Bitcoin Siap Meledak Setelah Pemangkasan Suku Bunga? Presale Bitcoin Hyper Tembus Rp247 Miliar Jadi Katalis Besar
Kami percaya pada transparansi penuh dengan pembaca kami. Beberapa konten di situs kami mengandung tautan afiliasi, dan kami mungkin menerima komisi melalui kemitraan ini. Namun, potensi kompensasi ini tidak pernah memengaruhi analisis, opini, atau ulasan kami. Semua konten editorial kami dibuat secara independen dari kemitraan pemasaran, dan penilaian kami sepenuhnya didasarkan pada kriteria evaluasi yang telah ditetapkan. Baca Selengkapnya!

Bitcoin Hyper ($HYPER), proyek layer-2 pertama untuk jaringan Bitcoin, diperkirakan akan menjadi penerima manfaat besar dari pergerakan harga BTC dalam beberapa bulan ke depan. Saat ini, harga Bitcoin masih stabil di kisaran Rp1,828 miliar ($111.000), sementara para investor menantikan rilis data Consumer Price Index (CPI) dari Amerika Serikat yang dijadwalkan pada hari Kamis.
Ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Fed (FOMC) pada minggu depan semakin kuat. Jika kebijakan itu benar terjadi, BTC berpotensi mengalami kenaikan signifikan.
Namun, di balik sorotan pasar terhadap faktor makroekonomi tersebut, sebuah pendorong permintaan baru untuk Bitcoin tengah berkembang secara diam-diam. Proyek Bitcoin Hyper ($HYPER) telah berhasil mengumpulkan dana hampir $15 juta atau sekitar Rp247 miliar, dan siap meluncur sebagai pengubah permainan dalam ekosistem Bitcoin.
Menggabungkan kecepatan Solana dan keamanan Bitcoin, Bitcoin Hyper dirancang untuk menghadirkan infrastruktur yang sanggup menopang aplikasi-aplikasi paling kompleks di ruang crypto saat ini.
Presale saat ini akan segera berakhir dalam waktu kurang dari 16 jam, dan setelah itu, harga setiap token HYPER akan naik dari level saat ini yaitu $0.012885 (Rp212).
Peluang Pemangkasan Suku Bunga Semakin Tinggi, Tapi Prediksi Kenaikan BTC di Bulan Ini Terbatas
Pasar kini hampir sepenuhnya yakin bahwa FOMC akan memangkas suku bunga pada pertemuan 17–18 September mendatang.
Di platform prediksi seperti Polymarket, sebagian besar partisipan memprediksi akan terjadi pemangkasan sebesar 25 basis poin, dengan probabilitas sebesar 83%, dibanding hanya 4% untuk skenario tanpa perubahan. Di platform ini, harga “Yes” merefleksikan probabilitas suatu kejadian, di mana $1 mencerminkan kepastian penuh.
Secara historis, pemangkasan suku bunga membuat nilai dolar melemah. Dalam kondisi seperti ini, Bitcoin sering kali menguat karena dinilai sebagai aset alternatif. Selain itu, pertumbuhan M2 money supply di AS juga cenderung sejalan dengan kenaikan harga BTC, semakin memperkuat narasi tersebut.
Meski begitu, para trader tetap berhati-hati menghadapi bulan September ini. Prediksi tertinggi untuk penutupan harga BTC bulan ini berada di $114.000 (Rp1,878 miliar), disusul oleh $116.000 (Rp1,912 miliar). Bahkan ada juga yang memproyeksikan BTC bisa turun ke $107.000 (Rp1,761 miliar), sejalan dengan tren musiman yang cenderung negatif pada bulan September.
Ini menunjukkan bahwa meskipun pemangkasan suku bunga hampir pasti terjadi, banyak pelaku pasar tidak yakin hal tersebut akan memicu reli besar untuk Bitcoin dalam waktu dekat. Meski demikian, Polymarket juga mencatat peluang 14% untuk pemangkasan sebesar 50 basis poin, yang akan menjadi kejutan besar bagi pasar. Skenario ini bisa terjadi jika data CPI yang keluar pada hari Jumat nanti cukup lunak untuk mendukung langkah agresif tersebut.

