Prediksi Harga Bitcoin: BTC Mendekati Zona Kritis Saat Kenya Guncang Regulasi Crypto
Kami percaya pada transparansi penuh dengan pembaca kami. Beberapa konten di situs kami mengandung tautan afiliasi, dan kami mungkin menerima komisi melalui kemitraan ini. Namun, potensi kompensasi ini tidak pernah memengaruhi analisis, opini, atau ulasan kami. Semua konten editorial kami dibuat secara independen dari kemitraan pemasaran, dan penilaian kami sepenuhnya didasarkan pada kriteria evaluasi yang telah ditetapkan. Baca Selengkapnya!
Nilai Bitcoin kembali bergerak turun di tengah gejolak regulasi yang muncul dari Afrika Timur hingga Amerika Serikat. Di Kenya, peluncuran tiba-tiba mesin ATM Bitcoin di pusat perbelanjaan besar menandai ujian awal terhadap undang-undang crypto yang baru disahkan.
Sementara itu, pasar AS mulai berspekulasi soal potensi lebih dari 100 pengajuan ETF crypto baru pada tahun 2026, menyusul pembukaan kembali pemerintahan. Di saat yang sama, harga Bitcoin bergerak mendekati zona permintaan penting di kisaran $83.800 hingga $75.000, membuat pelaku pasar waspada apakah sinyal dari regulator mampu menahan tekanan pasar.
ATM Bitcoin Uji Regulasi Crypto Baru Kenya
Pusat perbelanjaan di kota Nairobi kini mulai dipasangi mesin ATM Bitcoin, menghadirkan akses langsung bagi konsumen untuk menukar uang tunai dengan crypto tanpa harus melalui bursa tradisional. Mesin berlabel “Bankless Bitcoin” muncul di dekat konter bank konvensional, menjadi simbol nyata dari perubahan cepat dalam adopsi teknologi keuangan di Kenya.
Langkah ini datang hanya beberapa minggu setelah Kenya memberlakukan Virtual Assets Service Providers Act 2025, kerangka hukum pertama negara tersebut untuk mengatur exchange, penyedia wallet, dan layanan kustodian. Aturan ini bertujuan memberikan kepastian hukum dan pengawasan terhadap industri yang berkembang pesat namun sebelumnya tidak terstruktur.
Namun, pemasangan mendadak mesin ATM di lokasi yang ramai menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuan regulator dalam menegakkan kepatuhan, memantau pelaku usaha, dan memastikan lisensi diterapkan secara menyeluruh. Inisiatif Kenya dalam membangun ekosistem aset digital yang terstruktur kini menghadapi ujian nyata yang datang lebih cepat dari perkiraan.
Pembukaan Pemerintah AS Dorong Antisipasi ETF Crypto Baru
Pemerintah Amerika Serikat yang kembali beroperasi memicu spekulasi besar di kalangan investor crypto, khususnya terkait potensi gelombang pengajuan ETF baru di tahun 2026. Matt Hougan, Chief Investment Officer dari Bitwise, menyampaikan kepada CNBC bahwa permintaan terhadap produk investasi crypto yang teregulasi masih sangat tinggi. Ia bahkan memperkirakan lebih dari 100 pengajuan ETF baru akan masuk tahun depan.
Fokus utama para investor saat ini adalah pada dana indeks pasif yang memungkinkan eksposur terhadap crypto tanpa perlu mengelola penyimpanan langsung. Jenis produk ini dinilai cocok bagi investor institusi maupun retail yang mencari cara lebih sederhana dan aman untuk masuk ke pasar.
Namun, tekanan jangka pendek masih membayangi. XRP mengalami penurunan sebesar 13% hanya dalam satu pekan terakhir, meskipun ETF baru dari Canary Capital untuk XRP mencatat debut yang cukup mengesankan dengan volume awal sebesar $58 juta atau sekitar 968 miliar rupiah.
Di sisi lain, ETF Bitcoin juga menghadapi tantangan. Penarikan dana dari produk-produk ini telah mencapai lebih dari $1,1 miliar di bulan November saja, menjadikannya bulan terburuk sejauh ini dalam tahun 2025.
Harga Bitcoin saat ini berada di bawah harga rata-rata pembelian investor ETF, yaitu $89.600 atau sekitar 1,49 miliar rupiah. Kondisi ini membuat banyak investor berada dalam posisi rugi. Meski begitu, analis tetap optimis bahwa pembukaan pemerintah dan masuknya produk ETF baru bisa membuka jalan bagi pemulihan Bitcoin yang lebih kuat di tahun 2026.
Bitcoin (BTC/USD) Uji Zona Kritis $83.800–$75.000
Bitcoin terus bergerak melemah, menembus garis tren jangka panjang dan kini mendekati area permintaan harian di kisaran $83.800 hingga $75.000, atau sekitar 1,39 hingga 1,25 miliar rupiah.
Penurunan ini terjadi di dalam pola channel menurun yang cukup jelas. Setiap kali harga mencoba memantul, pergerakannya terhambat di sekitar EMA 20-hari yang kini sudah memotong ke bawah EMA 50-hari, mencerminkan lemahnya momentum jangka pendek.

