Prediksi Crypto 17 Juli 2025: Musim Altcoin Meningkat – AI Ungkap LINK, ADA, dan AVAX Siap Breakout Eksplosif
Kami percaya pada transparansi penuh dengan pembaca kami. Beberapa konten di situs kami mengandung tautan afiliasi, dan kami mungkin menerima komisi melalui kemitraan ini. Namun, potensi kompensasi ini tidak pernah memengaruhi analisis, opini, atau ulasan kami. Semua konten editorial kami dibuat secara independen dari kemitraan pemasaran, dan penilaian kami sepenuhnya didasarkan pada kriteria evaluasi yang telah ditetapkan. Baca Selengkapnya!

Berikut ini adalah prediksi crypto 17 Juli 2025. Sementara pasar kripto global tengah dilanda euforia dari reli meme coin dan spekulasi token AI, tiga aset kripto dengan valuasi miliaran dolar justru diam-diam membentuk pola breakout teknikal yang berpotensi menghasilkan profit 44% hingga 264% hanya dalam 30 hari ke depan, seiring menguatnya tren altcoin season.
Analisis lanjutan berbasis Artificial Intelligence (AI) mengidentifikasi Chainlink (LINK), Cardano (ADA), dan Avalanche (AVAX) sebagai aset undervalued yang membentuk pola teknikal klasik—pola yang kerap menjadi sinyal awal dari pergerakan harga besar.
Ketiga aset ini memiliki peran vital dalam ekosistem blockchain dan didukung oleh institusi besar. Namun, mereka sempat tenggelam di balik hype aset spekulatif, menciptakan peluang asimetris bagi investor yang mencari utilitas nyata dibanding narasi berbasis sensasi.
Analisis teknikal di bawah ini akan membahas mengapa 30 hari ke depan bisa menjadi momen penting bagi ketiga raksasa yang selama ini terabaikan, lengkap dengan target harga spesifik dan katalis yang berpotensi mendorong breakout signifikan.
Chainlink (LINK): Raja Oracle Bersiap Rebut Kembali Level Rp405.000
Harga Saat Ini: $13,85 (sekitar Rp224.516)
Target 30 Hari: $20,00–$25,00 (Rp324.500–Rp405.625) — Potensi kenaikan 44%–80%
Market Cap: $9,1 miliar (sekitar Rp147,6 triliun)
Resistance Kunci: $15,00, $18,00, $20,00
Support Kunci: $12,87, $12,00
Pola Falling Wedge Klasik Terbentuk
Selama 90 hari terakhir, pergerakan harga LINK membentuk pola falling wedge yang sangat dikenal di dunia analisis teknikal sebagai sinyal pembalikan arah bullish yang kuat.
Pola wedge ini terlihat dari garis tren yang saling mendekat dengan volume perdagangan yang semakin menurun. Harga LINK bergerak di antara support Rp194.700 ($12,00) dan resistance Rp243.375 ($15,00), menciptakan efek ‘pegas terkompresi’ yang umumnya mendahului lonjakan harga eksplosif.

Titik pemicu breakout muncul pekan lalu ketika LINK menembus garis tren atas wedge dengan lonjakan volume harian 98%, mencapai $2,3 miliar (sekitar Rp37,2 triliun), jauh di atas rata-rata 90 hari sebesar $1,2 miliar (Rp19,5 triliun).
Kenaikan volume tersebut, ditambah dengan pergerakan harga di atas moving average 50-hari di $13,92 (Rp225.601), mengonfirmasi breakout dan mengindikasikan bahwa akumulasi institusional sedang berlangsung.
Dari sisi momentum, indikator RSI LINK naik dari level oversold 14 ke 45, memperlihatkan ruang besar untuk kenaikan harga sebelum masuk ke zona overbought.
MACD juga menunjukkan sinyal bullish untuk pertama kalinya sejak Maret, dengan garis sinyal melintasi garis MACD di -0,23. Secara historis, formasi ini menjadi awal dari tren kenaikan harga yang kuat.