Jika hal itu terwujud, maka Bitcoin bisa saja memulai reli mengejutkan di bulan September, yang sekaligus membuka jalan untuk musim yang secara historis kuat di bulan Oktober dan November.
Di sisi lain, ada pula faktor likuiditas yang lebih luas: lebih dari $7,26 triliun (sekitar Rp119.469 triliun) saat ini tersimpan di dana pasar uang. Dana tersebut bukanlah uang mati—pemangkasan suku bunga berpotensi menurunkan imbal hasil, sehingga sebagian kecil saja dari dana tersebut yang masuk ke Bitcoin bisa menjadi katalis sangat kuat.
Selain faktor makroekonomi, dorongan permintaan jangka panjang untuk Bitcoin kini mulai bergeser ke utilitas nyata. Bitcoin Hyper berada di posisi strategis untuk menangkap momentum ini, seiring peluncuran proyek yang kian dekat dan telah mengumpulkan hampir Rp247 miliar dalam presale.
Apa yang Terjadi Setelah Era Investor Institusional di Bitcoin?
Pada siklus awal, kenaikan harga Bitcoin sebagian besar didorong oleh investor ritel. Tahun 2013, Bitcoin pertama kali menembus angka $1.000, lalu pada tahun 2017, BTC mencapai puncaknya di $20.000. Kombinasi antara spekulasi investor ritel, kebijakan moneter longgar, dan stimulus ekonomi selama pandemi berhasil mendorong harga Bitcoin melewati rekor sebelumnya.
Namun sejak saat itu, narasi dominan bergeser ke arah adopsi institusional. Perusahaan seperti Strategy menjadi pelopor dengan memperbesar alokasi treasury mereka dalam bentuk Bitcoin.
Meski gelombang investor institusional masih berlanjut, permintaan bisa saja melemah apabila Bitcoin hanya dianggap sebagai penyimpan nilai (store of value). Memiliki BTC dalam jumlah besar memang bisa menjadi simbol status, namun nilainya sangat bergantung pada narasi “emas digital”.
Inilah celah yang diisi oleh Bitcoin Hyper. Proyek ini memperluas fungsi BTC ke berbagai skenario penggunaan yang jauh lebih luas—tidak hanya sekadar pembayaran, tetapi juga mendukung platform DeFi, real-world assets (RWA), gaming, dan berbagai aplikasi Web3 lainnya yang sebelumnya tidak terbayangkan bisa berjalan di jaringan Bitcoin.
Semua fungsi ini terintegrasi dalam ekosistem layer-2 Bitcoin Hyper, dengan teknologi inti berupa Solana Virtual Machine (SVM)—lapisan eksekusi tercepat di dunia crypto. Teknologi ini memungkinkan Bitcoin Hyper menjalankan aplikasi terdesentralisasi (dApps) secepat Solana, sambil tetap menjaga keamanan dan keabadian Bitcoin di layer-1.
Bagaimana Cara Kerja Bitcoin Hyper?
Bitcoin Hyper berfungsi sebagai jaringan Layer-2 yang terhubung langsung dengan blockchain Bitcoin, namun berbeda dengan Ethereum rollups, tidak semua transaksi dikembalikan ke rantai utama satu per satu.
Aktivitas berlangsung dengan kecepatan tinggi di dalam ekosistem Hyper melalui penggunaan wrapped BTC. Komitmen status jaringan hanya dikirim secara periodik ke layer-1 Bitcoin untuk menjaga integritas data.
Ketika pengguna ingin menarik BTC asli mereka, mereka cukup melakukan pembakaran (burn) terhadap versi wrapped di jaringan Hyper, dan token BTC asli akan tersedia kembali di jaringan utama.
Pendekatan ini memberikan fleksibilitas dan kecepatan tinggi, namun tetap menjaga kepercayaan dan validitas melalui koneksi ke jaringan Bitcoin asli.
Dalam praktiknya, pengguna dan developer dapat berinteraksi di lingkungan yang terasa seperti Solana—transaksi cepat, murah, dan bisa diskalakan—namun dengan jaminan keamanan dari Bitcoin sebagai lapisan settlement.
Hal ini sekaligus mengubah fungsi Bitcoin dari hanya sekadar aset pasif dalam cold wallet menjadi aset aktif yang mengalir di berbagai aplikasi Web3 seperti DeFi, pembayaran, game, dan lainnya.