Di grafik harian, indikator RSI saat ini berada di kisaran 31, wilayah teknikal yang dalam sejarah pergerakan BTC sering menjadi titik awal pembentukan pola higher low atau kemunculan sinyal bullish divergence sebelum terjadi pembalikan tren besar.
Beberapa candle terakhir memperlihatkan sumbu bawah yang panjang, menunjukkan adanya tekanan beli dari pasar yang mulai menjajaki area bawah.
Jika harga benar-benar menyentuh zona permintaan utama, para trader akan mengamati terbentuknya pola candle bullish engulfing atau munculnya sumbu penolakan tajam. Keduanya merupakan sinyal teknikal yang sering kali mendahului pergerakan harga ke atas.
Proyeksi pemulihan harga dari TradingView menunjukkan potensi rebound awal menuju $99.000 atau sekitar 1,65 miliar rupiah. Jika Bitcoin mampu menembus batas atas channel saat ini, maka level resistance berikutnya berada di kisaran $115.000 atau sekitar 1,92 miliar rupiah.
Struktur harga yang lebih luas mengindikasikan pola akumulasi jangka menengah, dengan batas risiko di bawah $75.000 dan potensi kenaikan menuju area $103.000 hingga $115.000.
Bitcoin Hyper: Evolusi Baru BTC dengan Kecepatan Solana?
Bitcoin Hyper ($HYPER) hadir sebagai fase lanjutan dari evolusi ekosistem Bitcoin. Meskipun BTC tetap menjadi standar utama dalam hal keamanan, proyek ini membawa fitur yang selama ini tidak dimiliki oleh Bitcoin, kecepatan dan efisiensi khas Solana. Hasilnya adalah integrasi smart contract ultra-cepat, aplikasi terdesentralisasi, dan bahkan pembuatan meme coin, semuanya berjalan lancar dan tetap diamankan oleh infrastruktur Bitcoin.

Dengan audit yang dilakukan oleh tim dari Consult, proyek meme coin ini menekankan aspek transparansi, keamanan, dan skalabilitas. Komunitasnya terus tumbuh, didorong oleh kepercayaan pasar terhadap masa depan aplikasi BTC yang lebih fleksibel.
Momentum pun semakin kuat. Presale Bitcoin Hyper telah mengumpulkan lebih dari $28,1 juta atau sekitar 469 miliar rupiah, dengan harga token hanya $0.013305 atau sekitar 222 rupiah, menjelang kenaikan harga tahap berikutnya.
Di saat aktivitas jaringan Bitcoin meningkat dan kebutuhan terhadap aplikasi BTC yang cepat terus bertambah, Bitcoin Hyper muncul sebagai penghubung penting antara dua ekosistem terbesar dalam dunia crypto.

Jika Bitcoin menjadi pondasi awal revolusi keuangan digital, maka Bitcoin Hyper berpotensi menjadikannya kembali relevan, dengan kecepatan tinggi, fleksibilitas, dan potensi adopsi massal yang jauh lebih luas.
Bagi investor yang tertarik terhadap arah baru inovasi blockchain, Anda bisa membaca panduan kami tentang cara beli Bitcoin Hyper. Sebagai bahan pertimbangan, jangan lupa baca juga prediksi harga Bitcoin Hyper. Informasi seputar proyek crypto yang satu ini tersedia langsung di laman resmi proyek maupun akun X (Twitter) dan Telegram mereka.
Beli Bitcoin Hyper di SiniDisclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Cryptonews. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Cryptonews tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.