Sandbox (SAND) dan Axie (AXS) Tak Terpengaruh Panic Market dan Ketakutan Perang
Kami percaya pada transparansi penuh dengan pembaca kami. Beberapa konten di situs kami mengandung tautan afiliasi, dan kami mungkin menerima komisi melalui kemitraan ini. Namun, potensi kompensasi ini tidak pernah memengaruhi analisis, opini, atau ulasan kami. Semua konten editorial kami dibuat secara independen dari kemitraan pemasaran, dan penilaian kami sepenuhnya didasarkan pada kriteria evaluasi yang telah ditetapkan. Baca Selengkapnya!
Pasar crypto lagi-lagi berdarah-darah. Bitcoin, Ethereum, dan sebagian besar koin top-10 tercatat merosot dengan kerugian mendekati dua digit dalam sepekan terakhir. Sentimen ketakutan sepertinya mendominasi, dan penutupan pekan ini kemungkinan besar akan membentuk arah perdagangan beberapa minggu ke depan.
Tapi, di tengah tarian volatilitas yang kacau ini, ada yang menarik perhatian. Dua raksasa mapan dari sektor GameFi, The Sandbox (SAND) dan Axie Infinity (AXS), justru menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Kedua token ini tidak terlihat “panik” dan malah memposting keuntungan yang bisa dibilang impresif.
Apa yang Menggerakkan Axie Infinity (AXS) Kembali Bangkit?
Axie Infinity, yang dulu adalah ikon dari fenomena play-to-earn (P2E), sedang mendorong harga lebih tinggi di Januari ini setelah empat tahun yang bisa dibilang cukup menyakitkan. Jujur, harga AXS masih turun -98% dari all-time high-nya. Tapi, ada hint bahwa para pembeli sudah kembali dan mungkin akan memutar balik sebagian dari kerugian tajam itu.
Inti dari kebangkitan ini adalah sebuah “supply shock” yang tegas. Awal bulan ini, tim Axie Infinity menerapkan perubahan kritis: secara resmi menonaktifkan reward Smooth Love Potion (SLP) dalam mode game Origins-nya.
Langkah ini, dirancang untuk melawan inflasi yang persisten, memangkas emisi token SLP harian secara drastis. Selama bertahun-tahun, tekanan inflasi SLP telah meredam pertumbuhan, menciptakan mentalitas “farm and dump”. Pengurangan pasokan yang drastis ini menandakan komitmen baru pada stabilitas ekonomi jangka panjang.
Kepercayaan juga semakin terbangun dengan diperkenalkannya bAXS, sebuah token utilitas baru yang dirancang khusus untuk belanja dalam game dan staking. Penambahan ini bertujuan menciptakan nilai intrinsik yang lebih banyak di dalam ekosistem.
Ditambah lagi, peluncuran Atia’s Legacy yang akan datang, ekspansi bergaya MMO menjanjikan untuk mengajak kembali pemain yang lama menghilang dan menarik pemain baru. Bagi yang penasaran dengan prediksi harga AXS ke depan, perkembangan fundamental seperti ini patut dijadikan pertimbangan utama.
The Sandbox (SAND) Membangun Infrastruktur Metaverse Masa Depan
Mirip dengan AXS, harga SAND juga sedang berusaha merebut kembali kerugiannya. Para pembeli tampak optimis dengan apa yang akan datang tahun ini. Meskipun demam metaverse sudah meredup, SAND justru merangkak naik. Ini bukan hanya karena game-nya, tapi lebih karena upaya tim untuk membangun layer infrastruktur untuk metaverse terbuka.
Peluncuran SANDchain, solusi Layer 2 Ethereum seperti Arbitrum dan Base, adalah langkah besar. Di layer 2 ini, pengguna bisa bertransaksi tanpa biaya besar, membuat pembelian, penjualan, dan pembuatan aset virtual LAND menjadi lebih terjangkau.
Tapi yang mungkin lebih transformatif adalah kemitraan besar The Sandbox dengan Rosebud AI. Kolaborasi ini mengintegrasikan alat AI generatif canggih langsung ke dalam platform. Bayangkan saja, pengguna bisa membangun lingkungan dan aset 3D yang rumit hanya menggunakan perintah teks sederhana. Pemanfaatan AI ini menurunkan hambatan masuk bagi para kreator, mendemokrasikan pengembangan metaverse, dan menjanjikan ledakan konten buatan pengguna.
Maxi Doge (MAXI) – Memecoin “Giga Chad” yang Berusaha Mencuri Perhatian
Seperti AXS dan SAND, Maxi Doge ($MAXI) yang menyebut dirinya sebagai memecoin “giga chad” juga sedang mengukir ceruknya sendiri. Meski aktivitas memecoin sedang lesu, harga MAXI masih berusaha menangkap perhatian para degen, trader yang selalu memburu koin receh crypto dengan peluang besar.
Dengan membranding diri sebagai versi “dimaksimalkan” atau “giga chad” dari Dogecoin asli, MAXI mengandalkan budaya trading berisiko tinggi. Mereka menggunakan imaji Shiba Inu berotot untuk melambangkan “kekuatan dan perjuangan” di pasar bull yang agresif.

Daya tarik utamanya ada pada imbalan staking hasil tinggi yaitu sebesar +69% APY untuk mereka yang mengunci token MAXI-nya, sebuah strategi untuk mendorong penguncian pasokan.
Token deflasioner ini telah mengumpulkan lebih dari $4,5 juta atau sekitar sekitar Rp 76,3 miliar dalam presale-nya. Jika Anda tertarik untuk mempelajari cara beli Maxi Doge, token ini dapat dibeli di situs resminya atau melalui DEX seperti Uniswap.
Sebelum mengambil keputusan, selalu lakukan riset mandiri dengan mengunjungi laman presale resmi Maxi Doge untuk mendapatkan informasi terbaru dan memantau prediksi harga Maxi Doge dari komunitasnya.
Beli Maxi Doge di SiniDisclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Cryptonews. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Cryptonews tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.