Bitcoin kini tidak lagi hanya menjadi harta karun diam di dompet institusi. Bersama Hyper, Bitcoin berperan aktif sebagai bahan bakar ekonomi digital baru.

Jangan Lewatkan! Peluang 100x Masih Terbuka di Presale Bitcoin Hyper!
Jika Anda menyesal tidak ikut awal-awal Bitcoin atau Solana, sekarang adalah saatnya menebusnya. Proyek revolusioner Bitcoin Hyper menghadirkan kecepatan Solana dan keamanan Bitcoin dalam satu jaringan Layer-2. Apalagi, harga token HYPER saat ini masih Rp212, dan akan naik dalam hitungan jam. Peluang ini tidak datang dua kali. Segera pelajari lebih lanjut melalui halaman Cara Beli Bitcoin Hyper sebelum presale berakhir!
HYPER Bisa Jadi “Solana di Atas Bitcoin”? Simak Prediksi Harga Menarik Ini
Banyak analis menyebut Bitcoin Hyper sebagai langkah penting dalam evolusi BTC. Dengan ekosistem DeFi, Web3, dan kecepatan dApps seperti Solana, tak heran jika prediksi harga HYPER semakin optimistis. Beberapa bahkan menyebutnya punya potensi naik 100x dari harga saat ini. Untuk melihat skenario lengkap dan kemungkinan target harga, klik artikel Prediksi Harga Bitcoin Hyper sekarang juga dan jangan sampai ketinggalan insight pentingnya!
Jangan Terjebak! Pastikan Anda Tahu Fakta Soal HYPER Sebelum Investasi
Dengan presale HYPER yang telah menembus Rp247 miliar, banyak yang bertanya-tanya: benarkah ini proyek asli, atau hanya hype sesaat? Kami sudah membedah teknologi, tim, dan transparansi dari proyek ini. Semua analisis lengkap bisa Anda temukan di artikel Apakah Bitcoin Hyper Legit atau Scam. Baca sebelum Anda berinvestasi, agar bisa mengambil keputusan yang lebih percaya diri dan terinformasi!
Gabung Dalam Babak Baru Sejarah Bitcoin Lewat Bitcoin Hyper
Semua faktor tersebut menjadi alasan mengapa proyek Bitcoin Hyper kini hampir menembus angka $15 juta (setara Rp247 miliar) dalam pendanaan tahap presale.
Banyak investor melihat token HYPER—yang digunakan untuk membayar biaya transaksi (gas fees), staking, dan mekanisme governance di dalam ekosistem ini—sebagai peluang kedua untuk mendapatkan keuntungan awal layaknya investasi Bitcoin di masa lalu. Terlebih karena keterkaitan erat antara BTC dan HYPER dalam satu sistem yang saling menguatkan.
Bagi investor yang tidak ingin melewatkan kesempatan ini, pembelian token dapat dilakukan langsung melalui situs resmi Bitcoin Hyper. Token HYPER bisa dibeli menggunakan berbagai aset crypto seperti SOL, ETH, USDT, USDC, BNB, atau bahkan dengan kartu kredit.
Untuk pengalaman transaksi yang mulus, Bitcoin Hyper merekomendasikan penggunaan Best Wallet—salah satu wallet crypto terbaik yang tersedia. Token HYPER telah terdaftar di kategori Upcoming Tokens, sehingga mudah untuk dibeli, dipantau, dan diklaim saat sudah live.
Ikuti perkembangan proyek ini melalui komunitas di Telegram dan X (Twitter), dan kunjungi situs resminya untuk informasi lengkap.
Gabung Komunitas, Dapatkan Update Eksklusif Sebelum Orang Lain!
Jangan jadi investor yang telat update! Untuk mendapat info paling baru seputar Bitcoin, altcoin, dan token presale seperti HYPER, gabung sekarang juga ke grup Telegram resmi Crypto News Indonesia. Di sana, Anda akan dapat akses eksklusif ke analisis teknikal, kabar market, dan peluang crypto yang belum banyak diketahui publik. Klik link di atas dan bergabunglah dengan komunitas crypto paling aktif di Indonesia.
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Cryptonews. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Cryptonews tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.