yang menekan aset berisiko. Kondisi ini ikut memanaskan spekulasi dan prediksi harga Bitcoin, apakah BTC akan mengikuti tren kenaikan seperti emas?

Investor kini cenderung memilih emas dan perak karena pelemahan dolar AS membuat logam mulia makin menarik sebagai lindung nilai. Di sisi lain, performa Bitcoin yang tertinggal menggerus citranya sebagai ‘emas digital’. Di awal tahun 2025 ini BTC masih tertekan dan diperdagangkan sekitar 30% di bawah ATH, kesulitan menjaga level support saat emas terus menguat.

Apa yang Menyebabkan Emas Mencatatkan Reli?

Reli emas belakangan ini banyak ditopang oleh melemahnya dolar AS. Saat greenback turun terhadap mata uang lain, strategi ‘debasement trade’ kembali ramai: investor menghindari aset berbasis mata uang dan beralih ke aset keras seperti emas.

Tak heran, ketika indeks dolar terus merosot, harga emas justru makin sering mencetak rekor tertinggi baru (ATH).

Pelemahan dolar juga mendapat dorongan dari sinyal politik. Dalam sesi tanya jawab dengan wartawan di Iowa, Presiden Donald Trump ditanya apakah ia khawatir dengan dolar yang semakin melemah. Trump menepisnya dan bahkan menyebut kondisi itu ‘bagus’, komentar yang ikut menekan indeks dolar AS ke level terendah dalam empat tahun.

Robin Brooks dari Brookings Institution juga menilai dolar melemah menjadi ‘kayu bakar’ bagi kenaikan harga emas. Dalam waktu singkat, emas meroket menembus $5.000 hingga $5.200, seolah ada bahan bakar tambahan di pasar logam mulia.

Di luar faktor mata uang, risiko geopolitik memperkuat alasan investor mencari perlindungan. Ketidakpastian global mendorong arus dana ke aset defensif, apalagi ketika bank sentral masih aktif menambah cadangan bullion sambil mengurangi porsi obligasi pemerintah.

Ketegangan pun meningkat setelah Trump memperingatkan AS bisa mengambil aksi militer terhadap Iran. Dalam situasi mendekati konflik, emas dan logam mulia biasanya diuntungkan, sementara aset berisiko—saham hingga kripto—lebih mudah terkena aksi jual.

Dampaknya terasa juga pada sentimen dan prediksi harga Bitcoin, karena pasar cenderung menahan eksposur risiko saat ketidakpastian memuncak.

Emas Melesat, Bitcoin Makin Tertinggal di Awal 2026

Memasuki 2026. Pergerakan pasar terlihat timpang. Emas sudah naik hampir 30% sedangkan Bitcoin masih berkutat di zona merah. Dalam jangka pendek, aksi harga BTC juga cenderung bearish, sehingga banyak pelaku pasar memilih untuk bersikap defensif dan mengurangi eksposur aset berisiko.

Padahal, selama ini komunitas kripto kerap menekankan Bitcoin sebagai alternatif emas yang terdesentralisasi dan lebih modern. Namun, beberapa bulan terakhir justru terjadi divergensi yang jelas.

Saat emas berkali-kali mencetak rekor tertinggi baru, cryptocurrency terbaik itu malah membentuk pola power low—tanda tekanan jual masih mendominasi. Dari puncak tertinggi sebelumnya, kapitalisasi pasar BTC sudah menyusut lebih dari 30%, membuat narasi ‘emas digital’ terasa kurang meyakinkan di mata investor arus utama.

Data pasar (misalnya dari TradingEconomics) ikut menggambarkan pergeseran preferensi tersebut: meski pasokan Bitcoin terbatas dan adopsinya meluas dalam beberapa tahun terakhir, tingkat kepercayaan investor belum menandingi logam mulia.

Gold vs BTC - prediksi harga bitcoin
Gold vs BTC | Sumber: TradingEconomics

Faktor-faktor makro juga bermain besar. Meningkatnya tensi geopolitik, kekhawatiran devaluasi dolar, serta isu inflasi mendorong permintaan emas dan precious metals lain sebagai pelindung nilai. Sebaliknya, aset berisiko seperti saham growth dan kripto lebih mudah terkena aksi jual ketika ketidakpastian meningkat.

Dalam kondisi seperti ini, banyak analis menahan diri untuk agresif, sehingga prediksi harga Bitcoin jangka dekat cenderung hati-hati: pasar menunggu katalis kuat yang bisa membalik sentimen, bukan sekadar mengandalkan narasi kelangkaan.

Prediksi Harga Bitcoin: Apakah BTC Bakal Menyusul Emas?

Kendati akumulasi dari perusahaan treasury masih terlihat kuat dan BTC sempat menembus level psikologis $100.000, performa Bitcoin justru melemah sejak Donald Trump memenangkan Pemilu 2025.

Saat ini, reli ‘seperti emas’ tampak sulit terulang dalam waktu dekat. Harga BTC juga masih sekitar 20% di bawah puncak tahun 2024, menandakan pasar belum menemukan dorongan baru yang cukup besar untuk mendongkrak harga.

