CEO Consensys Menyalahkan ‘Abuse of Power’ SEC atas Pemutusan Hubungan Kerja 20%

SEO, Editor, dan Penulis Konten
Terakhir diperbarui: 
Disclaimers: Penting untuk diingat bahwa investasi di crypto memiliki risiko tinggi. Artikel/berita ini disediakan sebagai tambahan informasi dan bukan sebagai saran investasi. Dengan membaca artikel/berita ini, Anda menyetujui syarat dan ketentuan kami.
CEO Consensys Menyalahkan ‘Abuse of Power’ SEC atas Pemutusan Hubungan Kerja 20%

CEO Consensys, Joseph Lubin, menyampaikan kekecewaannya atas sikap SEC yang dinilai agresif terhadap industri crypto dalam unggahan blog pada 29 Oktober.

Ia menegaskan bahwa tindakan SEC telah menghambat inovasi dan memperlambat pertumbuhan industri, yang berdampak signifikan pada perusahaan seperti Consensys.

Menurut Lubin, “Berbagai kasus dengan SEC, termasuk kasus kami, telah menyebabkan hilangnya banyak pekerjaan dan investasi produktif karena penyalahgunaan kekuasaan oleh SEC dan kegagalan Kongres untuk menangani masalah tersebut.”

Peningkatan suku bunga dalam beberapa tahun terakhir telah memukul banyak perusahaan, meninggalkan jejak pada neraca keuangan mereka.

Namun, dampak ini terasa lebih berat bagi perusahaan crypto seperti Consensys yang harus menghadapi beban biaya hukum besar akibat keterlibatan dalam masalah regulasi SEC.

Consensys memutuskan untuk melawan dengan menggugat SEC pada awal tahun ini, menuduh adanya regulatory overreach dan menyatakan bahwa regulator tersebut mencoba memperluas kendali atas Ethereum.

Gugatan ini mencerminkan perlawanan dari sejumlah perusahaan besar di industri crypto yang semakin berani melawan kebijakan regulator yang dianggap merugikan.

Seruan Consensys kepada Presiden AS Mendatang

Pemutusan hubungan kerja di Consensys terjadi hanya berselang beberapa hari setelah perusahaan ini menyampaikan surat terbuka kepada presiden AS mendatang.

Dalam surat tersebut, Consensys menuntut adanya kejelasan dalam regulasi crypto untuk menciptakan lingkungan bisnis yang sehat dan mencegah penipuan.

Perusahaan ini menyoroti betapa fragmentasinya regulasi crypto di AS telah menciptakan ketidakpastian dan membuka peluang bagi praktik ilegal.

Kurangnya konsistensi dalam aturan menyebabkan penegakan hukum yang tidak tepat, yang justru mengganggu kegiatan bisnis yang sah dan merugikan perusahaan yang patuh terhadap peraturan.

Consensys mendesak agar Kongres dan lembaga regulator bekerja sama untuk menghindari tindakan penegakan yang dianggap tidak tulus.

Mereka juga mengajak pemerintahan mendatang untuk fokus pada “kemajuan, akuntabilitas, dan akses yang merata” dalam sektor Web3 demi memastikan bahwa perkembangan teknologi ini dapat dinikmati oleh semua pihak.

Dalam surat itu, Consensys menegaskan pentingnya regulasi yang jelas di AS agar tetap kompetitif di pasar global. Adopsi teknologi blockchain dan cryptocurrency yang semakin pesat di Eropa dan Asia menekankan perlunya kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri ini di AS.

Pemilu AS Berpotensi Membawa Perubahan Regulasi

Pemilihan presiden yang akan digelar pada 5 November diprediksi akan membawa perubahan dalam kerangka regulasi crypto di AS.

Dukungan dari kedua kandidat terkemuka, yaitu Donald Trump dan Kamala Harris, menunjukkan adanya peluang untuk pergeseran kebijakan yang lebih mendukung industri ini.

Pergantian kepemimpinan di SEC menjadi isu besar dalam pemilu mendatang. Trump berjanji akan memberhentikan Ketua SEC, Gary Gensler, pada hari pertama jika ia kembali terpilih.

Beberapa tokoh Partai Republik juga mendorong pergantian kepemimpinan di SEC untuk mengarahkan kebijakan yang lebih berpihak pada inovasi.

Tokoh-tokoh pro-crypto dalam industri terus menyuarakan pentingnya pemimpin SEC yang berpikiran maju dan mendukung perkembangan industri.

Rep. French Hill bahkan secara khusus menyerukan perubahan kepemimpinan di SEC pada 2025 untuk mendorong regulasi yang lebih adaptif terhadap inovasi.

Walaupun crypto bukan fokus utama dalam kampanye Kamala Harris, para pendukung industri berharap ia dapat membawa perubahan positif bagi regulasi crypto.

Chris Larsen, co-founder Ripple, menyebut Harris sebagai sosok yang mendukung inovasi, dengan menekankan bahwa kebijakan ekonominya mampu mendorong dominasi perusahaan-perusahaan Amerika di panggung global.

Larsen memberikan dukungan sebesar $10 juta dalam bentuk XRP untuk kampanye Harris. Ia percaya bahwa Harris memiliki potensi untuk menciptakan lingkungan regulasi yang lebih kondusif, terutama karena kebijakan SEC sebelumnya telah memberikan dampak besar terhadap XRP milik Ripple.

Penasaran dengan potensi koin baru yang bisa memberikan keuntungan besar? Temukan beragam daftar coin baru yang siap menarik perhatian investor di seluruh dunia. Segera cek daftarnya melalui daftar coin baru dan jangan lewatkan momentum awal Anda!

Dapatkan informasi terbaru tentang perkembangan pasar crypto langsung di ponsel Anda. Bergabunglah dengan komunitas crypto kami di Crypto News Indonesia dan jangan lewatkan berita terkini serta sinyal trading eksklusif. Temukan insight yang Anda butuhkan untuk memaksimalkan peluang investasi Anda!

Tonton juga Berita Terbaru Crypto di Channel Cryptonews Indonesia

Logo

Mengapa Cryptonews Indonesia Dapat Dipercaya

100k+

Tersedia ratusan berita dalam sebulan

100+

Artikel dengan berita terbaru setiap hari

8

Bertahun-tahun di Pasar

70

Penulis Tim Internasional
editors
+ 66 Lainnya

Kripto Terbaik

Temukan token yang sedang tren yang masih dalam masa presale - pilihan tahap awal dengan potensi

Gambaran Umum Pasar

  • 7h
  • 1b
  • 1t
Kapitalisasi Pasar
$3,284,182,188,727
-3.10%
Kripto yang sedang tren

Jangan sampai ketinggalan

Prediksi Harga
Prediksi Harga DASH: Momentum Breakout Menuju ATH Baru
Alfin Fauzan
Alfin Fauzan
2026-01-19 12:55:22
Siaran Pers
Kripto Terbaik untuk Dibeli: Potensi Pertumbuhan Parabolic Bitcoin Hyper di 2026
2026-01-19 03:10:23
Crypto News in numbers
editors
Daftar Penulis + 66 Lainnya
100k+
Tersedia ratusan berita dalam sebulan
100+
Artikel dengan berita terbaru setiap hari
8
Bertahun-tahun di Pasar
70
Penulis Tim Internasional