Senator Lummis mengatakan sidang RUU struktur pasar kripto mungkin akan ditunda
Komite Perbankan Senat mungkin akan menunda sidangnya mengenai RUU struktur pasar kripto, yang semula dijadwalkan pada hari Kamis, ungkap Senator Cynthia Lummis kepada Bloomberg.

Yang perlu diketahui:
- Komite Perbankan Senat mungkin menunda sidangnya mengenai RUU struktur pasar kripto, yang awalnya dijadwalkan pada hari Kamis.
- Coinbase telah menarik dukungannya terhadap RUU tersebut, namun hal ini tidak mungkin mempengaruhi jadwal atau hasil dari sidang tersebut.
- Perbedaan pendapat di antara para pembuat undang-undang, terutama terkait bahasa mengenai imbal hasil stablecoin, merupakan alasan utama untuk kemungkinan penundaan.
Komite Perbankan Senat mungkin akan menunda dengar pendapatnya mengenai struktur pasar kripto, yang dijadwalkan pada hari Kamis, kata Senator Cynthia Lummis kepada Bloomberg pada Rabu sore.
Undang-undang struktur pasar kripto dari Komite Perbankan Senat semakin menjadi perdebatan sengit, meskipun para pembuat undang-undang menghitung jam menuju dengar pendapat yang dijadwalkan pada hari Kamis, yang akan diakhiri dengan pemungutan suara untuk melanjutkan atau tidaknya RUU tersebut.
Namun, ini bukanlah konfirmasi tentang penundaan sidang pada hari Kamis.
Juru bicara Lummis tidak segera menjawab panggilan telepon. Juru bicara Ketua Komite Perbankan Tim Scott tidak segera menanggapi permintaan untuk memberikan komentar.
Kurangnya dukungan
Coinbase (COIN), platform terbesar di AS dan salah satu bursa global yang paling signifikan, secara publik menarik dukungan mereka terhadap RUU tersebut pada Rabu malam, namun hal ini mungkin tidak akan memiliki dampak signifikan terhadap apakah sidang markup akan berlangsung atau hasilnya, kata beberapa individu yang mengetahui situasi tersebut kepada CoinDesk.
Masalah yang lebih besar adalah bahwa para anggota legislatif di panel Perbankan tidak sepenuhnya sepakat, dan kurangnya dukungan bulat ini dapat menyebabkan penundaan dalam sidang tersebut.
Beberapa anggota Partai Republik, termasuk Senator Thom Tillis, memiliki kekhawatiran terhadap RUU tersebut, khususnya terkait bahasa yang mengatur hasil stablecoin. Masalah ini masih berlanjut hingga Rabu malam, menurut tiga orang yang mengetahui situasi tersebut kepada CoinDesk.