Harga Bitcoin Kembali Terkoreksi – Apakah Ini Sekadar Koreksi Sehat?

Harga Bitcoin kembali gagal menembus level resistance di $117.750 (sekitar Rp1,947 miliar). Saat ini, BTC mengalami penurunan dan berpotensi menguji zona support di $113.200 (sekitar Rp1,871 miliar).
- Bitcoin memulai tren penurunan baru di bawah zona $115.500 (sekitar Rp1,909 miliar)
- Harga kini diperdagangkan di bawah $115.500 dan di bawah Simple Moving Average (SMA) 100 dalam timeframe 1 jam
- Terbentuk garis tren turun pada grafik 1 jam BTC/USD dengan resistance di kisaran $115.200 (sekitar Rp1,905 miliar), berdasarkan data dari Kraken
- BTC bisa memulai reli baru jika berhasil menembus zona $116.000 (sekitar Rp1,918 miliar)
Pergerakan Harga Bitcoin Mulai Melemah Lagi
Harga Bitcoin sempat membentuk gelombang kenaikan baru di atas zona $116.500 (sekitar Rp1,926 miliar). BTC mampu menembus resistance di $116.800 (sekitar Rp1,931 miliar) dan bahkan $117.500 (sekitar Rp1,944 miliar), sebelum tekanan jual mulai meningkat.
Level tertinggi terbentuk di kisaran $117.920 (sekitar Rp1,951 miliar), namun harga kemudian berbalik arah dan mulai melemah. Penurunan terjadi melewati level $116.500 dan $115.500, lalu semakin cepat saat turun di bawah $115.000 (sekitar Rp1,902 miliar). Level terendah tercatat di $114.237 (sekitar Rp1,889 miliar), dan saat ini harga sedang mencoba konsolidasi setelah penurunan tersebut.
BTC kini diperdagangkan di bawah $115.500 dan di bawah SMA 100 (1 jam). Selain itu, grafik menunjukkan garis tren turun dengan resistance kuat di sekitar $115.200.
| Nama Koin | Bitcoin (BTC) |
|---|---|
| Bitcoin Harga | $95,653.93 |
| Bitcoin ATH | $126,173.18 (October 6, 2025) |
| Bitcoin Perubahan Harga dalam 24 Jam | ▼ -1.2100% |
| Bitcoin Perubahan Harga dalam 7 Hari | ▲ 6.00% |
| Bitcoin Kapitalisasi Pasar | $1.91T |
| Sirkulasi Pasokan | 19.98M |
Resistance awal yang harus diperhatikan saat ini berada di kisaran $115.000 (sekitar Rp1,903 miliar). Resistance penting pertama berada di $115.250 (sekitar Rp1,906 miliar). Jika mampu menembus zona tersebut, resistance berikutnya kemungkinan berada di $116.000 – yang juga berdekatan dengan level 50% Fibonacci retracement dari penurunan terakhir dari $117.920 ke $114.237.

Jika harga berhasil ditutup di atas level resistance $116.000, potensi kenaikan lanjutan bisa terbuka. Dalam skenario tersebut, BTC berpeluang menguji resistance $116.500. Jika momentum terus menguat, harga bisa mendekati $116.800. Resistance utama berikutnya berada di level $117.250 (sekitar Rp1,939 miliar).
Risiko Penurunan Lebih Dalam?
Apabila Bitcoin gagal menembus zona resistance $116.000, kemungkinan besar harga akan kembali mengalami tekanan jual. Support terdekat berada di kisaran $114.250 (sekitar Rp1,898 miliar). Support kuat pertama selanjutnya berada di sekitar $113.500 (sekitar Rp1,877 miliar).
Jika tekanan jual berlanjut, support selanjutnya berada di zona $113.250 (sekitar Rp1,873 miliar). Penurunan lebih dalam bisa membawa harga turun ke $112.500 (sekitar Rp1,860 miliar) dalam waktu dekat. Support utama jangka pendek berada di $110.500 (sekitar Rp1,828 miliar). Jika level ini ditembus, tekanan jual bisa semakin membesar dan harga terancam melemah signifikan.
Indikator Teknikal (Timeframe 1 Jam)
MACD (Moving Average Convergence Divergence): Saat ini, MACD menunjukkan momentum negatif yang semakin kuat di zona bearish.
RSI (Relative Strength Index): Indikator RSI untuk pasangan BTC/USD berada di bawah level 50, menandakan momentum bearish masih mendominasi.
Level Support Utama:
- $114.250 (Rp1,898 miliar)
- $113.250 (Rp1,873 miliar)
Level Resistance Utama:
- $115.000 (Rp1,903 miliar)
- $116.000 (Rp1,918 miliar)
Koreksi BTC Bisa Jadi Peluang Masuk Altcoin Baru? Bitcoin Hyper Muncul sebagai Kandidat Terkuat
Saat pasar Bitcoin mengalami tekanan korektif dan harga BTC menurun ke area support penting, sebagian investor justru melihat ini sebagai momentum strategis untuk melakukan diversifikasi. Di tengah volatilitas seperti ini, investor berpengalaman sering mencari proyek crypto baru yang memiliki potensi pertumbuhan besar—terutama yang berada di fase awal, seperti presale.
Salah satu proyek yang sedang menjadi sorotan adalah Bitcoin Hyper ($HYPER), sebuah Layer 2 revolusioner yang dikembangkan untuk membawa kecepatan dan skalabilitas tinggi ke jaringan Bitcoin. Dengan total dana presale yang sudah mencapai $17,47 juta atau sekitar Rp289,1 miliar (kurs Rp16.541), minat investor terhadap proyek ini terlihat sangat tinggi.

