Bitcoin Jatuh di Bawah $90K, 4 Altcoin dan Koin Meme Presale Kripto Ini Dibidik 100x Jelang Akhir 2025
Kami percaya pada transparansi penuh dengan pembaca kami. Beberapa konten di situs kami mengandung tautan afiliasi, dan kami mungkin menerima komisi melalui kemitraan ini. Namun, potensi kompensasi ini tidak pernah memengaruhi analisis, opini, atau ulasan kami. Semua konten editorial kami dibuat secara independen dari kemitraan pemasaran, dan penilaian kami sepenuhnya didasarkan pada kriteria evaluasi yang telah ditetapkan. Baca Selengkapnya!

Pasar crypto kembali bergejolak setelah Bitcoin merosot di bawah $90.000, memicu kekhawatiran baru tentang arah market menjelang akhir 2025. Likuidasi besar, outflow ETF, dan ketidakpastian Federal Reserve membuat sentimen investor masuk zona Extreme Fear, sementara altcoin utama ikut tertekan.
Di tengah tekanan ini, sebagian investor justru melihat peluang. Narasi baru mulai muncul pada aset berisiko tinggi seperti Dogecoin menjelang ETF dan tiga presale kripto — Bitcoin Hyper, Maxi Doge, dan Pepenode — yang dinilai menawarkan entry point murah dengan potensi kenaikan agresif saat market pulih.
Panic Warning di Pasar Crypto: Bitcoin Jadi Sinyal Awal untuk Risk Asset dan Crypto Terbaik untuk Investasi
Pasar crypto masuk ke fase panik lagi. Bitcoin baru saja menyentuh level terendah tujuh bulan di sekitar $86.681 atau kira-kira Rp1.449.653.044 (dengan kurs 1 dolar Amerika Serikat sama dengan Rp16.724 per 21 November 2025) ketika likuidasi senilai $250 juta menyapu posisi leverage di seluruh market. Pergerakan tajam ini datang bersamaan dengan pelemahan indeks saham utama AS, sehingga banyak analis kembali melihat Bitcoin sebagai sinyal awal untuk koreksi besar di aset berisiko.
| Nama Koin | Bitcoin (BTC) |
|---|---|
| Bitcoin Harga | $89,753.15 |
| Bitcoin ATH | $126,173.18 (October 6, 2025) |
| Bitcoin Perubahan Harga dalam 24 Jam | ▲ 0.7800% |
| Bitcoin Perubahan Harga dalam 7 Hari | ▲ 2.46% |
| Bitcoin Kapitalisasi Pasar | $1.79T |
| Sirkulasi Pasokan | 19.97M |
Total kapitalisasi pasar crypto turun 2 persen dalam 24 jam menjadi sekitar $3,08 triliun, setara kurang lebih Rp51.537.920.000.000.000, dengan aktivitas trading tinggi tetapi mulai memudar di kisaran $202 miliar.

Sentimen diukur lewat Bitcoin Fear and Greed Index sudah masuk zona Extreme Fear. Investor ritel mulai bertanya apakah ini awal dari siklus turun baru, atau justru fase “diskon besar” untuk mengoleksi crypto terbaik untuk investasi jangka panjang.
Bitcoin Sebagai Sinyal Awal: Dari Likuidasi Besar ke Extreme Fear
Bitcoin Sentuh $86.681, Struktur Pasar Melemah
Bitcoin mengalami tekanan di hampir semua timeframe. Harga turun 2,5 persen secara harian dan sekitar 12,7 persen sepanjang pekan. Level support kunci yang selama berbulan-bulan dipantau trader akhirnya jebol, membuka ruang turun ke zona yang sebelumnya hanya dianggap sebagai skenario terburuk.
Harga terendah tujuh bulan tercatat di sekitar $86.681 (sekitar Rp1.449.653.044). Level ini muncul setelah gelombang likuidasi leverage senilai lebih dari $250 juta yang dipicu oleh kombinasi sentimen makro yang rapuh dan likuiditas on-chain yang menipis.