Analisis Elliott Wave mengindikasikan LINK sedang menyelesaikan fase korektif Wave 4 dan bersiap memasuki Wave 5, yang biasanya menjadi fase paling agresif dari siklus bullish.
Struktur wave ini menyiratkan target harga $20,00–$25,00, sejalan dengan level retracement Fibonacci 0,618 di $23,45 (Rp380.676) dari all-time high sebesar $52,88 (Rp858.151).
Katalis Fundamental Perkuat Outlook Bullish
Di luar analisis teknikal, perkembangan fundamental juga memberikan dukungan signifikan terhadap potensi breakout LINK.
Pengumuman kemitraan baru dengan Mastercard—yang berpotensi menangani volume transaksi hingga $3 miliar (Rp48,7 triliun)—belum sepenuhnya tercermin pada harga LINK.
Peluncuran Automated Compliance Engine (ACE) juga memperkuat posisi Chainlink sebagai infrastruktur utama dalam adopsi institusional, mengingat lebih dari 2.400 proyek kini telah terintegrasi dalam jaringan Chainlink.
Proyeksi 30 hari tetap bullish, dengan resistance awal $15,00 diperkirakan tertembus dalam pekan pertama.
Jika LINK mampu bertahan di atas $18,00, maka narasi breakout besar akan terkonfirmasi. Target harga antara $20,00–$25,00 kemungkinan tercapai sebelum akhir bulan, bertepatan dengan momentum altcoin season.
Rasio risiko dan imbal hasil sangat menarik di level saat ini, dengan downside terbatas pada support $12,00 (Rp194.700), sementara upside berpotensi mencapai keuntungan hingga 80%.
Cardano (ADA): Pendekatan Akademis yang Mulai Berbuah Hasil
Harga Saat Ini: $0,70 (sekitar Rp11.358)
Target 30 Hari: $1,10–$1,50 (Rp17.848–Rp24.338) — Potensi kenaikan 57%–114%
Market Cap: $24,5 miliar (sekitar Rp397,5 triliun)
Resistance Kunci: $0,77, $0,85, $1,00
Support Kunci: $0,68, $0,60
Pola Triangle Simetris Mencapai Titik Puncak
Harga ADA telah bergerak dalam pola triangle simetris selama 120 hari terakhir, dan kini mendekati titik apex di $0,72 (Rp11.678). Posisi ini menjadi penentu arah pergerakan besar selanjutnya.
Garis tren bagian atas di $0,77 (Rp12.499) secara konsisten menjadi resistance, sementara garis tren bagian bawah di $0,65 (Rp10.553) memberikan dukungan kuat. Pola ini menunjukkan penyempitan harga dan tekanan akumulatif yang siap dilepaskan dalam breakout signifikan.
Salah satu sinyal teknikal paling penting adalah terbentuknya golden cross pertama pada time frame mingguan. Moving average 50-minggu telah melintasi moving average 200-minggu di $0,69 (Rp11.199).
Indikator bullish langka ini baru terjadi dua kali pada kripto besar lain di masa pertumbuhan pesat mereka, menandakan bahwa ADA memasuki fase pasar baru dengan potensi kenaikan besar.
Analisis volume mengindikasikan akumulasi yang meningkat. Indikator On-Balance Volume (OBV) menunjukkan tren naik stabil meskipun harga bergerak sideways, sinyal bahwa smart money sedang membangun posisi diam-diam.
Volume harian rata-rata meningkat 34% dalam 30 hari terakhir menjadi $847 juta (sekitar Rp13,7 triliun), mengindikasikan pertumbuhan minat institusional seiring mendekatnya titik resolusi pola teknikal.

RSI mempertahankan pola bullish divergence, dengan higher lows di 35, 38, dan 42, sementara harga mencetak lower lows. Ini mengisyaratkan kekuatan tersembunyi yang belum tercermin dalam harga.
