Apakah Bitcoin Hyper Akan Mengungguli BTC di 2026? Alasan Para Ahli Menyebutnya Altcoin Terbaik untuk Dibeli
Kami percaya pada transparansi penuh dengan pembaca kami. Beberapa konten di situs kami mengandung tautan afiliasi, dan kami mungkin menerima komisi melalui kemitraan ini. Namun, potensi kompensasi ini tidak pernah memengaruhi analisis, opini, atau ulasan kami. Semua konten editorial kami dibuat secara independen dari kemitraan pemasaran, dan penilaian kami sepenuhnya didasarkan pada kriteria evaluasi yang telah ditetapkan. Baca Selengkapnya!
Pasar crypto membuka tahun 2026 dengan momentum pemulihan yang solid setelah volatilitas tinggi di akhir 2025. Bitcoin sebagai aset acuan memulai hari di atas $93.700 atau sekitar 1,57 juta rupiah sebelum terkoreksi ke bawah $92.000 atau sekitar 1,54 juta rupiah. Pergerakan ini memicu diskusi di kalangan trader mengenai level support yang paling kuat.
Kapitalisasi pasar Bitcoin tetap berada di atas $1,8 triliun atau sekitar 30 ribu triliun rupiah, mencerminkan kepercayaan investor yang kembali menguat seiring lonjakan volume perdagangan harian yang kini melampaui $54 miliar atau sekitar 904 triliun rupiah.
Pemulihan Pasar Crypto dan Meningkatnya Minat pada Layer 2
Ethereum juga menunjukkan performa stabil dengan harga di sekitar $3.200 atau kurang lebih 53 juta rupiah. Aktivitas ini banyak didorong oleh Layer 2 solutions seperti Optimism dan Arbitrum yang meningkatkan efisiensi jaringan.
Lonjakan transaksi dua digit pada jaringan Layer 2 membantu mengurangi kepadatan dan menekan biaya di main chain Ethereum. Secara keseluruhan, total kapitalisasi pasar crypto telah melampaui $3,17 triliun atau sekitar 53 ribu triliun rupiah berkat arus dana institusional dan sinyal regulasi yang semakin ramah terhadap aset digital.
Iklim positif ini juga mendorong pertumbuhan crypto presale sepanjang 2026. Proyek dengan fondasi teknologi kuat terus menarik minat investor jangka panjang. Salah satu yang paling banyak dibicarakan adalah Bitcoin Hyper (HYPER), proyek Layer 2 baru yang disebut berpotensi mengungguli BTC tahun ini. Presalenya telah mengumpulkan $30,2 juta atau sekitar 505 miliar rupiah, memicu banyak analis menyebutnya sebagai altcoin terbaik untuk dibeli saat ini.
Rebound Awal Crypto di 2026 Melambat, Apakah Gelombang Bull Akan Berlanjut?
Bitcoin memulai 2026 dengan performa mengesankan setelah bangkit dari tekanan akhir 2025 dan sempat menyentuh $95.000 atau sekitar 1,59 juta rupiah pada awal pekan akibat meningkatnya minat institusional.
Harga kemudian bergerak stabil di area $92.000 atau sekitar 1,54 juta rupiah. Analis menyoroti faktor seperti inflow ETF dan perusahaan yang menambahkan BTC ke neraca keuangan sebagai pendorong utama. Bitcoin kini tidak hanya berperan sebagai penyimpan nilai, tetapi juga mulai menunjukkan utilitas nyata dalam ekosistem keuangan digital.
Sektor altcoin Layer 2 tampil sebagai area paling panas. Solusi Layer 2 di jaringan Ethereum dan Bitcoin mulai mengatasi masalah lama seperti kecepatan transaksi dan biaya tinggi. Contohnya terlihat pada listing ZKsync di beberapa bursa besar yang memicu kenaikan harga sekitar 30% hanya dalam dua jam.
Fenomena ini menegaskan permintaan tinggi terhadap token inovatif yang mendapatkan akses likuiditas lebih luas. Fokus kembali ke Bitcoin menunjukkan analis seperti Ted Pillows memetakan berbagai skenario bullish, termasuk potensi kenaikan kembali ke area $102.000 atau sekitar 1,7 juta rupiah.
Kelanjutan bull run Bitcoin berpotensi membuka ruang lebih besar bagi solusi Bitcoin Layer 2 untuk berkembang. Kondisi ini memberi peluang bagi proyek seperti Bitcoin Hyper untuk unggul dengan memadukan kekuatan inti Bitcoin dan inovasi teknologi generasi berikutnya.
Presale Bitcoin Hyper Menarik Perhatian Para Ahli
Bitcoin Hyper (HYPER) dipandang sebagai pengubah permainan bagi pemegang BTC dan pengembang Web3 di 2026. Proyek ini bersiap meluncurkan Bitcoin Layer 2 ke tahap mainnet. Teknologi Solana Virtual Machine (SVM) digunakan untuk menghadirkan pemrosesan super cepat. Pendekatan ini memungkinkan transfer BTC hampir instan serta pengembangan aplikasi DeFi tanpa mengorbankan keamanan Layer 1 Bitcoin.