Struktur pasar yang sempat tampak kuat setelah reli besar Oktober kembali retak. Analis dari Swissblock menyebut Bitcoin sudah mendekati “cycle-level exhaustion” di sekitar area $90.000. Mereka menilai pemulihan yang benar-benar meyakinkan baru akan terlihat jika harga mampu merebut kembali zona $97.000–$98.500, area yang juga berdekatan dengan cost basis holder jangka pendek di kisaran $95.000–$97.000.
Ethereum dan XRP Ikut Tergelincir, Tekanan Menyebar ke Altcoin
Tekanan jual tidak berhenti di Bitcoin. Ethereum mengikuti pola serupa dengan penurunan sekitar 14 persen dalam sepekan. XRP mencatat performa lebih buruk lagi dengan penurunan lebih dari 17 persen dalam tujuh hari.
Kapitalisasi pasar yang besar tidak lagi menjadi perlindungan otomatis. Crypto besar tetap rentan ketika:
- Likuiditas menyusut
- Posisi leverage menumpuk sejak reli Oktober
- Pelaku pasar merespons sinyal hawkish dari Federal Reserve
Altcoin lain ikut terseret. Banyak portofolio ritel mengalami floating loss yang signifikan, meskipun sebagian investor berpengalaman justru melihat fase seperti ini sebagai titik awal “akumulasi diam-diam” pada altcoin dan koin meme yang dinilai masih undervalued.
ETF Bitcoin, Likuiditas, dan Sinyal dari Federal Reserve
ETF Bitcoin Alami Outflow, Outflow November Hampir $3 Miliar
Di sisi institusional, gambaran tidak kalah tegang. ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat memang sempat menghentikan rangkaian outflow lima hari dengan mencatatkan inflow sekitar $75,4 juta (sekitar Rp1.260.989.600.000) pada Rabu. Produk milik BlackRock, IBIT, memimpin pemulihan mini ini dengan arus masuk $60,6 juta (sekitar Rp1.013.474.400.000).
Grayscale Bitcoin Mini Trust juga mencatatkan arus masuk positif. Meskipun begitu, perbaikan ini masih jauh dari cukup untuk menutup kerugian hari sebelumnya, saat IBIT saja kehilangan lebih dari $500 juta (sekitar Rp8.362.000.000.000).
Data CoinShares menunjukkan produk exchange-traded crypto secara keseluruhan mengalami outflow sekitar $2 miliar (sekitar Rp33.448.000.000.000) hanya dalam satu pekan, hampir seluruhnya berasal dari produk berbasis AS. Total ETF spot Bitcoin di AS telah kehilangan hampir $3 miliar di bulan November, menempatkan periode ini sebagai salah satu bulan terlemah sejak produk tersebut diluncurkan.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa meskipun narasi institusi “masuk besar-besaran” ke Bitcoin tetap hidup, arus dana tetap sangat sensitif terhadap suku bunga dan ketidakpastian makro.
Federal Reserve, Shutdown Pemerintah, dan Ketidakpastian Desember
Pasar kini menunggu rapat Federal Reserve bulan Desember dengan tingkat ketidakpastian yang jarang terjadi. Shutdown pemerintah Amerika Serikat sempat menunda rilis beberapa data tenaga kerja kunci, sehingga bank sentral kini harus mengambil keputusan dengan landasan data yang tidak sepenuhnya lengkap.
Ekspektasi pemotongan suku bunga untuk bulan depan sudah turun ke sekitar 41,8 persen. Risalah rapat The Fed bulan Oktober memperlihatkan komite yang terbelah, di mana sebagian fokus pada inflasi 3 persen yang enggan turun, sementara yang lain khawatir pemangkasan terlalu dini justru memanaskan pasar lagi.
Likuiditas yang terbatas berulang kali muncul sebagai tema utama. Analis CryptoQuant menyoroti bahwa kondisi serupa pernah memicu penurunan tajam Bitcoin pada November sebelumnya. Likuiditas yang tidak kembali sepenuhnya setelah cascade likuidasi lebih dari $19 miliar di posisi leverage meninggalkan pasar dalam keadaan labil, sehingga penjualan dalam skala sedang saja mampu mendorong harga turun tajam.