Stochastic oscillator telah menembus di atas level 20, sinyal historis untuk pergerakan besar harga ADA. Persilangan sebelumnya di rentang ini memicu reli 67% dan 89%.
Analisis Gelombang Tunjukkan Target Kenaikan Besar
Dari perspektif gelombang, ADA tampaknya menyelesaikan struktur korektif kompleks yang dimulai dari puncak all-time high di $3,10 (Rp50.298).
Konsolidasi saat ini merepresentasikan fase akhir koreksi, dengan pola triangle simetris berperan sebagai sinyal kelanjutan menuju gelombang impulsif berikutnya.
Proyeksi Fibonacci mengarah ke target awal $1,10 (Rp17.848) sebagai ekstensi 161,8%, dan $1,50 (Rp24.338) sebagai ekstensi 261,8%. Ini menunjukkan potensi upside masing-masing sebesar 57% dan 114%.

Faktor fundamental mendukung prospek teknikal bullish ini. Proposal Charles Hoskinson untuk mengkonversi ADA senilai $100 juta (Rp1,62 triliun) ke stablecoin USDM dapat memperkuat likuiditas DeFi dalam jaringan Cardano. Selain itu, listing ADA di Bitstamp membuka akses baru bagi investor institusional.
Paling signifikan, muncul spekulasi bahwa ADA berpotensi mendapatkan persetujuan ETF, mengikuti kesuksesan ETF Bitcoin. Jika terwujud, hal ini bisa memicu arus modal institusional dalam jumlah besar.
Outlook 30 hari memperkirakan breakout di atas $0,77 (Rp12.499) terjadi dalam dua minggu pertama bulan ini. Momentum kemudian dapat membawa ADA ke level $0,85–$1,00 (Rp13.781–Rp16.225) sebelum akhir bulan, didorong angin altcoin season yang semakin kuat.
Avalanche (AVAX): Favorit Institusi yang Mulai Terbangun
Harga Saat Ini: $19,51 (sekitar Rp316.049)
Target 30 Hari: $35,00–$71,00 (Rp567.875–Rp1.151.975) — Potensi kenaikan 79%–264%
Market Cap: $8,2 miliar (sekitar Rp132,6 triliun)
Resistance Kunci: $22,00, $24,00, $35,00
Support Kunci: $18,00, $16,00
Pola Konsolidasi Kompleks Mendekati Akhir
Struktur harga Avalanche telah membentuk pola teknikal yang dianggap sebagai salah satu formasi paling bullish di pasar kripto.
Token ini memperlihatkan kombinasi descending wedge dan symmetrical triangle, menciptakan konsolidasi kompleks yang biasanya mendahului lonjakan harga besar.
Pola tersebut berkembang selama lebih dari 200 hari, dengan titik apex kini tercapai di level $19,50 (Rp315.938), yang memaksa terjadinya pergerakan harga besar dalam waktu dekat—bertepatan dengan puncak altcoin season.
Bagian descending wedge memperlihatkan penurunan volume dan penyempitan rentang harga, sinyal khas dari melemahnya tekanan jual dan potensi pembalikan arah.
Garis tren atas pada wedge di $22,00 (Rp356.950) telah diuji empat kali sejak Maret, dan setiap pengujian menunjukkan penurunan tekanan jual. Ini menunjukkan bahwa resistance tersebut melemah dan siap ditembus.
Analisis volume mengungkap dinamika menarik. Meskipun harga tetap stagnan, garis akumulasi/distribusi menunjukkan tren naik yang konsisten, sinyal kuat bahwa institusi tengah melakukan akumulasi di kisaran harga ini.
Volume rata-rata selama 30 hari sebesar $234 juta (sekitar Rp3,79 triliun), naik 28% dibandingkan rata-rata 90 hari, mengindikasikan minat yang terus tumbuh seiring mendekatnya resolusi teknikal.

Hitungan Elliott Wave menyebutkan bahwa AVAX saat ini berada di fase akhir dari Wave 4 dalam struktur impulsif yang lebih besar, dengan target Wave 5 di kisaran $35,00–$71,00 (Rp567.875–Rp1.151.975), berdasarkan relasi klasik antar gelombang.
