Bitcoin Tembus $125.700 (Rp2 Miliar) Saat Cadangan Exchange Turun ke Titik Terendah dalam 6 Tahun

Harga Bitcoin melonjak ke rekor tertinggi baru di atas $125.700 atau sekitar Rp2.078.233.100 (dengan kurs Rp16.529 per USD) pada Minggu pagi, melampaui rekor sebelumnya sebesar $124.500 (Rp2.057.709.500) yang tercatat pada bulan Agustus lalu, menurut data dari CoinMarketCap.
Poin Penting:
- Bitcoin mencetak rekor harga baru di atas $125.700 di tengah euforia “Uptober”.
- Cadangan BTC di exchange turun ke titik terendah dalam beberapa tahun terakhir, dengan lebih dari 114.000 BTC keluar dari platform hanya dalam dua minggu.
- Penurunan pasokan dan percakapan dari meja OTC memberi sinyal potensi kekurangan spot jika harga tidak segera mengalami koreksi.
Kenaikan ini terjadi saat exchange terpusat melaporkan jumlah cadangan Bitcoin terendah dalam enam tahun terakhir. Fenomena ini menunjukkan kondisi pasokan yang semakin ketat, berbarengan dengan meningkatnya permintaan dari investor.
| Nama Koin | Bitcoin (BTC) |
|---|---|
| Bitcoin Harga | $95,310.65 |
| Bitcoin ATH | $126,173.18 (October 6, 2025) |
| Bitcoin Perubahan Harga dalam 24 Jam | ▼ -2.4100% |
| Bitcoin Perubahan Harga dalam 7 Hari | ▲ 4.51% |
| Bitcoin Kapitalisasi Pasar | $1.90T |
| Sirkulasi Pasokan | 19.98M |
Bitcoin Mulai Bulan ‘Uptober’ dengan Rebound Tajam dari Titik Terendah September
Pemulihan yang signifikan ini menandai awal yang kuat untuk bulan Oktober—bulan yang sering dijuluki “Uptober” oleh para trader—setelah harga Bitcoin sempat jatuh ke level $107.800 (sekitar Rp1.782.913.200) di awal September.
Selama sepekan terakhir, Bitcoin terus naik secara stabil, didorong oleh sentimen positif yang kembali menguat serta menipisnya likuiditas di bursa.
“Bitcoin mencetak rekor baru … Tapi kebanyakan orang bahkan belum tahu apa itu Bitcoin,” ujar Nate Geraci, Presiden ETF Store dan Nova Dius.
Data dari Glassnode mengungkapkan bahwa total Bitcoin yang tersimpan di exchange anjlok ke 2,83 juta BTC pada Sabtu lalu—angka terendah sejak Juni 2019. Saat itu, Bitcoin masih diperdagangkan di kisaran $8.000 (Rp132.232.000) dalam fase pasar bearish.
CryptoQuant mencatat angka cadangan yang sedikit lebih rendah, yakni 2,45 juta BTC—terendah dalam tujuh tahun terakhir. Lebih dari 114.000 BTC dengan nilai lebih dari $14 miliar (setara Rp231,4 triliun) telah ditarik dari exchange hanya dalam dua minggu terakhir.
Arus keluar besar-besaran ini mengindikasikan pergeseran menuju penyimpanan jangka panjang, baik ke dalam dompet pribadi, wallet institusional, maupun neraca aset digital perusahaan.
Bitcoin yang tersimpan di exchange dianggap sebagai “available supply” atau pasokan yang siap dijual. Ketika cadangan ini mulai habis, tekanan naik pada harga cenderung meningkat.
“Dengar-dengar exchange mulai kehabisan Bitcoin,” ujar Matthew Sigel, kepala riset aset digital di VanEck, lewat akun media sosialnya.
“Senin jam 09:30 pagi bisa jadi waktu resmi terjadinya kekurangan pasokan pertama,” tambahnya. Meski ia menekankan bahwa ini bukan nasihat keuangan, pernyataan tersebut memberi sinyal bahwa saatnya untuk bergerak.
Investor Mike Alfred juga menyuarakan kekhawatiran serupa. Ia mengungkapkan bahwa seorang operator dari meja OTC besar memperkirakan bahwa mereka bisa kehabisan Bitcoin hanya beberapa jam setelah pasar futures dibuka, kecuali harga menembus $126.000 (Rp2.082.354.000). “Keadaannya mulai gila,” kata Alfred.
