Prediksi Harga Chainlink: Cadangan LINK di Bursa Capai Level Terendah, Berpotensi Krisis Pasokan?
Kami percaya pada transparansi penuh dengan pembaca kami. Beberapa konten di situs kami mengandung tautan afiliasi, dan kami mungkin menerima komisi melalui kemitraan ini. Namun, potensi kompensasi ini tidak pernah memengaruhi analisis, opini, atau ulasan kami. Semua konten editorial kami dibuat secara independen dari kemitraan pemasaran, dan penilaian kami sepenuhnya didasarkan pada kriteria evaluasi yang telah ditetapkan. Baca Selengkapnya!

Chainlink (LINK) masih menghadapi beberapa tantangan pasca-crash pada 10 Oktober 2025 lalu. Sejak saat itu harga LINK mengalami penurunan signifikan dari $22 menjadi sekitar $17 dan pergerakannya masih terbilang stagnan.
Kendati demikian, ada sejumlah tanda yang menunjukkan bahwa masa depan LINK masih cerah. Cadangan LINK di bursa mencapai level terendah, yang menunjukkan koin-koin mungkin disimpan untuk jangka panjang oleh para pemegang. Hal ini membuat prediksi harga Chainlink kembali bullish untuk akhir tahun ini hingga 2026 mendatang.
Pasokan Chainlink di Bursa Merosot, Apakah Tanda Kenaikan?
Salah satu indikator yang mencuri perhatian dalam beberapa minggu terakhir adalah penurunan tajam pasokan Chainlink di bursa. Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa cadangan LINK di bursa telah mencapai level terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Kendati pada awalnya tampak buruk, hal ini justru bisa menjadi indikator bullish karena biasanya koin yang ditarik dari bursa menandakan para investor memilih menyimpannya di dompet dingin atau menguncinya dalam staking.

Fenomena ini kerap terjadi ketika para paus atau investor besar melakukan akumulasi, mengumpulkan LINK untuk jangka panjang. Dengan harga yang stagnan di sekitar $17, banyak yang memperkirakan para pemain besar di pasar justru sedang diam-diam membeli lebih banyak LINK, berharap keuntungan tinggi di masa depan.
Data netflow CryptoQuant juga menunjukkan pola serupa: lebih banyak LINK keluar dari bursa dibandingkan dengan yang masuk. Hal ini umumnya menandakan bahwa permintaan terhadap LINK terus ada, meskipun pasar dalam periode konsolidasi.
Penurunan pasokan ini dapat berimbas pada penurunan tekanan jual, memberi ruang bagi LINK untuk kembali mengalami reli harga di masa depan. Mengingat pergerakan harga Chainlink yang masih terjebak di level yang sama, pengurangan tekanan jual dapat menjadi pemicu bagi kenaikan harga signifikan apabila permintaan tetap tinggi.
Prediksi Harga Chainlink: Apakah LINK Bisa Mencapai $30 Pada 2026?
Mendekati akhir tahun 2026 dan awal tahun 2026, Chainlink terlihat semakin menarik perhatian para investor. Menurut analisis teknikal, LINK tetap bertahan di atas rata-rata pergerakan utama meskipun mengalami penurunan pada Oktober lalu, yang menandakan bahwa ada akumulasi cukup kuat di belakangnya.
Apabila LINK berhasil bertahan di atas level dukungan utama yang kini berada di sekitar $17, dorongan menuju $19 atau bahkan $20 bukanlah hal yang mustahil.