Konsolidasi yang tengah berlangsung menunjukkan karakteristik subwave triangle, pola yang umumnya diakhiri dengan pergerakan tajam mengikuti arah tren utama. Melihat posisi AVAX dalam siklus bullish besar, breakout diprediksi akan mengarah ke atas.
Indikator Momentum Multi-Timeframe Semakin Positif
Indikator momentum menunjukkan sinyal bullish di berbagai timeframe. RSI harian membentuk bullish divergence dengan higher lows di level 32, 36, dan 41, sementara harga justru mencetak lower lows. Ini menandakan kekuatan tersembunyi yang siap mendorong harga naik.
MACD mingguan mendekati crossover bullish untuk pertama kalinya sejak pasar bull 2021, dengan garis sinyal di -2,1 dan garis MACD di -2,3, yang mengindikasikan pergeseran tren jangka panjang ke arah positif.

Analisis Ichimoku cloud memperlihatkan bahwa AVAX berada tepat di bawah awan pada level $20,50 (Rp332.612). Breakout di atas level ini bisa memicu pembelian algoritmik dari sistem trading berbasis tren.
Proyeksi awan ke depan menunjukkan dukungan kuat di kisaran $22,00–$24,00 (Rp356.950–Rp389.400), sejalan dengan resistance teknikal yang, bila tertembus, dapat menjadi support kuat dalam reli selanjutnya.
Perkembangan Fundamental Perkuat Pandangan Bullish
Faktor fundamental turut mendukung proyeksi teknikal bullish. Jumlah alamat retail yang memegang di bawah 100 AVAX naik 47,7%, menandakan adopsi organik yang tumbuh dari basis pengguna ritel.
Kemitraan institusional, termasuk penerapan subnet oleh Deloitte, semakin memperkuat posisi Avalanche sebagai solusi blockchain untuk sektor korporat.
Pembaruan sistem Avalanche9000 yang dijadwalkan rilis akhir Juli juga diharapkan membawa peningkatan signifikan, dan bisa menjadi katalis tambahan untuk terjadinya breakout besar.
Proyeksi 30 hari menunjukkan breakout awal di atas $22,00 (Rp356.950) akan terjadi dalam minggu pertama, dengan momentum membawa AVAX ke $35,82 (Rp580.444) di pertengahan bulan.

Pola jangka panjang menunjukkan potensi kenaikan hingga $71,00 (Rp1.151.975) sebelum akhir bulan, mewakili upside 207% dari level harga saat ini.
Rasio risiko dan imbal hasil sangat menarik. Potensi penurunan terbatas pada support $16,00 (Rp259.600), sedangkan potensi keuntungan mendekati 3 kali lipat.
Momentum Institusional Mendorong Kebangkitan Infrastruktur
Pasar kripto pada Juli 2025 menunjukkan kombinasi unik dari berbagai faktor yang mendukung pertumbuhan token infrastruktur dibanding aset spekulatif.
Adopsi institusional mencapai titik balik, dengan 68% investor institusi kini memiliki aset digital, sementara kejelasan regulasi semakin membaik di berbagai yurisdiksi utama.
Lingkungan ini menciptakan kondisi ideal bagi LINK, ADA, dan AVAX untuk mewujudkan potensi breakout-nya, terutama saat altcoin season berlangsung.
Pola teknikal yang muncul secara bersamaan pada ketiga token ini bukanlah kebetulan, melainkan cerminan dari dinamika pasar yang lebih besar.
Pembentukan konsolidasi bullish secara bersamaan menandakan adanya akumulasi terkoordinasi oleh institusi, terutama setelah volume perdagangan di ketiga token melonjak signifikan.
Sejarah menunjukkan bahwa ketika beberapa aset kripto papan atas membentuk pola teknikal serupa dalam waktu bersamaan, breakout yang terjadi biasanya lebih kuat dan bertahan lama.
