Fluktuasi Bitcoin memicu likuidasi split langka saat posisi long dan short keduanya terkena dampak
Kerugian yang hampir setara pada posisi long dan short menunjukkan bahwa para pedagang salah langkah ketika harga kripto berfluktuasi secara tajam dalam hitungan jam.

Yang perlu diketahui:
- Lebih dari $625 juta posisi kripto berleverage telah dilikuidasi dalam 24 jam terakhir, dengan kerugian yang terbagi hampir merata antara posisi long dan short di antara sekitar 150.000 trader.
- Hyperliquid mencatat likuidasi tunggal terbesar—posisi ETH-USD senilai $40,22 juta—dan kerugian total terbesar sekitar $220,8 juta, sebagian besar berasal dari posisi short yang terjebak akibat rebound harga.
- Gelombang likuidasi mengikuti fluktuasi tajam intraday pada bitcoin, yang dipicu oleh ketidakpastian makro terkait kebijakan perdagangan AS, volatilitas pasar obligasi, dan ekspektasi yang terkait dengan penampilan Presiden Donald Trump di World Economic Forum di Davos, menegaskan risiko penggunaan leverage agresif di pasar yang bergejolak.
Pasar kripto memberikan pelajaran pahit tentang leverage dalam 24 jam terakhir, melikuidasi lebih dari $625 juta posisi karena fluktuasi harga yang tajam menghukum para trader yang bertaruh di kedua arah.
Menurut Data CoinGlass, sekitar 145.000 trader terpaksa keluar dari posisi mereka, dengan likuidasi yang dibagi hampir merata antara taruhan long dan short selama periode 24 jam.
Sekitar $306 juta posisi panjang dihapus, sementara $319 juta posisi pendek dilikuidasi, sebuah hasil yang tidak biasa seimbang yang mencerminkan betapa mendadaknya harga berbalik selama sesi tersebut.

Likuidasi tunggal terbesar terjadi di Hyperliquid, di mana posisi ETH-USD senilai $40,22 juta ditutup secara paksa. Hyperliquid juga mencatatkan pangsa terbesar dari total likuidasi, dengan sekitar $220,8 juta dihapus di platform tersebut. Perlu dicatat, lebih dari 72% dari likuidasi tersebut terkait dengan posisi short, yang menunjukkan bahwa para trader di sana terlalu banyak bertaruh pada penurunan harga tepat saat harga kembali naik.
Binance dan Bybit juga mengalami aktivitas yang tinggi. Binance mencatat likuidasi sekitar $120,8 juta, didominasi oleh posisi long, sementara Bybit menyaksikan hampir $95 juta hilang, dengan posisi long kembali sedikit lebih banyak dibandingkan posisi short.
Gelombang likuidasi terjadi selama sesi yang ditandai oleh fluktuasi intrahari tajam pada bitcoin, yang sempat turun di bawah $88.000 sebelum pulih menuju level $90.000.
Langkah tersebut mengikuti peningkatan ketidakpastian makro terkait kebijakan perdagangan AS, volatilitas pasar obligasi, dan perubahan ekspektasi yang terkait dengan penampilan Presiden Donald Trump di Forum Ekonomi Dunia di Davos.
Bagi para trader leverage, kombinasi tersebut terbukti beracun. Momentum penurunan awal memicu likuidasi posisi long, mempercepat penurunan. Namun saat harga memantul kembali, posisi short dengan cepat terjebak, memaksa gelombang likuidasi kedua dalam arah yang berlawanan. Hasilnya adalah whipsaw klasik yang membuat kedua pihak menderita kerugian.
Peristiwa likuidasi dua arah seperti ini cenderung terjadi ketika pasar terjebak di antara narasi yang saling bersaing, tanpa tren yang jelas dan margin kesalahan yang tipis. Dalam kasus ini, berita makro menggerakkan perubahan sentimen yang cepat, sementara leverage memperbesar setiap pergerakan.
Seiring para pelaku pasar memandang ke depan, fokus akan tetap pada apakah volatilitas mereda atau terus meningkat. Hingga arah yang lebih jelas muncul, gelombang likuidasi terbaru menunjukkan bahwa kehati-hatian, daripada penggunaan leverage agresif, mungkin menjadi strategi perdagangan yang lebih bijaksana.