Bagikan artikel ini

Akumulasi Besar: Perlombaan Korporasi untuk Bitcoin

Memegang bitcoin pada neraca perusahaan bukan sekadar tren — ini merupakan transformasi dalam cara perusahaan dapat menciptakan dan mempertahankan nilai bagi pemegang saham, kata Brandon Turp dari Turp Capital.

Oleh Brandon Turp|Diedit oleh Alexandra Levis
Diperbarui 19 Nov 2025, 6.29 p.m. Diterbitkan 5 Feb 2025, 4.30 p.m. Diterjemahkan oleh AI
View of NYC from bridge
(Chris Barbalis/Unsplash)

Selama beberapa dekade, bendahara perusahaan mengandalkan kas, obligasi, dan investasi jangka pendek untuk menjaga modal. Namun inflasi, depresiasi mata uang fiat, dan suku bunga mendekati nol telah menantang pendekatan ini. Sebuah pesaing baru yang tak terduga mulai muncul dan keuangan perusahaan akan berubah selamanya.

BTC sebagai aset cadangan korporasi

Secara historis, korporasi telah menyimpan cadangan kas yang substansial untuk stabilitas dan likuiditas. Namun, seperti yang dikemukakan oleh Michael Saylor, Ketua Eksekutif MicroStrategy, kas ibarat es yang mencair — kehilangan daya beli karena debasemen moneter. Bitcoin menawarkan alternatif: aset dengan pasokan tetap, likuiditas global, dan potensi kenaikan yang asimetris.

Cerita berlanjut
Jangan lewatkan cerita lainnya.Berlangganan Newsletter Crypto Long & Short hari ini. Lihat semua newsletter

Sejak 2020, MicroStrategy secara agresif mengakumulasi bitcoin, mengubah neraca perusahaan menjadi semacam bank BTC. Perusahaan menerbitkan utang konversi dan ekuitas untuk membiayai pembeliannya, memanfaatkan pendekatan keuangan tradisional untuk membangun perbendaharaan bitcoin. Hanya dalam tahun 2024, MicroStrategy telah memperoleh 257.000 BTC. Strategi ini secara tidak langsung mengubah MicroStrategy menjadi ETF bitcoin yang diperdagangkan secara publik dan mesin akumulasi, memberikan eksposur kepada pemegang saham terhadap BTC melalui sahamnya yang diperdagangkan secara publik $MSTR.

Anda sedang membaca Crypto Long & Short, buletin mingguan kami yang menampilkan wawasan, berita, dan analisis untuk investor profesional. Daftar di sini untuk mendapatkannya di kotak masuk Anda setiap Rabu.

Dua metrik utama: bitcoin per saham & hasil BTC

Microstrategy telah mempopulerkan dua metrik kunci yang harus dipahami secara mendalam oleh setiap perusahaan yang mempelajari strategi ini: bitcoin per saham (BPS) dan hasil BTC.

Bitcoin per saham (BPS): Jumlah bitcoin yang dimiliki per saham yang beredar. Metrik ini memungkinkan investor untuk mengukur eksposur BTC tidak langsung suatu perusahaan.

Imbal hasil BTC: Persentase perubahan jumlah bitcoin per saham seiring waktu. KPI ini berupaya mencerminkan seberapa efisien sebuah perusahaan dalam mengakuisisi BTC.

Grafik BTC per Saham & Saham per BTC

Sumber: MSTRtracker.com

Siklus super korporat

Sementara banyak korporasi mempertahankan strategi perbendaharaan tradisional, sebuah perubahan mendasar dalam keuangan perusahaan mulai muncul. Lebih dari 70 perusahaan publik kini memegang bitcoin di neraca mereka, termasuk Tesla, Coinbase, dan Block. Bahkan perusahaan di luar sektor teknologi dan keuangan mengadopsi pendekatan ini, menunjukkan penerapannya yang luas di berbagai industri.

Grafik kepemilikan bitcoin korporat

Adopsi ini merupakan lebih dari sekadar tren — ini adalah transformasi dalam bagaimana perusahaan dapat menciptakan dan mempertahankan nilai pemegang saham. Lingkungan regulasi sedang berkembang untuk mendukung perubahan ini dalam tiga cara penting:

  1. Pembalikan SAB21 telah secara fundamental meningkatkan utilitas bitcoin sebagai aset kas. Dengan memungkinkan institusi keuangan yang diatur untuk menyediakan layanan kustodi, korporasi kini dapat memanfaatkan kepemilikan bitcoin mereka secara lebih efisien melalui hubungan perbankan yang sudah mapan.
  2. Perubahan akuntansi penting dari FASB menciptakan refleksi yang lebih akurat terhadap ekonomi bitcoin dalam laporan keuangan perusahaan. Di bawah aturan ini, perusahaan yang mengakumulasi bitcoin kini dapat mengakui apresiasi dalam laporan laba mereka, memberikan mekanisme yang jelas untuk penciptaan nilai melalui akuisisi bitcoin yang strategis.
  3. Rancangan Undang-Undang Bitcoin 2024 dan kejelasan regulasi yang lebih luas menandakan meningkatnya penerimaan institusional, mengurangi risiko sistemik bagi adopsi korporasi.

Perusahaan kini dapat menghasilkan pertumbuhan pendapatan melalui akumulasi bitcoin strategis sekaligus membangun posisi dalam aset dengan potensi apresiasi yang signifikan. Kombinasi dampak pendapatan saat ini dan potensi nilai masa depan ini mencerminkan prinsip klasik Warren Buffett dalam menemukan bisnis yang dapat menghasilkan pengembalian saat ini sekaligus menginvestasikan kembali modal dengan tingkat yang menarik.

Transformasi yang akan datang bukan sekadar menambahkan bitcoin ke neraca — ini tentang secara fundamental memikirkan ulang manajemen keuangan perusahaan untuk era kelangkaan digital. Perusahaan yang memahami perubahan ini lebih awal akan memiliki keuntungan signifikan dalam membangun posisi keuangan dengan harga yang menarik, seperti halnya para adopter awal internet.

Kita memasuki era baru dalam keuangan korporat, di mana sifat unik bitcoin berpadu dengan infrastruktur keuangan yang berkembang untuk menciptakan peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam penciptaan dan pelestarian nilai.

Perusahaan-perusahaan yang mengenali dan bertindak atas perubahan ini sejak awal kemungkinan besar akan muncul sebagai Berkshire Hathaway di era digital.

Catatan: Pandangan yang diungkapkan dalam kolom ini adalah milik penulis dan tidak harus mencerminkan pandangan CoinDesk, Inc. atau pemilik dan afiliasinya.