Indikator sentimen pasar juga mendukung outlook bullish untuk 30 hari ke depan. Indeks Fear and Greed naik dari “Extreme Fear” di level 18 menjadi “Neutral” di level 52, menandakan kondisi pasar yang membaik namun belum terlalu euforia—ideal untuk akumulasi dan breakout.
Breakout Bitcoin di atas $120.000 (Rp1,946 miliar) memicu aliran modal positif ke altcoin berkualitas, khususnya yang memiliki fundamental kuat dan dukungan institusional.
Kerangka Prediksi 30 Hari dan Penilaian Risiko
Kerangka prediksi menunjukkan peluang 75% bahwa ketiga token ini akan mengalami breakout sukses dalam waktu 30 hari, berdasarkan kombinasi indikator teknikal, katalis fundamental, dan kondisi pasar yang semakin membaik. Estimasi hasilnya adalah:
- LINK: Potensi kenaikan 44%–80% ke kisaran $20,00–$25,00 (Rp324.500–Rp405.625) – Probabilitas tinggi: 80%
- ADA: Potensi kenaikan 57%–114% ke kisaran $1,10–$1,50 (Rp17.848–Rp24.338) – Probabilitas tinggi: 75%
- AVAX: Potensi kenaikan 79%–264% ke kisaran $35,00–$71,00 (Rp567.875–Rp1.151.975) – Probabilitas sedang: 65%
Lingkungan pasar saat ini sangat mendukung skenario bullish ini, terutama karena arus modal institusional mulai beralih ke aset kripto berbasis utilitas, bukan spekulasi.
Keberhasilan ETF Bitcoin yang kini mengelola lebih dari $65 miliar (Rp1.054 triliun) menjadi model untuk ETF altcoin di masa depan, dan LINK, ADA, serta AVAX mulai dipertimbangkan sebagai kandidat.
Perkembangan infrastruktur institusional ini memperkuat narasi breakout untuk ketiga token tersebut.
Faktor risiko yang dapat menggagalkan prediksi ini meliputi koreksi pasar yang lebih luas, perubahan regulasi yang secara spesifik berdampak terhadap ketiga aset ini, atau kegagalan menembus resistance penting dengan volume yang cukup selama altcoin season.
Namun, kekuatan fundamental dari masing-masing proyek, ditambah tren adopsi institusional yang semakin positif, membuat risiko tersebut masih dapat dikelola. Outlook keseluruhan tetap bullish untuk 30 hari mendatang.
Saatnya Beralih: Dari Altcoin Besar ke Potensi Baru yang Masih Diabaikan
LINK, ADA, dan AVAX memang menunjukkan pola teknikal dan fundamental kuat. Namun, pasar kripto juga sedang menyambut fase baru, di mana banyak investor mulai memburu proyek dengan valuasi lebih rendah, tetapi potensi pertumbuhan jauh lebih tinggi.
Presale token seperti $SNORT kini mulai mencuri perhatian. Dengan harga hanya $0,0983 (sekitar Rp1.594 per token), Snorter menawarkan pendekatan berbeda dari altcoin tradisional—menggabungkan kekuatan meme coin dengan teknologi trading bot canggih di jaringan Solana.

Tren altcoin season membuka peluang bagi proyek-proyek kecil yang belum diperdagangkan secara luas. Dalam konteks ini, Snorter menempati posisi strategis karena menyasar pasar yang masih underdeveloped namun penuh permintaan: alat trading otomatis berbasis Telegram untuk para trader meme coin.
Snorter Token: Kombinasi Meme dan Teknologi yang Siap Booming
Snorter hadir sebagai proyek dengan identitas unik—seekor aardvark lucu sebagai maskot, namun dilengkapi kekuatan teknologi Solana trading bot yang sangat fungsional. Dirancang khusus untuk pengguna Telegram, Snorter memudahkan siapa saja dalam melakukan trading token secara otomatis dan efisien.