Selain itu, indikator RSI (Relative Strength Index) LINK yang saat ini berada di sekitar angka 43 menunjukkan masih ada ruang untuk pertumbuhan lebih lanjut. Artinya, apabila LINK mampu memantul dari area dukungan tersebut, kita bisa melihat pergerakan harga yang lebih tinggi, mungkin menuju resistensi $20.
Jika LINK berhasil menembus level $25, prediksi harga Chainlink akan semakin bullish, karena penembusan itu berpotensi memulai reli menuju $30 pada akhir 2026.
Salah satu faktor yang dapat memengaruhi harga Chainlink dalam jangka panjang adalah staking. Sebagai salah satu jaringan oracle terkemuka yang menghubungkan kontrak pintar dengan data dunia nyata, Chainlink memiliki potensi besar dalam ekosistem DeFi.
Semakin banyak proyek yang mengintegrasikan Chainlink dalam dApps mereka akan menjadi katalisator bagi kenaikan permintaan terhadap LINK.
Selain itu, staking Chainlink juga memberikan peluang bagi investor untuk mengunci koin mereka dan memperoleh imbal hasil secara pasif. Dengan pasokan LINK yang terbatas, peningkatan jumlah staking dapat membuat pasokan yang beredar semakin menipis, memberikan tekanan naik lebih lanjut pada harga.
Paus Kripto Juga Mengakumulasi Maxi Doge
Sementara Chainlink sedang mempersiapkan potensi lonjakan harga yang signifikan, pasar mata uang kripto juga tengah dihiasi dengan fenomena koin meme yang kembali menarik perhatian banyak trader.
Salah satu yang sedang mendapatkan sorotan adalah Maxi Doge, sebuah proyek meme coin yang mencatatkan kesuksesan dalam presalenya dengan mengumpulkan lebih dari $3,8 juta atau setara dengan Rp63 miliar (kurs 1 USD = Rp16.647). Maxi Doge hadir dengan konsep ‘Doge Gym Bro’ dan menawarkan imbalan staking mencapai 80% APY bagi para pemegang token.
Salah satu alasan yang membuat Maxi Doge begitu menarik perhatian adalah perpaduan antara elemen viral meme dengan potensi penghasilan yang lebih nyata.
Di tengah tren meme crypto yang sedang bangkit, beberapa paus bahkan beralih dari mata uang kripto mapan ke sektor ini, mencari keuntungan besar meski dengan risiko lebih tinggi. Maxi Doge yang sedang memiliki momentum, bisa menjadi salah satu proyek terbaik dalam bull run berikutnya.
Dengan semangatnya untuk menjadi lebih baik dari Dogecoin, MAXI menawarkan beberapa keunggulan dibanding saudara jauhnya itu. Selain staking yang memberi imbal hasil tinggi kepada pemegang, proyek ini juga akan menggelar kompetisi trading mingguan berhadiah bagi anggota komunitas.
Maxi Doge juga berencana mengintegrasikan token $MAXI dengan sejumlah platform perdagangan berjangka. Apabila rencana tersebut direalisasikan, token $MAXI akan dapat diperdagangkan dengan leverage di masa depan.
Prediksi Bullish Maxi Doge
Pasokan Chainlink yang semakin menurun di bursa dapat menjadi salah satu katalisator bagi pertumbuhan harga berikutnya. Sementara itu, Maxi Doge juga dinilai oleh banyak analis berpotensi menjadi crypto yang akan naik cepat.
Dari total pasokan 150 miliar $MAXI, tim pengembang mengalokasikan 40% dari total pasokan tersebut untuk upaya pemasaran. Selain itu, terdapat 25% lainnya yang akan digunakan untuk MAXI Fund, dana yang dicadangkan untuk kemitraan dan hadiah komunitas.

Dua struktur tokenomik tersebut sudah cukup untuk menjadi bukti bahwa Maxi Doge sudah sangat siap untuk mendapatkan visibilitas lebih tinggi seiring berjalannya waktu. Dengan visibilitas lebih baik, tingkat adopsi $MAXI akan meningkat, yang pada akhirnya akan mendorong harga $MAXI.
Prediksi harga Maxi Doge menurut analisis kami adalah token $MAXI akan dapat mencapai harga tertinggi $0,00035 pada akhir tahun. Dengan meningkatnya permintaan karena upaya pemasaran yang masif, token ini akan dapat diperdagangkan di $0,00042 pada tahun 2026 mendatang.
Harga token $MAXI pada periode presale saat ini adalah $0,0002655. Artinya, ada potensi keuntungan sekitar 31% dalam jangka waktu beberapa bulan saja. Apabila pemegang $MAXI sabar dan terus aktif di lingkungan komunitas, keuntungan bisa mencapai 58% bahkan lebih setahun kemudian.
Dapatkan token $MAXI sekarang juga selagi masih ditawarkan dengan harga diskon. Kunjungi artikel kami tentang cara beli Maxi Doge yang akan memandu Anda membeli token $MAXI melalui situs web resminya.
Beli Maxi Doge di SiniDisclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Cryptonews. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Cryptonews tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.