Prediksi Harga Bitcoin: ETF BlackRock Menguntungkan, Bagaimana Respon Institusi?
Kami percaya pada transparansi penuh dengan pembaca kami. Beberapa konten di situs kami mengandung tautan afiliasi, dan kami mungkin menerima komisi melalui kemitraan ini. Namun, potensi kompensasi ini tidak pernah memengaruhi analisis, opini, atau ulasan kami. Semua konten editorial kami dibuat secara independen dari kemitraan pemasaran, dan penilaian kami sepenuhnya didasarkan pada kriteria evaluasi yang telah ditetapkan. Baca Selengkapnya!

Harga Bitcoin (BTC) masih tertahan di kisaran $88.000 setelah turun tajam dari puncak tertingginya. Meski sedang mengalami konsolidasi, institusi justru menunjukkan ketertarikan lebih untuk masuk ke pasar. Banyak analis akhirnya mengubah prediksi harga Bitcoin mereka.
Kondisi pasar makin memanas karena institusi tidak hanya membeli lalu menyimpan BTC begitu saja. Sebagian besar dari mereka mencari produk berbasis Bitcoin yang dapat memberi imbal hasil. Para pelaku pasar pun dibuat bertanya-tanya, apakah tren Bitcoin benar-benar melambat, atau justru fase ini menjadi pijakan untuk lonjakan besar berikutnya.
BlackRock Perluas Eksposur Bitcoin Melalui Strategi Pendapatan
BlackRock baru saja mengajukan izin ke SEC AS untuk meluncurkan iShares Bitcoin Premium Income ETF, sebuah langkah lanjutan dalam adopsi Bitcoin oleh institusi besar. Berbeda dari ETF biasa yang hanya mengekor harga BTC, produk ini merupakan perpaduan antara eksposur harga dengan strategi covered call untuk mendapatkan penghasilan secara rutin.
Inovasi ini telah mendorong pembaruan prediksi harga Bitcoin karena dianggap dapat menggaet lebih banyak pemain institusional, terlebih BlackRock mengelola aset IBIT hingga $70 miliar. Mereka akan menjual opsi call pada saham IBIT, kemudian membagikan premi opsinya ke investor setiap bulan.
Strategi ini ideal untuk institusi atau investor yang sangat berhati-hati dan mencari imbal hasil tetap, bukan hanya mengandalkan pergerakan naik dan turun harga. Di pasar yang sangat volatil seperti saat ini, premi opsi dapat bernilai cukup besar—beberapa analis memperkirakan imbal hasil tahunan mencapai 8-12 persen apabila kondisi menguntungkan.
Namun, risiko akan selalu ada. Apabila Bitcoin mencatat reli tajam, keuntungan akan terbatas karena opsi call. Terlepas dari potensi risiko itu, dampaknya akan sangat besar bagi pasar kripto, khususnya Bitcoin.
Investor yang berfokus pada imbal hasil akan masuk, likuiditas pasar opsi ETF Bitcoin naik, ditambah permintaan struktural untuk saham IBIT akan menguat.
Secara keseluruhan, langkah BlackRock ini memperkuat posisi Bitcoin sebagai aset menjanjikan bagi institusi, bukan lagi spekulasi liar. Bagi trader ritel, langkah ini menjadi sinyal bullish jangka panjang, meskipun fluktuasi harian tetap harus diwaspadai.
BTC Masih Bertahan di Area Support
Secara teknikal, prediksi harga Bitcoin saat ini cenderung masih lemah karena BTC bergerak di sekitar $87.600 dan hanya berkonsolidasi setelah ditolak di zona $95.500.
Pada timeframe 2 jam, pergerakan harga masih terjebak dalam kanal turun, dibatasi garis tren yang sejak pertengahan Januari terus membentuk puncak yang lebih rendah.
Area yang dulu menjadi support di kisaran $90.500–$91.200 kini berubah fungsi menjadi resistance dan sementara ini menahan setiap percobaan kenaikan.