Berbeda dengan bot mainstream seperti Banana Gun atau Maestro, Snorter menawarkan biaya transaksi terendah di jaringan Solana (hanya 0,85%), serta fitur sniping otomatis, copy trading, dan deteksi honeypot secara real time. Semua dilakukan langsung dari Telegram.
Dengan teknologi ini, pengguna tidak perlu lagi membuka DEX seperti Raydium atau Dextools. Snorter dapat mendeteksi token baru, mengatur limit order, bahkan melindungi pengguna dari serangan front-running atau rugpull hanya dengan satu klik.
Saat ini, Snorter telah mengumpulkan dana sebesar $1.948.237 (sekitar Rp31,6 miliar) dari target maksimal $2.328.335 (Rp37,7 miliar), menandakan minat investor terhadap teknologi Solana-based trading bot semakin tinggi.
Tahapan pengembangan Snorter terbagi ke dalam empat fase besar. Di tahap pertama, tim fokus pada riset pasar, pengembangan arsitektur bot, kontrak pintar, dan rilis whitepaper. Ini menjadi pondasi kuat dalam membangun bot dengan utilitas riil, bukan sekadar proyek meme biasa.
Fase kedua mencakup peluncuran token $SNORT, kampanye pemasaran, beta testing komunitas, dan peluncuran bot secara resmi di jaringan Solana. Tahap ini juga mencakup keterlibatan influencer dan integrasi jembatan antar-chain.
Selanjutnya, Snorter akan memperluas jangkauan ke blockchain berbasis EVM. Telegram akan menjadi kanal utama fitur-fitur baru seperti dasbor pengguna dan perluasan ekosistem lintas rantai.
Pada tahap terakhir, tim akan fokus pada pengembangan algoritma trading, kemitraan DeFi, fitur governance komunitas, hingga integrasi API. Dengan roadmap yang jelas dan bertahap, Snorter memposisikan diri sebagai bot trading crypto terdepan di pasar.

Staking SNORTER: Imbal Hasil Tinggi dan Sistem Dinamis
Snorter tidak hanya menghadirkan pengalaman trading bot yang intuitif, tetapi juga menawarkan peluang pasif income melalui fitur staking. Program staking ini berjalan di jaringan Ethereum, dengan distribusi reward sebesar 9,51 $SNORT per setiap blok ETH.
Distribusi imbal hasil dirancang untuk berlangsung selama satu tahun, dengan reward dapat diklaim setelah fase live dimulai. Berdasarkan proyeksi terkini, investor berpotensi mendapatkan imbal hasil hingga 201% per tahun, atau sekitar 16,75% per bulan dan 0,55% per hari.
Program ini memanfaatkan teknologi Web3Payments dan mendukung proses klaim yang cepat serta aman. Saat ini, jumlah total $SNORT yang telah di-stake mencapai 12.447.636 token, menunjukkan antusiasme komunitas terhadap manfaat staking jangka panjang.
Dengan sistem staking yang kompetitif dan reward dinamis, Snorter mampu menawarkan kombinasi antara capital gain dan yield harian, menjadikannya salah satu presale paling menarik di tahun 2025.
Tokenomics SNORTER: Alokasi Strategis untuk Pertumbuhan Ekosistem
Distribusi token $SNORT dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara utilitas, pertumbuhan komunitas, dan pengembangan jangka panjang. Total suplai mencapai 500 juta token, dengan alokasi menyebar secara strategis ke berbagai fungsi.
Sebanyak 25% dari total suplai dialokasikan untuk pengembangan produk, memastikan tim memiliki sumber daya cukup untuk membangun dan menyempurnakan Snorter Bot. Kemudian, 20% dialokasikan untuk pemasaran, yang menjadi komponen kunci dalam meningkatkan awareness dan adopsi pengguna baru.
Dana sebesar 20% lainnya digunakan untuk likuiditas di bursa, yang penting untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga. Sementara itu, masing-masing 10% dialokasikan untuk reward komunitas, program airdrop, dan cadangan treasury proyek.
