Base Catat Lonjakan Aktivitas 22,5%, Tapi Bitcoin Hyper Jadi Satu-satunya Layer-2 dengan Kecepatan Solana dan Ketahanan Bitcoin
Kami percaya pada transparansi penuh dengan pembaca kami. Beberapa konten di situs kami mengandung tautan afiliasi, dan kami mungkin menerima komisi melalui kemitraan ini. Namun, potensi kompensasi ini tidak pernah memengaruhi analisis, opini, atau ulasan kami. Semua konten editorial kami dibuat secara independen dari kemitraan pemasaran, dan penilaian kami sepenuhnya didasarkan pada kriteria evaluasi yang telah ditetapkan. Baca Selengkapnya!
Di antara seluruh jaringan Layer-2 berbasis Ethereum, hanya Base yang berhasil mencatat pertumbuhan transaksi selama 30 hari terakhir. Lonjakan ini mengindikasikan peningkatan aktivitas pengguna, keterlibatan dApp yang semakin luas, serta volume trading on-chain yang makin solid di dalam ekosistemnya.
Spekulasi seputar potensi peluncuran token juga diyakini menjadi pendorong utama momentum ini. Apalagi, tim pengembang Base dikabarkan sedang membuka posisi khusus untuk peneliti token dan sistem governance.
Pada ajang BaseCamp 2025 yang berlangsung bulan September lalu, Base turut mengumumkan rencana pembangunan jembatan lintas jaringan ke Solana. Infrastruktur ini akan memungkinkan aset SOL untuk bergerak antara Base dan Solana, membuka jalur baru untuk interoperabilitas lintas ekosistem.
Jika benar token tersebut diluncurkan, nilainya tak hanya mencerminkan pertumbuhan Base, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai jaringan Layer-2 Ethereum dengan perkembangan tercepat sejak rilis pada 2023.

Base menawarkan pengalaman transaksi yang lebih murah dan cepat dengan kecepatan hingga 167 transaksi per detik, melampaui Arbitrum maupun OP Mainnet. Kombinasi kecepatan dan efisiensi ini mendorong pertumbuhan ekosistem yang lebih agresif dibanding pesaingnya.
Namun demikian, Base tetap membawa batasan struktural dari Ethereum. Karena proses finalisasi transaksinya bergantung pada rantai utama Ethereum, segala kemacetan jaringan atau lonjakan gas fee dapat memengaruhi performa Base.
Selain itu, karena Base menggunakan Ethereum Virtual Machine (EVM) yang memproses transaksi secara berurutan, skalabilitasnya jadi terbatas bila dibandingkan dengan arsitektur seperti SVM yang mendukung eksekusi paralel.
Perbandingan: Kecepatan Solana vs Kendala Ethereum – Bitcoin Hyper Jadi Solusi Alternatif?
Meskipun Base tumbuh cepat di ekosistem Ethereum, ia tetap terikat pada keterbatasan struktur dasar Ethereum. Salah satunya, pemrosesan transaksi secara berurutan yang membatasi kemampuan penskalaan. Ketika jaringan Ethereum sibuk, Base ikut terdampak oleh lonjakan gas fee dan kemacetan transaksi.
Bitcoin Hyper mengambil pendekatan berbeda. Jaringan ini dibangun dengan Solana Virtual Machine (SVM), yang memungkinkan eksekusi transaksi secara paralel dalam jumlah besar. Setiap interaksi tetap terhubung ke layer dasar Bitcoin, menjadikan sistem ini kombinasi unik antara kecepatan dan keamanan tingkat tinggi.
Arsitektur ini dirancang khusus untuk aplikasi dengan kebutuhan performa tinggi dan kepercayaan maksimal. Dengan pendekatan tersebut, Bitcoin Hyper menawarkan performa layaknya Solana namun tetap mengandalkan integritas dan desentralisasi Bitcoin.
Ini memberikan ruang baru bagi pengembang untuk membangun aplikasi Web3 yang cepat, efisien, dan tahan sensor tanpa harus mengorbankan keamanan jaringan.
Bagaimana Bitcoin Hyper Memperluas Utilitas Bitcoin dan Menarik Minat Investor
Bitcoin Hyper menciptakan sistem yang menggabungkan kecepatan dan keamanan dalam satu ekosistem. Berbeda dengan Layer-2 berbasis Ethereum yang masih terbatas oleh performa EVM, Bitcoin Hyper menawarkan pendekatan baru dengan mekanisme jembatan kanonik yang menghubungkan langsung ke layer dasar Bitcoin.
Di dalam ekosistem ini, pengembang dapat membangun aplikasi berperforma tinggi menggunakan Rust dan Solana SDK, seluruhnya berjalan di atas SVM. Keunggulan teknis ini memungkinkan pengolahan ribuan transaksi per detik secara paralel, sekaligus menjaga keterhubungan langsung dengan Bitcoin sebagai aset dasar.