Arsitektur Bitcoin Hyper menggabungkan optimistic rollups dan zero-knowledge proofs untuk mengelompokkan transaksi secara efisien lalu mengaitkannya kembali ke Bitcoin Layer 1. Mekanisme ini memberikan biaya rendah, throughput tinggi, serta trustless bridging lintas chain seperti Ethereum dan Solana.
Analis YouTube 2Bit Crypto dengan lebih dari 39 ribu subscriber baru-baru ini membedah proyek Bitcoin Hyper dan menyoroti bagaimana teknologi intinya membuka peluang bagi berbagai aplikasi untuk tumbuh di dalam ekosistem Bitcoin.
Sebagai Bitcoin Layer 2 dengan efisiensi setara Solana, Bitcoin Hyper menawarkan fleksibilitas smart contract bagi developer. Kondisi ini membuka potensi munculnya proyek DeFi, NFT, meme coin, dan game setelah mainnet diluncurkan. Jadwal peluncuran mainnet dan listing token HYPER di bursa besar diperkirakan berlangsung pada kuartal pertama tahun ini, menjadikan Bitcoin Hyper kandidat kuat sebagai altcoin terbaik untuk beberapa bulan ke depan.
Presale Bitcoin Hyper Berlanjut dengan Dana Terkumpul Lebih dari $30 Juta
Dari sisi angka, presale crypto ini telah mengumpulkan lebih dari $30,2 juta atau sekitar 505 miliar rupiah. Harga token saat ini berada di $0.013545 dan dijadwalkan naik pada tahap berikutnya. Daya tarik utama datang dari staking dengan imbal hasil sekitar 38% APY yang memungkinkan pembeli memperoleh pendapatan sejak fase presale.

Aktivitas ini mendorong partisipasi investor besar, termasuk whale yang membeli token HYPER dengan nilai hingga lima digit dolar dalam beberapa pekan terakhir. Tokenomics Bitcoin Hyper dirancang untuk keberlanjutan jangka panjang. Sebanyak 30% dialokasikan untuk pengembangan guna mendukung peningkatan berkelanjutan.
Sekitar 25% dialirkan ke treasury proyek demi stabilitas ekosistem. Porsi 20% difokuskan pada pemasaran untuk membangun jangkauan global. Mekanisme staking memungkinkan holder memperoleh imbalan seiring pertumbuhan jaringan. Total suplai dibatasi pada 21 miliar token, menciptakan elemen kelangkaan yang berpotensi mendorong nilai setelah peluncuran.

Tahun 2026 dipandang sebagai periode ekspansi bagi industri crypto. Bitcoin Hyper (HYPER) membawa potensi upside kuat sebagai ekstensi scalable dari aset terbesar di dunia crypto. Banyak pihak menilai proyek ini memiliki peluang untuk mengungguli Bitcoin itu sendiri seiring berkembangnya adopsi Layer 2.
Informasi lebih lanjut mengenai prediksi harga Bitcoin Hyper bisa Anda baca dan digunakan sebagai bahan pertimbangan. Dan cara beli Bitcoin Hyper dapat diakses melalui kanal resmi proyek. Ikuti pembaruan terbaru melalui akun X (Twitter) dan Telegram Bitcoin Hyper serta kunjungi laman resmi presale untuk memahami roadmap dan peluang partisipasi sejak tahap awal.
Beli Bitcoin Hyper di SiniDisclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Cryptonews. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Cryptonews tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.