Kepemilikan Bitcoin Strategy Inc. Tembus Rp1.279 Triliun, Taruhan Treasury Terbukti Sukses
Seiring melonjaknya harga Bitcoin melewati $124.000 (Rp2.051.596.000), Strategy Inc. melaporkan bahwa nilai total kepemilikan BTC mereka telah mencapai $77,4 miliar atau sekitar Rp1.279 triliun, sebagaimana diungkapkan pada hari Jumat.
Perusahaan ini mulai mengakumulasi Bitcoin sejak tahun 2020 sebagai aset treasury korporat, dan kini melihat hasil luar biasa—nilai portofolionya meningkat lebih dari 35 kali lipat hanya dalam waktu lima tahun, dari awalnya $2,1 miliar (Rp34,7 triliun).
Strategy mampu bertahan di tengah volatilitas pasar kripto dengan terus melakukan pembelian saat harga turun. Pada tahun 2023, nilai BTC yang dimiliki perusahaan mencapai $8 miliar (Rp132,2 triliun), lalu melonjak menjadi $41,8 miliar (Rp690,6 triliun) pada 2024.
Reli yang terjadi di tahun 2025 mendorong valuasi portofolio tersebut ke level tertinggi sepanjang masa, sekaligus memperkuat keyakinan Strategy bahwa Bitcoin merupakan lindung nilai jangka panjang terhadap depresiasi fiat.
Strategy juga mendapat keuntungan tambahan setelah IRS (otoritas pajak AS) mengeluarkan panduan terbaru yang menyatakan bahwa keuntungan unrealized dari aset crypto tidak termasuk dalam cakupan Corporate Alternative Minimum Tax.
Dengan estimasi keuntungan unrealized sebesar $28 miliar (Rp462,8 triliun), pembebasan pajak ini semakin menegaskan posisi Strategy sebagai pionir dalam akumulasi Bitcoin di tingkat korporasi.
Ketatnya Pasokan Bitcoin Munculkan Peluang Baru di Layer 2
Menurunnya cadangan Bitcoin di exchange secara drastis tidak hanya menunjukkan tekanan pasokan, tetapi juga membuka ruang bagi solusi baru yang dapat membantu mempercepat dan mengurangi biaya transaksi. Salah satu inovasi yang mulai mendapat perhatian investor adalah pengembangan Layer 2 pada jaringan Bitcoin, yang selama ini dikenal lamban dan mahal dari sisi biaya. Inilah momen ketika proyek seperti Bitcoin Hyper mulai mencuri perhatian.

Bitcoin Hyper: Solusi Layer 2 Super Cepat untuk Bitcoin
Bitcoin Hyper hadir sebagai solusi revolusioner untuk mengatasi keterbatasan skalabilitas Bitcoin. Dengan membangun Layer 2 berbasis Solana Virtual Machine (SVM), proyek ini memungkinkan transaksi Bitcoin berlangsung hampir seketika, murah, dan dapat menangani aplikasi terdesentralisasi (dApps) skala besar—termasuk sistem pembayaran, platform meme coin, dan DeFi berbasis Bitcoin.
Bitcoin Hyper bukan hanya proyek teknologi biasa. Dengan arsitektur rollup dan sistem jembatan (bridge) canggih, pengguna bisa mengirim BTC ke alamat Bitcoin khusus yang diawasi oleh Canonical Bridge. Setelah transaksi diverifikasi oleh smart contract SVM, token BTC dalam jumlah setara akan dimintakan ke jaringan Layer 2 Bitcoin Hyper secara trustless.

Proses Transaksi Cepat, Aman, dan Hemat Biaya
Kecepatan menjadi nilai jual utama Bitcoin Hyper. Seluruh transaksi di Layer 2 diproses dengan finalitas hampir instan. Sistem ini juga memungkinkan staking, trading, dan operasional DeFi lainnya berjalan dengan efisien. Seluruh status transaksi di Layer 2 dicatat dan dikompres menggunakan teknologi Zero-Knowledge Proof (ZK Proof), sebelum disinkronkan secara berkala ke Layer 1 Bitcoin. Hasilnya, pengguna mendapatkan keamanan setara Bitcoin asli, dengan kecepatan dan skalabilitas Solana.
