{"id":142853,"date":"2024-12-24T07:29:13","date_gmt":"2024-12-24T07:29:13","guid":{"rendered":"https:\/\/cryptonews.com\/id\/?post_type=academy&p=142853\/"},"modified":"2024-12-24T07:29:13","modified_gmt":"2024-12-24T07:29:13","slug":"what-is-defi","status":"publish","type":"academy","link":"https:\/\/cryptonews.com\/id\/academy\/what-is-defi\/","title":{"rendered":"Apa Itu DeFi dalam Kripto?"},"content":{"rendered":"

Salah satu pertanyaan yang kerap diajukan oleh para pemula di dunia mata uang kripto adalah apa itu DeFi atau keuangan terdesentralisasi? Nah, pada panduan ini kita akan membahas secara lebih mendalam tentang definisi DeFi crypto, kelebihan dan kekurangannya, hingga koin DeFi yang paling menjanjikan.<\/p>

Disadur dari CNBC Indonesia<\/a>, DeFi atau Decentralized Finance adalah istilah untuk mendeskripsikan teknologi yang menjadi pusat kekuatan mata uang kripto. Teknologi ini seperti blockchain yang menghilangkan kebutuhan terhadap perantara di dalam ekosistem keuangan. Dengan kata lain, DeFi memungkinkan terjadinya transaksi peer-to-peer<\/i> (P2P) secara langsung.<\/p>

\"Apa<\/p>

Berbeda dengan lembaga keuangan terpusat, DeFi sama sekali tidak diatur, yang berarti tidak ada regulator pihak ketiga yang mengatur atau membuat kebijakan untuk transaksi di dalamnya. Sebagai pengganti lembaga pusat yang mengendalikan prosesnya, semua urusan didaftarkan di blockchain.<\/p>

Lalu, apa itu blockchain?<\/p>

Blockchain adalah sebuah buku besar terdistribusi yang mencatat semua transaksi di dalam ekosistem dan dapat dilihat oleh semua orang. Seluruh transaksi yang terjadi diamankan oleh kode enkripsi sehingga memberikan anonimitas terhadap pihak yang melakukan transaksi.<\/p>

Setiap transaksi yang terjadi dicatat di dalam blok, kemudian divalidasi oleh ekosistem melalui proses yang berjalan secara otomatis. Apabila transaksi telah terjadi, informasi tidak dapat diubah oleh pihak manapun.<\/p>

Pelajari blockchain secara lebih lengkap dengan membaca artikel kami yang secara khusus mengulas tentang teknologi blockchain<\/a>.<\/p>

\n

Keuangan Terpusat (CeFi) vs Keuangan Terdesentralisasi (DeFi)<\/b><\/h2>\n

<\/span>
\nAgar lebih mudah untuk memahami apa itu DeFi, ada baiknya kita membahas terlebih dahulu tentang jenis-jenis struktur keuangan yang ada dan apa yang membedakannya.<\/p>\n

Ada perbedaan mendasar antara keuangan terpusat (CeFi) dengan keuangan terdesentralisasi (DeFi). Perbedaan utama tersebut adalah tidak adanya lembaga pengendali tunggal dalam keuangan terdesentralisasi.<\/p>\n

Contoh Keuangan Terpusat adalah Federal Reserve AS yang juga disebut sebagai \u201cBank Sentral\u201d. Lembaga ini bukan hanya bekerja untuk mencetak Dolar, melainkan juga bertanggung jawab atas suku bunga, stimulus pasar, dan kebijakan moneter umum untuk perekonomian.<\/p>\n

Mari kita kembali ke tahun 2008 ketika krisis keuangan terjadi. Kala itu Federal Reserve menolak untuk menyelamatkan bank investasi yang telah jatuh, Lehman Brothers, yang menurut banyak pihak menjadi katalisator terjadinya krisis.<\/p>\n

Sementara itu, apa itu terdesentralisasi? terdesentralisasi atau decentralized menjadi lawan dari kata terpusat. Dalam hal ini, DeFi atau keuangan terdesentralisasi didirikan sebagai tanggapan atas kejadian-kejadian seperti di atas.<\/p>\n

DeFi adalah sistem keuangan yang memberdayakan individu sebagai penjaga modal mereka. Di dalam sistem ini tidak ada lembaga keuangan seperti Federal Reserve atau bahkan Lehman Brothers.<\/p>\n<\/div><\/div>

Kelebihan DeFi<\/b><\/h3>

Dengan menerapkan teknologi baru, DeFi adalah sistem yang menawarkan beberapa kelebihan dibanding sistem keuangan terpusat. Berikut ini beberapa kelebihan yang dimiliki oleh keuangan terdesentralisasi:<\/p>