Bitcoin Hyper: Layer 2 Berbasis Solana VM untuk Masa Depan Bitcoin
Bitcoin Hyper hadir sebagai solusi Layer 2 pertama yang dibangun di atas Solana Virtual Machine (SVM), dan didesain khusus untuk menyelesaikan kelemahan utama jaringan Bitcoin: transaksi yang lambat dan biaya yang tinggi. Proyek ini membuka peluang baru untuk menjalankan staking, DeFi, hingga aplikasi desentralisasi (dApps) langsung di ekosistem Bitcoin.
Berbeda dengan Lightning Network yang sifatnya masih eksperimental, Bitcoin Hyper menawarkan infrastruktur Layer 2 yang jauh lebih matang dan scalable. Proses bridging dari BTC ke Layer 2 dilakukan dengan smart contract berbasis SVM, kemudian dikompresi menggunakan zero-knowledge proof dan dikembalikan ke Layer 1 untuk menjaga keamanan setara dengan Bitcoin itu sendiri.

Tokenomics Bitcoin Hyper: Distribusi Seimbang dan Fokus Pengembangan
Struktur distribusi token $HYPER dirancang untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang proyek ini. Berikut alokasinya:
- 30% untuk pengembangan, guna mendukung ekspansi dan inovasi teknologi
- 25% untuk treasury, mencakup dana cadangan strategis dan insentif komunitas
- 20% untuk pemasaran global, termasuk kampanye media berbayar dan organik
- 15% untuk reward komunitas, terutama insentif staking dan giveaway
- 10% untuk listing exchange, guna memastikan ketersediaan token di berbagai platform

Dengan struktur ini, Bitcoin Hyper menempatkan pengembangan dan adopsi pengguna sebagai prioritas utama.
Cara Membeli $HYPER di Masa Presale
Bagi investor yang ingin ikut presale Bitcoin Hyper, prosesnya dibuat sangat sederhana dan ramah pemula. Berikut alur pembelian token:
- Siapkan crypto dari exchange pilihan, lalu hubungkan wallet seperti Best Wallet atau MetaMask ke situs resmi Bitcoin Hyper.
- Klik tombol “Buy” atau “Connect Wallet” di halaman utama.
- Pilih jumlah $HYPER yang ingin dibeli dan konfirmasi transaksi. Jika ingin langsung melakukan staking, pilih opsi “Buy and Stake”.
- Pembelian via kartu juga tersedia, cukup hubungkan wallet dan pilih opsi “Buy With Card”.

Token akan diklaim melalui blockchain yang sesuai dengan metode pembayaran—pembelian menggunakan SOL akan diklaim di jaringan Solana, sementara pembelian via ETH, BNB, atau kartu akan diklaim di Ethereum. Anda juga bisa membaca panduan lengkap cara membeli Bitcoin Hyper di artikel ini!
Fitur Staking Bitcoin Hyper: Imbal Hasil 66% per Tahun
Salah satu fitur unggulan yang ditawarkan presale ini adalah mekanisme staking dengan reward sebesar 66% per tahun, yang didistribusikan sebesar 199.77 $HYPER per block Ethereum.
Saat ini, total lebih dari 792 juta $HYPER telah dikunci dalam staking, mencerminkan antusiasme tinggi dari komunitas awal. Reward ini didesain untuk menarik investor jangka panjang yang ingin mengakumulasi token sebelum listing publik dan potensi apresiasi harga besar-besaran.
Selain itu, staking dilakukan langsung melalui platform berbasis Web3Payments, sehingga prosesnya cepat, transparan, dan aman.
Bitcoin Hyper memiliki roadmap ambisius yang sudah mulai terealisasi:
- Q2–Q3 2025: Peluncuran presale, pengembangan infrastruktur Layer 2 berbasis SVM, staking aktif
- Q4 2025: Token Generation Event (TGE), distribusi token, listing di exchange terkemuka
- Q1 2026: Integrasi penuh dengan wallet populer, peluncuran DEX internal dan ekosistem DeFi Bitcoin Hyper
- Q2 2026 dan seterusnya: Pembaruan ekosistem, ekspansi dApps, bridge lintas jaringan Ethereum, Solana, dan Bitcoin
Fase-fase ini memperlihatkan bahwa proyek ini tidak hanya berfokus pada hype jangka pendek, melainkan memiliki strategi pertumbuhan jangka panjang yang solid.
Korelasi dengan Pasar Bitcoin: Saat BTC Lesu, Proyek Presale Justru Bersinar
Meskipun harga Bitcoin saat ini sedang berada dalam fase korektif dan rentan terhadap tekanan jual lebih lanjut, hal tersebut justru membuka jalan bagi investor untuk mencari alternatif baru dengan potensi profit yang jauh lebih besar.
Bitcoin Hyper menempati posisi unik sebagai proyek Layer 2 pertama untuk Bitcoin dengan pendekatan rollup berbasis SVM, yang memungkinkan kecepatan tinggi, biaya rendah, dan skalabilitas luar biasa—fitur yang selama ini tidak dimiliki jaringan BTC.
Dengan harga presale $0.012955 (sekitar Rp214), dan suplai terbatas, banyak analis menilai bahwa $HYPER bisa mengalami lonjakan harga signifikan saat listing nanti. Ditambah dengan potensi staking dan roadmap jangka panjang, Bitcoin Hyper semakin terlihat sebagai peluang investasi strategis yang layak dipertimbangkan sekarang—sebelum terlambat. Kunjungi web resmi presale Bitcoin Hyper sekarang juga!
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Cryptonews. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Cryptonews tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.