Luana Lopes Lara dari Kalshi Menjadi Wanita Terkaya Muda yang Menghasilkan Kekayaan Sendiri
Putaran pendanaan sebesar $1 miliar baru-baru ini yang dipimpin oleh Paradigm menempatkan para pendiri bersama Kalshi, Luana Lopes Lara dan Tarek Mansour, dalam daftar miliarder.

Yang perlu diketahui:
- Co-founder Kalshi Luana Lopes Lara menjadi wanita muda terkaya yang meraih status miliarder mandiri setelah putaran pendanaan senilai $1 miliar yang dipimpin oleh Paradigm.
- Pendanaan ini menilai Kalshi sebesar $11 miliar dan menyoroti minat investor yang semakin meningkat dalam pasar prediksi yang diatur.
- Pesaing Polymarket, yang didukung oleh komitmen ICE senilai $2 miliar, juga semakin berkembang seiring dengan semakin populernya taruhan berbasis blockchain pada peristiwa dunia nyata.
Luana Lopes Lara, salah satu pendiri pasar prediksi Kalshi, telah menjadi wanita termuda yang meraih status miliarder mandiri setelah perusahaannya mengumumkan sebuah putaran pendanaan segar senilai $1 miliar Selasa.
Pendanaan yang dipimpin oleh perusahaan modal ventura yang berfokus pada kripto Paradigm, menilai Kalshi sebesar $11 miliar dan melibatkan partisipasi dari Sequoia Capital, Andreessen Horowitz, dan Y Combinator.
Pada usia 29 tahun, Lopes Lara melampaui pemegang gelar sebelumnya, Lucy Guo dari Scale AI, dan ikon pop Taylor Swift, yang sempat memegang gelar tersebut pada awal tahun ini. Lopes Lara, yang lahir di Brasil dan lulusan ilmu komputer dari MIT, ikut mendirikan Kalshi pada tahun 2019 bersama Tarek Mansour, yang juga kini bergabung dalam daftar miliarder pada usia yang sama.
Namun, kedua pendiri Kalshi dikalahkan dalam perlombaan usia muda oleh Shayne Coplan, 27 tahun, pendiri platform prediksi pesaing Polymarket, yang menjadi miliarder muda yang meraih kekayaan sendiri pada bulan Oktober. Kebangkitan Coplan menyusul komitmen investasi sebesar $2 miliar dari Intercontinental Exchange (ICE), pemilik Bursa Saham New York, ke dalam Polymarket dengan valuasi sebesar $8 miliar.
Kalshi memungkinkan pengguna untuk berdagang berdasarkan hasil dari peristiwa dunia nyata — seperti hasil pemilihan, perubahan suku bunga, atau bahkan perceraian selebriti — melalui kontrak berbasis peristiwa yang diatur secara resmi. Platform ini terdaftar di Commodity Futures Trading Commission (CFTC) pada November 2020, memberikan status regulasi formal yang jarang ditemui di pasar prediksi.
Polymarket, sebaliknya, adalah pasar prediksi berbasis blockchain yang menggunakan stablecoin USDC untuk memungkinkan pengguna bertaruh pada hasil suatu peristiwa tanpa regulasi keuangan tradisional. Platform ini telah mendapatkan popularitas karena beragam topik yang ditawarkan dan respons pasar yang lebih cepat, namun harus menghadapi berbagai kendala hukum, termasuk penyelesaian perkara dengan CFTC pada tahun 2022.
Kedua perusahaan tersebut sedang meredefinisi cara orang berinteraksi dengan informasi dan risiko. Yang dulunya hanya taruhan santai di bar — mengenai siapa yang akan memenangkan Super Bowl atau kapan inflasi akan mereda — kini telah menjadi bisnis bernilai miliaran dolar. Di dunia baru ini, siapa pun yang memiliki opini kuat dan modal dapat bertaruh pada peristiwa masa depan dengan cara yang sama seperti trader memasang taruhan pada saham atau komoditas.
More For You
KuCoin Hits Record Market Share as 2025 Volumes Outpace Crypto Market

KuCoin captured a record share of centralised exchange volume in 2025, with more than $1.25tn traded as its volumes grew faster than the wider crypto market.
What to know:
- KuCoin recorded over $1.25 trillion in total trading volume in 2025, equivalent to an average of roughly $114 billion per month, marking its strongest year on record.
- This performance translated into an all-time high share of centralised exchange volume, as KuCoin’s activity expanded faster than aggregate CEX volumes, which slowed during periods of lower market volatility.
- Spot and derivatives volumes were evenly split, each exceeding $500 billion for the year, signalling broad-based usage rather than reliance on a single product line.
- Altcoins accounted for the majority of trading activity, reinforcing KuCoin’s role as a primary liquidity venue beyond BTC and ETH at a time when majors saw more muted turnover.
- Even as overall crypto volumes softened mid-year, KuCoin maintained elevated baseline activity, indicating structurally higher user engagement rather than short-lived volume spikes.
More For You
Strategi Michael Saylor mendapatkan angin segar dari MSCI, namun para analis memperingatkan perjuangan belum selesai

MSCI belum akan mengeluarkan perusahaan seperti Strategy dari indeks, namun perubahan aturan yang lebih luas masih mungkin dipertimbangkan
What to know:
- Saham Strategy naik 6% setelah MSCI memutuskan untuk tidak mengecualikan perusahaan treasury aset digital dari indeksnya.
- Keputusan tersebut meredakan tekanan langsung pada perusahaan yang memegang sejumlah besar bitcoin tetapi tidak secara langsung beroperasi di sektor blockchain.
- Para analis memperingatkan bahwa situasi tersebut mungkin belum terselesaikan, karena perubahan aturan MSCI di masa depan masih dapat berdampak pada perusahaan seperti Strategy.











