Open Interest Hyperliquid Tembus Rekor Tertinggi, DeFi Perlahan Menggerus Pasar TradFi
Kami percaya pada transparansi penuh dengan pembaca kami. Beberapa konten di situs kami mengandung tautan afiliasi, dan kami mungkin menerima komisi melalui kemitraan ini. Namun, potensi kompensasi ini tidak pernah memengaruhi analisis, opini, atau ulasan kami. Semua konten editorial kami dibuat secara independen dari kemitraan pemasaran, dan penilaian kami sepenuhnya didasarkan pada kriteria evaluasi yang telah ditetapkan. Baca Selengkapnya!
Open interest Hyperliquid kembali mencuri perhatian pasar setelah menyentuh rekor sekitar $790 juta atau sekitar Rp13,2 triliun. Angka ini muncul di saat banyak pelaku pasar justru sedang lengah, seolah-olah DeFi berjalan pelan di belakang layar.
Harga Hyperliquid pun ikut trending di CoinGecko, memicu diskusi baru di komunitas trader, bukan sekadar hype sesaat, tapi lebih seperti infrastruktur yang sedang matang. Pertanyaannya sekarang, apakah Hyperliquid benar-benar sedang menyiapkan langkah menuju jajaran lima besar kripto dunia?
Open Interest Hyperliquid Naik Tajam, Ada Apa di Baliknya?
Lonjakan open interest Hyperliquid bukan sekadar angka besar tanpa cerita. Peningkatan ini banyak didorong oleh aktivitas perdagangan kontrak perpetual yang makin beragam. Bukan cuma kripto, tapi juga aset keuangan tradisional yang kini punya “rumah” di DeFi.
Volumenya meningkat drastis, terutama setelah banyak trader mulai nyaman memindahkan aktivitas dari bursa terpusat. Ada sensasi mirip awal-awal DeFi saat summer dulu, tapi dengan eksekusi yang jauh lebih rapi. Ditambah lagi, banyak aplikasi baru dibangun di atas Hyperliquid, membuat ekosistemnya terasa hidup, bukan kosong menunggu pengguna.
Nah, yang menarik adalah munculnya bot trading otomatis seperti JEST bot, serta potensi drop farming yang kembali memancing spekulan. Hype drop pertama bahkan melahirkan cerita ekstrem, beberapa orang mendadak jadi jutawan. Cerita klasik kripto, tapi skalanya kini terasa lebih besar.
HIP-3 Mengubah Peta Perpetual Trading
Framework HIP-3 yang aktif sejak Oktober 2025 menjadi titik balik penting. Skemanya memungkinkan developer meluncurkan kontrak perpetual untuk hampir semua aset, cukup dengan staking 500.000 HYPE. Sejak diluncurkan, volume perdagangan kumulatif HIP-3 sudah menembus $25 miliar atau sekitar Rp418 triliun.
Pasar terbesar datang dari aset dunia nyata. Contohnya XYZ100, indeks komposit 100 perusahaan publik terbesar, yang mencatat volume sekitar $12,7 miliar atau Rp213 triliun, dengan open interest sekitar $165 juta atau Rp2,7 triliun. Angka-angka ini menunjukkan bahwa minat bukan lagi sekadar eksperimen, tapi adopsi nyata.
DeFi Mulai Unggul dari Bursa Terpusat
Salah satu keunggulan Hyperliquid ada pada infrastruktur layer-1 khusus trading. Eksekusi sub-detik dan order book yang dalam membuat perbandingan dengan bursa terpusat jadi agak “memalukan”. Spread BTC perp di Hyperliquid sempat menyempit di sekitar $1, sementara di Binance pada waktu yang sama berada di kisaran $5,5.

Dari sisi likuiditas, kedalaman sisi jual mencapai sekitar 140 BTC, dibandingkan sekitar 80 BTC di Binance. Data internal Hyperliquid bahkan menunjukkan platform ini menguasai sekitar 51% volume global perpetual futures dan 56% open interest, melampaui Binance dan Bybit. Ini bukan lonjakan sesaat, tapi pergeseran struktur pasar.
Tak heran jika co-founder Hyperliquid, Jeff Yan, menyebut platform ini kini menjadi venue paling likuid, bukan hanya untuk kripto, tapi juga aset tradisional. Pernyataan itu terdengar berani, tapi data di lapangan mendukung.
Harga HYPE Turun, Tapi Fundamental Menguat
Di tengah pertumbuhan penggunaan, harga token HYPE justru berada di sekitar $27 atau sekitar Rp452 ribu, turun sekitar 47% dari puncaknya di $59,30. Bagi sebagian trader, ini terlihat kontradiktif. Namun, dari sisi fundamental, ceritanya berbeda.
Pendapatan protokol hampir dua kali lipat pada paruh kedua 2025, mencapai sekitar $11 juta per bulan atau sekitar Rp184 miliar. Dampaknya, rasio P/E tersirat terkompresi dari sekitar 8x menjadi di bawah 4x. Bagi investor yang terbiasa melihat valuasi, ini sinyal menarik.
Kami menilai Hyperliquid berada di persimpangan antara struktur pasar kripto, aset dunia nyata, dan trading berkecepatan tinggi. Mereka melihatnya sebagai kandidat kuat aset lima besar, bahkan salah satu hidden gem di pasar saat ini. Apakah Anda siap menghadapi volatilitasnya?
Bitcoin Hyper Muncul sebagai Presale Panas 2026
Seiring Hyperliquid mencuri sorotan, token lain ikut “nebeng momentum” yaitu Bitcoin Hyper (HYPER). Presale kripto baru ini mulai serius dilirik sebagai peluang 2026. HYPER dibangun di atas layer scaling berbasis SVM yang menempelkan smart contract cepat ke Bitcoin, tanpa mengutak-atik model keamanannya.

Perkembangannya terasa cepat. Rumor pasar tentang jadwal peluncuran BTC makin rapat, dan minat investor terlihat jelas. Presale koin micin ini sudah mengumpulkan sekitar $31 juta atau sekitar Rp519 miliar, angka yang sulit diabaikan. Harga 1 $HYPER saat ini berada di $0,013645 per tokennya.
Dengan menurunkan biaya dan meningkatkan skalabilitas, Bitcoin Hyper membuka pintu untuk aktivitas DeFi, game, hingga aset dunia nyata berbentuk token. Dua efek langsungnya yaitu kasus penggunaan dan suplai beredar lebih ketat, kombinasi yang sering disukai pasar.
Jika Anda tertarik mendalami lebih jauh, ada baiknya mulai membaca prediksi harga Bitcoin Hyper dari berbagai analis, sekaligus memahami cara beli Bitcoin Hyper dengan benar. Jangan lupa memantau akun X (Twitter) dan channel Telegram resmi proyek untuk update terbaru, serta mengunjungi laman resmi mereka agar tidak ketinggalan informasi penting.
Beli Bitcoin Hyper di SiniDisclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Cryptonews. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Cryptonews tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.