BTC USDT - prediksi harga bitcoin
Grafik Harga BTC/USDT | Sumber: TradingView

Setelah upaya merebut kembali level support $90.000 gagal, Bitcoin turun ke area $88.000. Sejak November 2025, pergerakannya cenderung berada dalam sebuah channel, dengan garis tren bawah sebagai tumpuan.

Namun, harga juga berulang kali mentok di rentang $85.000-$98.000, membuat fase konsolidasi terasa semakin panjang di tengah sentimen yang mudah berubah. Di sekitar suppot besar ini, grafik mulai menunjukkan pelemahan, terbentuk pola bearish flag, yang sering diartikan sebagai memudarnya dorongan beli.

Apabila tekanan jual berlanjut, BTC berpotensi semakin melorot untuk menguji $85.000 dalam waktu dekat. Jika level ini jebol, penurunan bisa semakin melebar menuju $75.000, area support penting yang biasanya memancing pembeli masuk kembali dan membuka peluang pantulan ke kisaran $75.000-$100.000.

Sebaliknya, penembusan tegas di atas $100.000 akan memulihkan momentum bullish dan memperbaiki prediksi harga Bitcoin ke arah yang lebih agresif.

Bitcoin Hyper: Presale yang Ramai Diburu saat Pasar Galau

Di saat pasar kripto masih gampang berubah arah, Bitcoin Hyper (HYPER) mulai sering disebut sebagai opsi “menunggu momentum” di luar aset besar. Banyak orang tetap memantau Bitcoin, tapi ketika pergerakan BTC cenderung tersendat, wajar kalau perhatian ikut bergeser ke ICO crypto terbaik yang menawarkan narasi baru—apalagi yang masih tahap presale dan punya insentif staking.

bitcoin hyper - prediksi harga bitcoin
Presale Bitcoin Hyper | Sumber: Bitcoin Hyper

Yang menarik, data presale Bitcoin Hyper menunjukkan traksi yang tidak kecil. Dalam salah satu laporan, presale $HYPER disebut sudah mengumpulkan lebih dari $31 juta (Rp520 miliar), dengan harga token sekitar $0,013655 dan imbal hasil staking 38% APY.

Angka-angka ini biasanya jadi “pemancing” karena investor bisa masuk lebih awal sambil mengunci token untuk mengejar yield, meski risikonya jelas lebih tinggi dibanding membeli aset mapan.

Bitcoin Hyper menjual ide sederhana: membawa pengalaman transaksi cepat dan smart contract yang lebih luwes ke ekosistem Bitcoin, tanpa harus benar-benar meninggalkan narasi Bitcoin. Buat sebagian trader, ini relevan karena mereka ingin tetap berada di orbit BTC, tapi tetap bisa ikut tren infrastruktur dan Layer-2.

Namun, jangan keburu menganggap presale otomatis aman. APY bisa berubah seiring waktu, dan capaian dana terkumpul tidak menjamin performa setelah listing.

Meski begitu, untuk konteks prediksi harga Bitcoin, kemunculan presale besar seperti ini sering jadi sinyal bahwa minat spekulatif masih hidup—hanya saja alirannya sementara mencari tempat yang dianggap lebih “bertenaga” dari BTC.

Pelajari tentang HYPER secara lebih menyeluruh dengan membaca prediksi harga Bitcoin Hyper dan cara beli Bitcoin Hyper.

Beli Bitcoin Hyper di Sini

Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Cryptonews. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Cryptonews tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.

Logo

Mengapa Cryptonews Indonesia Dapat Dipercaya

100k+

Tersedia ratusan berita dalam sebulan

100+

Artikel dengan berita terbaru setiap hari

8

Bertahun-tahun di Pasar

70

Penulis Tim Internasional
editors
+ 66 Lainnya

Kripto Terbaik

Temukan token yang sedang tren yang masih dalam masa presale - pilihan tahap awal dengan potensi

Gambaran Umum Pasar

  • 7h
  • 1b
  • 1t
Kapitalisasi Pasar
$2,965,205,045,312
-2.72%
Kripto yang sedang tren

Jangan sampai ketinggalan

Berita Bitcoin
Arthur Hayes: Pencairan Likuiditas $300 Milyar Jadi Penyebab Utama Bitcoin Anjlok
Sulastri
Sulastri
2026-01-30 10:31:58
Prediksi Harga
Prediksi Harga Solana: SOL Turun 8% Saat Volume DEX Tembus $4 Miliar – Mampukah Bulls Merebut Kembali Support $135?
Alfin Fauzan
Alfin Fauzan
2026-01-30 09:00:57
Crypto News in numbers
editors
Daftar Penulis + 66 Lainnya
100k+
Tersedia ratusan berita dalam sebulan
100+
Artikel dengan berita terbaru setiap hari
8
Bertahun-tahun di Pasar
70
Penulis Tim Internasional