Sebagai bentuk insentif jangka panjang, 5% dari suplai token digunakan untuk reward staking, menciptakan ekosistem berkelanjutan yang menguntungkan investor awal.

Cara Membeli Token SNORTER dengan Mudah dan Cepat
Proses pembelian $SNORT sangat sederhana, baik untuk pemula maupun trader berpengalaman. Token ini tersedia di jaringan Solana dan Ethereum, dengan dukungan untuk bridging lintas jaringan menggunakan Portal Bridge.
Untuk membeli, pengguna cukup menghubungkan wallet seperti Best Wallet, MetaMask atau Phantom melalui widget pembelian yang tersedia. Pembayaran dapat dilakukan dengan berbagai metode—termasuk SOL, ETH, USDT, USDC, bahkan kartu kredit.
Bagi yang belum memiliki wallet, sistem onboarding yang tersedia memandu pengguna dalam membuat dompet baru hanya dalam hitungan detik. Portal Bridge memungkinkan transfer token dari Ethereum ke Solana (atau sebaliknya) hanya dengan beberapa klik.
Setelah transaksi selesai, token dapat dilihat dan dikelola melalui wallet Solana atau Ethereum, sesuai dengan jaringan tujuan. Prosesnya cepat, aman, dan cocok untuk siapa saja yang tertarik bergabung dalam presale paling ramai di pertengahan 2025 ini.
Keunggulan Fitur Snorter Dibanding Bot Lain
Snorter Bot dibangun khusus untuk menjawab kebutuhan para trader token Solana, dengan fitur-fitur yang mengungguli kompetitor seperti Maestro, Bonk Bot, dan Banana Gun. Salah satu keunggulan utama adalah biaya trading ultra-rendah, hanya 0,85%, lebih hemat dibanding rata-rata 1–2% dari bot lain.

Fitur sniping otomatis memungkinkan pengguna membeli token baru segera setelah listing, tanpa perlu menunggu atau refresh layar. Ditambah sistem copy trading, pengguna bisa mengikuti strategi para trader papan atas tanpa perlu pengalaman teknikal.
Snorter juga menawarkan proteksi honeypot dan anti rugpull canggih, yang mencegah pengguna membeli token scam atau terjebak pada token yang tidak bisa dijual. Ini adalah fitur penting yang jarang ditemukan dalam bot lain.
Pengguna juga dapat mengatur limit order langsung dari Telegram—baik untuk take profit, cut loss, maupun penjadwalan beli—semua dari satu dashboard bot. Kombinasi antara keamanan, kecepatan, dan kemudahan menjadikan Snorter sebagai bot trading kripto paling lengkap di pasar saat ini.

Jangan Lewatkan! Panduan Cara Beli SNORTER Termudah
Jika Anda tertarik masuk lebih awal ke proyek Snorter yang sedang booming, Anda wajib baca panduan ini. Kami sudah menyiapkan langkah-langkah jelas tentang cara membeli token $SNORT di jaringan Solana dan Ethereum. Klik sekarang untuk mengetahui detailnya, termasuk opsi pembayaran dan bridging lintas chain. Cek selengkapnya di cara beli Snorter.
Prediksi Harga SNORTER: Potensi Naik Hingga Ratusan Persen?
Presale Snorter baru saja menarik perhatian investor besar, tapi berapa potensi keuntungannya? Prediksi harga terbaru mengungkap skenario bullish yang bisa memberi imbal hasil hingga 10x dari harga presale. Jika Anda ingin tahu apakah sekarang saatnya ikut masuk, artikel ini jawabannya. Baca detail analisisnya di prediksi harga SNORTER.
Mau Tahu Apa Itu Snorter? Teknologi Canggih di Balik Meme Token Ini
Snorter bukan sekadar meme coin biasa—proyek ini menggabungkan utilitas dan inovasi bot Telegram yang belum pernah ada sebelumnya. Temukan penjelasan lengkap tentang fitur trading otomatis, proteksi honeypot, dan copy trading hanya dalam satu klik. Anda akan memahami mengapa banyak trader mulai beralih ke SNORTER. Kenali proyeknya lebih dalam di apa itu SNORTER.