Namun kekuatan utamanya justru terletak pada cara interaksi pengguna. Saat pengguna ingin bertransaksi, mereka mengunci BTC ke dalam jembatan kanonik, lalu menerima versi wrapped BTC yang bisa digunakan di seluruh dApps dalam jaringan. Transparansi dan keamanan tetap terjaga karena setiap token memiliki cadangan 1:1 di jaringan Bitcoin.
Jika ingin menarik kembali BTC asli, pengguna cukup membakar wrapped token tersebut, dan jembatan akan mengembalikan jumlah yang setara. Proses ini menjadikan wrapped BTC sebagai jembatan fungsional antara likuiditas Bitcoin dan dunia aplikasi Web3 tanpa mengorbankan kepercayaan.
Model ini memungkinkan Bitcoin Hyper menawarkan kecepatan eksekusi ala Solana dan kredibilitas jangka panjang ala Bitcoin, dua elemen yang sangat dibutuhkan untuk membangun ekosistem Layer-2 yang dapat diandalkan.
Kepercayaan Investor Meningkat, Bitcoin Hyper Kumpulkan Dana Presale Besar
Kepercayaan investor terhadap Bitcoin Hyper terus meningkat seiring dengan potensi teknologinya yang makin jelas. Selama bulan ini saja, presale HYPER berhasil menarik dana lebih dari $5,4 juta, atau sekitar Rp89,8 miliar. Sebagian besar berasal dari investor besar, termasuk satu whale yang berkontribusi lebih dari $800.000 secara tunggal.

Faktor utama di balik antusiasme ini terletak pada model utilitas Bitcoin Hyper yang memperluas peran BTC, bukan hanya sebagai penyimpan nilai, tetapi juga sebagai alat tukar dalam aplikasi Web3. Hal ini mendorong permintaan baru terhadap Bitcoin yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal.
Seluruh ekosistem ini digerakkan oleh token HYPER, yang berfungsi sebagai alat governance, mata uang gas, dan aset staking utama. Hingga saat ini, lebih dari 1 miliar token HYPER telah di-staking. Jika dibandingkan dengan total dana presale dan harga token $0.013165, artinya sekitar 53% dari total token yang dibeli selama presale telah diamankan melalui staking.
Angka tersebut menjadi sinyal kuat bahwa komunitas melihat masa depan cerah untuk proyek presale crypto ini. Mereka tidak hanya membeli, tetapi juga memilih untuk berpartisipasi aktif dalam pertumbuhan ekosistem dengan mengunci token untuk jangka panjang.
Cara Bergabung dalam Presale Bitcoin Hyper dan Info Komunitas
Bagi yang ingin berpartisipasi dalam fase pertumbuhan awal proyek ini, presale koin micin ini masih terbuka. Anda bisa mendapatkan alokasi token HYPER secara langsung melalui situs resmi mereka. Pembelian dapat dilakukan menggunakan berbagai aset seperti SOL, ETH, USDT, USDC, BNB, bahkan kartu kredit.
Selain sebagai aset investasi, token HYPER juga bisa langsung di-stake melalui protokol staking native milik Bitcoin Hyper. Program staking ini menawarkan APY hingga 48%, memungkinkan investor untuk mulai mengembangkan kepemilikan tokennya sejak awal.

Untuk pengalaman terbaik, Bitcoin Hyper merekomendasikan penggunaan Best Wallet, crypto wallet terkemuka yang mendukung ekosistem Bitcoin dan Web3. HYPER telah tersedia di bagian “Upcoming Tokens” dalam aplikasi Best Wallet, sehingga memudahkan Anda dalam membeli, memantau, dan mengklaim token saat sudah live.
Jika Anda ingin mengikuti perkembangan terbaru, Anda dapat mengunjungi akun X (Twitter) resmi Bitcoin Hyper dan bergabung dalam komunitas Telegram Bitcoin Hyper. Tim proyek secara aktif membagikan update, roadmap, dan panduan partisipasi melalui dua saluran ini.
Ingin informasi lebih lanjut? Anda bisa membaca artikel prediksi harga Bitcoin Hyper serta panduan lengkap tentang cara beli Bitcoin Hyper yang tersedia di laman resmi mereka. Langkah awal ini bisa menjadi pintu masuk Anda menuju salah satu proyek Layer-2 paling menjanjikan dalam lanskap crypto saat ini.
Beli Bitcoin Hyper di SiniDisclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Cryptonews. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Cryptonews tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.