Saham AS Berbalik Turun, Emas Tahan Kenaikan
Sesi saham Amerika Serikat pada Kamis menunjukkan betapa rapuhnya kepercayaan pasar. Indeks Nasdaq sempat menguat hampir 2,5 persen setelah laporan laba Nvidia yang sangat kuat, namun kemudian berbalik dan ditutup di zona merah. S&P 500 juga berakhir turun tipis.
Investor memindahkan fokus ke laporan tenaga kerja September yang menunjukkan 119.000 pekerjaan baru, lebih dari dua kali lipat ekspektasi. Data ini kembali membuka perdebatan mengenai apakah The Fed masih perlu menahan suku bunga lebih lama.
Di sisi lain, emas bertahan dekat $4.084 per ounce, setara kurang lebih Rp68.300.816. Daya tahan harga emas mengirimkan pesan bahwa sebagian pelaku pasar kembali mencari perlindungan di aset safe haven tradisional, sementara mereka masih menimbang apakah crypto tetap pantas dianggap sebagai lindung nilai jangka panjang.
Whales Lama Jual Besar-Besaran: Struktur Pasar Bitcoin Semakin Rapuh
OG Wallet Bongkar Posisi Miliar Dolar
Gelombang jual terbaru Bitcoin juga diperkuat oleh aksi besar dari dompet “OG”. Beberapa holder awal mulai memindahkan dan melepas kepemilikan mereka dalam skala miliaran dolar ke bursa.
Salah satu alamat bernama BitcoinOG (1011short) mengirim sekitar 13.000 BTC senilai kurang lebih $1,48 miliar (sekitar Rp24.751.520.000.000) ke bursa Kraken sejak 1 Oktober. Di waktu yang hampir sama, early adopter lain bernama Owen Gunden mentransfer 3.265 BTC senilai $364,5 juta (sekitar Rp6.095.898.000.000) ke Kraken sejak 21 Oktober.
Gunden kemudian mengirim sisa 2.499 BTC, senilai sekitar $228 juta (sekitar Rp3.813.072.000.000), ke Kraken pada Kamis. Totalnya, dompet ini sudah menjual sekitar 11.000 BTC senilai kurang lebih $1,3 miliar (sekitar Rp21.741.200.000.000) dan mengosongkan kepemilikan Bitcoin sepenuhnya.
Aksi jual dalam skala seperti ini jelas memicu tekanan tambahan pada order book yang sudah tipis. Liquidity gap yang tercipta setelah cascade likuidasi November lalu belum sepenuhnya tertutup, sehingga pasar berada dalam posisi sangat sensitif terhadap order jual besar.
Kelemahan Crypto Sering Mendahului Koreksi Saham
Pola yang sama berulang lagi. Sepanjang 2024 dan 2025, beberapa koreksi besar di pasar saham global sering kali didahului oleh pelemahan Bitcoin dan altcoin.
Kondisi suku bunga yang belum jelas, kekhawatiran inflasi, dan pengetatan likuiditas menciptakan lingkungan di mana berbagai kelas aset bereaksi terhadap pemicu yang sama. Crypto sering kali bergerak lebih dulu dan lebih volatil, sehingga tampak seperti indikator awal untuk risk asset lain.
Investor yang memperhatikan siklus ini mulai memikirkan dua skenario:
- Skenario negatif di mana crypto sekadar “korban pertama” dari normalisasi likuiditas global.
- Skenario positif di mana crash saat ini justru menjadi fase redistribusi, sebelum modal baru beralih dari saham ke aset digital yang sudah terkoreksi dalam.
Dalam konteks tersebut, altcoin dan koin meme presale kripto dengan narasi kuat kembali naik ke radar sebagai salah satu cara agresif memanfaatkan gejolak ini.