Proses withdrawal pun dirancang intuitif. Setelah pengguna mengajukan penarikan, sistem akan menghasilkan bukti transaksi dan mengembalikannya ke jaringan utama Bitcoin, sehingga aset kembali ke dompet pengguna secara aman.
Roadmap dan Visi Jangka Panjang Bitcoin Hyper
Pengembangan Bitcoin Hyper dibangun dengan pendekatan sistematis. Tim telah menuntaskan tahap desain arsitektur developer tools, riset sequencing model untuk menentukan urutan transaksi, hingga riset layer eksekusi yang mampu menangani komputasi tinggi.
Di fase berikutnya, fokus proyek adalah menghadirkan ekosistem rollup penuh untuk Bitcoin—mulai dari eksekusi program berbasis SVM, explorer blockchain, hingga dukungan developer untuk membangun aplikasi native. Target jangka panjangnya adalah menjadikan Bitcoin Hyper sebagai layer aplikasi utama bagi ekosistem Bitcoin, layaknya Solana bagi Web3.

Token Presale $HYPER: Harga Terjangkau, Potensi Besar
Saat ini, Bitcoin Hyper tengah menjalankan presale token $HYPER, yang masih berada pada fase harga awal—yakni sebesar $0.013055 atau sekitar Rp216 (berdasarkan kurs 5 Oktober 2025 Rp16.583/USD). Presale ini telah mengumpulkan lebih dari $21,5 juta (Rp356,6 miliar) dari investor retail dan institusional, dan mendekati target hard cap sebesar $21,62 juta.
Transaksi terbaru menunjukkan tingginya antusiasme, dengan pembelian mulai dari hanya $1,48 (Rp24 ribu) hingga lebih dari $1.000 (Rp16,5 juta) dalam satu kali transaksi. Semua ini terjadi hanya dalam hitungan jam, menandakan minat pasar terhadap proyek ini sangat besar.
Cara Membeli $HYPER dan Ikut Presale
Berikut adalah langkah mudah untuk ikut presale $HYPER:
- Siapkan crypto dari exchange favorit, dan gunakan wallet seperti MetaMask atau Best Wallet.
- Kunjungi situs resmi Bitcoin Hyper dan klik tombol “Buy” atau “Connect Wallet.”
- Pilih jumlah $HYPER yang ingin dibeli dan konfirmasi transaksi.
- Jika ingin langsung melakukan staking, pilih opsi “Buy and Stake.”
- Untuk pembayaran menggunakan kartu kredit, hubungkan wallet dan pilih “Buy With Card.”

Token dapat diklaim di jaringan Solana jika pembelian dilakukan dengan SOL. Untuk pengguna ETH, BNB, atau kartu kredit, klaim dilakukan di jaringan Ethereum. Jembatan lintas-chain akan disediakan untuk memindahkan aset antar jaringan dengan mudah.
Keuntungan Staking $HYPER: Reward Hingga 55% per Tahun
Investor juga dapat memanfaatkan fitur staking untuk mengunci $HYPER dan mendapatkan imbal hasil. Saat ini, reward staking mencapai 199,77 $HYPER per blok ETH, dengan estimasi hasil tahunan mencapai 55%. Total token yang sudah distake mencapai 956,2 juta $HYPER.
Staking dilakukan melalui platform Web3Payments dan berlangsung selama dua tahun. Reward dapat diklaim begitu sistem distribusi live. Mekanisme ini mendorong adopsi jangka panjang dan menjaga stabilitas pasokan di pasar.
Tokenomics: Struktur Alokasi Token yang Transparan
Distribusi token $HYPER dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekosistem:
- 30% untuk pengembangan
- 25% untuk treasury & aktivasi komunitas
- 20% untuk pemasaran (media berbayar dan viral campaign)
- 15% untuk reward komunitas dan staking
- 10% untuk listing exchange
Dengan alokasi yang proporsional, Bitcoin Hyper memastikan keseimbangan antara insentif pertumbuhan, pengembangan teknologi, dan daya tarik investor.
Presale Berjalan Cepat, Harga Segera Naik
Presale ini menggunakan mekanisme price ladder—artinya harga akan naik setelah cap tertentu tercapai. Saat ini hanya tersisa waktu kurang dari 10 jam sebelum harga naik ke tahap berikutnya. Investor awal akan mendapatkan harga terbaik dan memiliki peluang lebih besar meraih keuntungan ketika token ini listing di exchange publik. Kunjungi web resmi presale Bitcoin Hyper sekarang juga!
