{"id":152837,"date":"2026-02-04T08:27:14","date_gmt":"2026-02-04T08:27:14","guid":{"rendered":"https:\/\/cryptonews.com\/id\/?p=152837"},"modified":"2026-02-04T08:19:53","modified_gmt":"2026-02-04T08:19:53","slug":"66b-loss-bitmine-eth-treasury-controversy","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cryptonews.com\/id\/news\/66b-loss-bitmine-eth-treasury-controversy\/","title":{"rendered":"Ketua Bitmine Tom Lee Mengabaikan Kerugian Treasury ETH – Apakah ETF Harus Menghadapi Pengawasan yang Sama?"},"content":{"rendered":"
Kritik tajam baru-baru ini menghantam strategi treasury Ethereum (ETH) yang dijalankan oleh Bitmine Immersion Technologies. Sebuah cuitan di media sosial menuding perusahaan duduk di atas kerugian belum terealisasi (unrealized loss) yang sangat dalam, sebesar -$6,6 miliar atau sekitar Rp 110,6 triliun, atas akumulasi ETH mereka. <\/p>
Kritik itu juga menyebut bahwa ETH yang mereka pegang akan menjadi tekanan jual di masa depan, dan Ketua Bitmine Tom Lee dituding sebagai “likuiditas keluar terakhir” bagi paus ETH lama. Namun, Lee justru menepis kritik ini dengan santai dan malah mempertanyakan standar ganda yang berlaku di pasar.<\/p>
Menanggapi langsung kritikan tersebut, Tom Lee membela strategi perusahaannya. Ia menjelaskan bahwa tujuan Bitmine adalah untuk melacak harga Ether<\/a> secara ketat dan bertujuan untuk berkinerja lebih baik dalam jangka panjang, bukan untuk menghaluskan penurunan harga (drawdown) yang terjadi. <\/p>