Meski begitu, candlestick yang terbentuk dekat area $86.400–$87.000 menunjukkan ekor bawah yang panjang dengan body kecil, mengisyaratkan adanya pembelian defensif dari pelaku pasar yang belum mau melepas posisi begitu saja.
Indikator moving average juga menggambarkan fase melemahnya momentum: EMA 50 sudah berada di bawah EMA 100 dan perlahan mengarah ke EMA 200, menandakan tren turun masih dominan tetapi belum runtuh total.
Di sisi lain, RSI yang sebelumnya sempat masuk area jenuh jual kini memantul ke kisaran pertengahan 40, menunjukkan tekanan jual mulai mereda walaupun kepercayaan pelaku pasar terhadap cryptocurrency terbaik ini belum sepenuhnya pulih.
Pola ini sering kali menjadi fase penentuan sebelum muncul arah baru yang lebih jelas.
Prediksi Harga Bitcoin: Jika Mampu Menembus $90K, Tren Mungkin Berbalik
Prediksi harga Bitcoin bakal bergantung pada kemampuan bertahan di atas level $86.400. Kalau berhasil, risiko penurunan lebih dalam sepertinya terbatas, dan harga bisa pelan-pelan naik menuju 89.500 dolar sebelum uji garis tren turun di sekitar $90.500.
Jika sukses menjebol zona tersebut, target berikutnya langsung ke $93.300, bahkan mungkin sentuh lagi $95.500 apabila momentum pemulihan kian kuat.
Pola konsolidasi seperti sekarang ini justru sinyal positif, apalagi dengan makin banyaknya produk institusional yang diluncurkan dan volatilitas yang mulai reda—ini lebih mirip fase akumulasi ketimbang distribusi.
Tapi, apabila support jebol, perhatian pasar bakal beralih ke $84.400. Dari pergerakan terkini, sepertinya skenario drop tajam mungkin terjadi. Alih-alih gegabah karena hype, kenaikan selanjutnya kemungkinan didorong aliran modal stabil dari institusi.
Bitcoin Hyper (HYPER): Evolusi Baru BTC di Solana?
Bitcoin Hyper (HYPER) muncul dengan ide yang cukup nekat di tengah pasar yang masih belum menentu. Prediksi harga Bitcoin memang jadi perdebatan sengit akhir-akhir ini, tapi faktanya, inovasi di ekosistem BTC tidak pernah mati.
Proyek anyar ini coba jadi jembatan antara dua dunia yang selama ini dianggap berbeda: keamanan Bitcoin yang legendaris dan kecepatan Solana yang membuat iri.

Konsepnya sederhana tapi ambisius. Bitcoin Hyper ingin menyulap transaksi BTC menjadi super cepat dan murah, tapi tetap dengan jaminan keamanan yang sudah teruji bertahun-tahun.
Developer bisa membangun smart contract, aplikasi terdesentralisasi, bahkan meme crypto, semua dengan biaya yang tidak membuat kantong menjerit. Proyek ini juga sudah melalui audit dari Consult, sehingga klaim soal keamanan dan skalabilitasnya memiliki bukti, bukan sekadar janji manis.
Data presale mereka menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi. Sudah lebih dari $31 juta (sekitar Rp521 miliar) yang terkumpul, dengan harga token di 0,013645 dolar per token sebelum naik di fase berikutnya.
Angka ini menunjukkan ada banyak investor yang percaya pada visi proyek ini, meski pasar sedang tidak terlalu ramah. Bisa jadi, mereka melihat potensi jangka panjang yang lebih besar daripada fluktuasi jangka pendek.
Beli HYPER sebelum presale ditutup, ikuti panduan lengkap yang sudah kami susun dalam artikel cara beli Bitcoin Hyper. Pastikan Anda juga melengkapi referensi dengan membaca prediksi harga Bitcoin Hyper.
Beli Bitcoin Hyper di SiniDisclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Cryptonews. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Cryptonews tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.