Jangan Lewatkan Ini! Bergabung di Fase Awal Sebelum Harga $HYPER Naik Lagi
Jika Anda tertarik memanfaatkan kelangkaan Bitcoin untuk peluang investasi baru, maka wajib baca Cara Beli Bitcoin Hyper. Artikel ini menjelaskan langkah demi langkah untuk ikut dalam presale yang makin diburu, dengan harga token yang masih di bawah Rp220. Waktu hampir habis sebelum kenaikan harga selanjutnya—kurang dari 10 jam! Di saat pasar Bitcoin mulai langka, proyek seperti Bitcoin Hyper jadi pelarian ideal. Jangan sampai menyesal karena masuk terlalu terlambat. Klik sekarang untuk dapatkan info selengkapnya!
Apakah Token Ini Bisa Naik 50x Setelah Listing?
Banyak investor ritel dan institusional mulai mengamankan posisi mereka di $HYPER—proyek Layer 2 Bitcoin berbasis Solana. Tapi benarkah harganya bisa naik tajam setelah listing? Temukan analisis mendalam, target jangka pendek dan jangka panjang di artikel Prediksi Harga Bitcoin Hyper. Momentum Uptober dan cadangan exchange yang makin menipis bisa jadi bahan bakar utama. Artikel ini cocok bagi Anda yang mencari altcoin dengan prospek ROI tinggi. Baca prediksi dan bandingkan dengan strategi portofolio Anda sekarang!
Bitcoin Hyper tengah jadi perbincangan besar, tapi sebagian investor masih ragu—apakah ini proyek nyata atau hanya tren sesaat? Dalam artikel Apakah Bitcoin Hyper Legit atau Scam, Anda akan menemukan pembahasan menyeluruh tentang tim, teknologi, staking, dan transparansi tokenomics-nya. Jangan investasi tanpa informasi lengkap. Pastikan Anda tahu faktanya sebelum ikut FOMO bersama investor lainnya. Klik artikel ini untuk membuka semua sisi dari hype yang sedang terjadi!
Catatan Akhir: Bitcoin, Kekurangan Pasokan, dan Peluang Emas Bitcoin Hyper
Harga Bitcoin yang menembus Rp2 miliar memberi sinyal bahwa kita sedang memasuki fase baru dalam siklus bull market. Penurunan drastis cadangan exchange memperkuat narasi tentang kelangkaan pasokan di pasar spot. Data dari Glassnode dan CryptoQuant menegaskan bahwa investor institusional mulai menyimpan BTC secara jangka panjang.
Kondisi ini bukan hanya peluang bagi BTC, tapi juga untuk solusi teknologi di sekitarnya. Layer 2 seperti Bitcoin Hyper menawarkan kecepatan dan efisiensi yang selama ini tidak dimiliki Bitcoin native. Terlebih lagi, potensi staking hingga 55% APY membuatnya semakin menarik.
Presale $HYPER yang hampir mencapai hard cap menunjukkan kepercayaan investor terhadap proyek ini. Dengan harga masih di kisaran awal dan mekanisme price ladder, waktu terbaik untuk masuk adalah sekarang. Jika menunggu hingga listing, Anda bisa kehilangan potensi entry point terbaik.
Momentum Uptober dan kekurangan pasokan Bitcoin di exchange menjadikan proyek Layer 2 sebagai bagian penting dari narasi besar crypto akhir tahun ini. Bitcoin Hyper berpotensi menjadi katalis utama di sektor ini, dengan presale yang membuktikan traksi komunitas secara nyata. Jangan lewatkan, tindakan sekarang bisa jadi keputusan terbaik Anda tahun ini. Kunjungi web resmi presale Bitcoin Hyper sekarang juga!
Ingin Jadi yang Pertama Tahu Presale Crypto Terpanas?
Bergabunglah sekarang ke grup Telegram Crypto News Indonesia untuk mendapatkan update harian, sinyal pasar, dan insight eksklusif seputar altcoin, presale, dan tren crypto global. Di sinilah komunitas crypto Indonesia berkumpul, berbagi info terbaru, dan berdiskusi langsung dengan trader berpengalaman. Banyak pembaca sudah cuan karena tidak melewatkan info awal dari grup ini. Aksesnya gratis dan terbuka untuk semua! Klik tombol gabung sekarang, jangan ketinggalan wave selanjutnya!
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Cryptonews. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Cryptonews tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.