SNORTER: Legit atau Scam? Ini Penjelasan Lengkapnya
Banyak proyek crypto menjanjikan, tapi tidak semua terbukti aman. Artikel ini mengulas secara mendalam apakah SNORTER benar-benar bisa dipercaya dan apa yang membedakannya dari proyek scam. Pelajari indikator keamanan dan audit proyek sebelum Anda berinvestasi. Simak analisis jujur di SNORTER bot: scam atau legit?.
Kesimpulan dan Catatan Akhir: Saatnya Bertindak Sebelum Terlambat
Potensi breakout LINK, ADA, dan AVAX di tengah altcoin season Juli 2025 menandai perubahan besar dalam arah pasar kripto. Ketiga aset ini menunjukkan sinyal teknikal dan fundamental kuat yang sejalan dengan meningkatnya minat institusional. Namun, untuk investor yang ingin mengejar ROI lebih tinggi, proyek seperti Snorter menawarkan peluang lebih agresif. Dengan harga presale rendah dan fitur trading bot canggih, SNORTER menjadi alternatif menarik. Momentum seperti ini jarang datang dua kali.
Data teknikal menunjukkan bahwa altcoin besar berada di ambang breakout dengan potensi profit hingga 264% dalam 30 hari. Tapi presale Snorter memungkinkan imbal hasil yang bahkan lebih tinggi, dengan risiko awal yang bisa dikelola. Investor pintar melihat fase-fase awal seperti ini sebagai titik masuk strategis. Terlebih, staking reward tinggi dan fitur unik Snorter menjadikannya aset multifungsi: bisa ditradingkan, distake, dan dipegang jangka panjang. Ini adalah kesempatan early adopter sejati.
Di tengah transisi pasar dari spekulasi ke utilitas, proyek dengan solusi nyata seperti Snorter akan semakin relevan. Ekspansi multi-chain, roadmap terstruktur, dan komunitas aktif menjadikannya kandidat kuat untuk jadi bintang baru altcoin season. Dibandingkan LINK, ADA, dan AVAX yang valuasinya sudah tinggi, SNORTER menawarkan upside lebih tajam dari titik harga rendah. Kesempatan seperti ini sering luput dari investor retail karena kurang riset atau telat masuk. Jangan sampai Anda menyesal setelah harganya naik 10x.
Jika Anda sudah terlambat masuk ke LINK atau AVAX saat breakout besar, Snorter memberi Anda peluang kedua. Dengan fitur trading otomatis dan teknologi Solana yang cepat dan murah, Snorter menjawab kebutuhan trader modern. Apalagi, proses pembelian mudah dan didukung wallet besar serta kartu kredit. Jadi tidak ada alasan lagi untuk menunda. Presale-nya hampir habis—waktu Anda makin sempit.
Langkah selanjutnya? Buka link presale Snorter hari ini, pelajari whitepaper-nya, dan ambil posisi sebelum harganya naik signifikan. Bergabunglah dalam grup Telegram untuk pantau sinyal dan update terkini. Perhatikan pergerakan LINK, ADA, dan AVAX, tapi jangan abaikan aset kecil yang bisa jadi besar. Tahun ini adalah tentang masuk lebih awal, bukan hanya ikut tren. Dan SNORTER adalah salah satu proyek paling menjanjikan untuk itu.
Gabung Telegram Kami dan Dapatkan Info Presale Crypto Terbaru
Ingin tahu update terbaru tentang proyek Snorter dan altcoin lainnya yang lagi hype di 2025? Bergabunglah dengan ribuan investor lain di grup Telegram Crypto News Indonesia. Di sana, kami membagikan sinyal market, update presale, dan analisis tren secara real time. Klik dan join sekarang sebelum Anda tertinggal momentum besar!
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Cryptonews. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Cryptonews tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.