Dogecoin Menjelang ETF: Koin Meme yang Tetap Punya Narasi
Dogecoin (DOGE): Koin Meme Senior, Harga Turun tetapi Narasi ETF Menguat
Dogecoin masih menjadi salah satu koin meme paling besar di pasar. Data terbaru menunjukkan DOGE berada di peringkat 9 dengan harga sekitar $0,1485 (sekitar Rp2.484) dan turun sekitar 10,02 persen dalam tujuh hari. Kapitalisasi pasar menyusut ke kisaran $22,55 miliar atau kurang lebih Rp377.679.620.000.000, turun sekitar 5,56 persen.
| Nama Koin | Dogecoin (DOGE) |
|---|---|
| Dogecoin Harga | $0.14 |
| Dogecoin ATH | $0.75 (May 8, 2021) |
| Dogecoin Perubahan Harga dalam 24 Jam | ▲ 9.4000% |
| Dogecoin Perubahan Harga dalam 7 Hari | ▲ 15.04% |
| Dogecoin Kapitalisasi Pasar | $20.94B |
| Sirkulasi Pasokan | 148.31B |
Volume perdagangan 24 jam justru naik 9,24 persen ke sekitar $2,51 miliar (sekitar Rp41.995.240.000.000) dengan rasio volume terhadap market cap sekitar 11,06 persen. Angka ini menegaskan bahwa meskipun harga turun, aktivitas spekulatif dan rotasi posisi masih sangat hidup.
Menariknya, di tengah tekanan harga mingguan, berita terbaru justru memperlihatkan lonjakan optimisme jangka pendek. Pada saat artikel referensi ditulis, Dogecoin diperdagangkan sekitar $0,1586 (sekitar Rp2.652) dan naik 2 persen dalam 24 jam. Pergerakan ini muncul setelah kabar bahwa ETF spot Dogecoin berpotensi segera meluncur di Amerika Serikat.
ETF Dogecoin: Dari Grayscale ke Bitwise
Serangkaian pengajuan regulasi dan pembaruan dari penerbit ETF besar membuat pasar percaya bahwa ETF spot Dogecoin hanya berjarak beberapa hari dari tanggal peluncuran. Grayscale memberikan sinyal terkuat setelah memperbarui pengajuan ETF Dogecoin dan memulai hitungan mundur 20 hari sesuai aturan fast-track SEC.
Aturan baru ini memungkinkan ETF crypto tertentu untuk listing tanpa proses persetujuan yang sepanjang siklus sebelumnya sangat panjang dan restriktif. Jika tidak ada keberatan dari SEC, akhir dari jendela 20 hari itu menjadi tanggal efektif ETF. Berdasarkan waktu pengajuan, ETF Dogecoin pertama diperkirakan bisa tayang sekitar Senin, 24 November.
Analis ETF senior Bloomberg, Eric Balchunas, memperkuat ekspektasi ini dengan menyatakan bahwa berdasarkan “20-day clock” Grayscale berpotensi merilis ETF Dogecoin pertama di sekitar 24 November. Di saat yang sama, Bitwise juga mengajukan amandemen produk DOGE, yang berarti ETF kedua dapat menyusul sepekan setelahnya.
Solana ETF yang baru saja diluncurkan menjadi bukti bahwa jalur baru SEC ini berjalan. VanEck berhasil merilis ETF Solana dengan insentif staking dan penghapusan biaya sementara untuk menarik aliran dana awal. Fidelity juga meluncurkan FSOL dengan inflow sekitar $2,07 juta di hari pertama. Keberhasilan ini memperlihatkan bahwa kerangka yang sama berfungsi dengan baik, dan Dogecoin berada tepat di antrean berikutnya.
Narasi ini membuat DOGE kembali relevan sebagai koin meme kategori blue-chip. Namun, banyak investor ritel yang mengejar cryptocurrency terbaru dengan potensi 1000x mulai melirik koin meme presale kripto generasi baru yang menawarkan entry price jauh lebih murah.
Dari Panic Warning ke Peluang: Rekomendasi Cryptocurrency Terbaru di Tengah Crash
Tekanan pasar yang kuat sering kali memaksa investor untuk memilih: cut loss, bertahan pasif, atau berputar ke aset dengan risk-reward yang lebih asimetris. Crash Bitcoin di bawah $90K, inflasi yang masih membandel, dan outflow ETF miliaran dolar membuat banyak portofolio lama tampak kurang menarik.
Sebagian investor mulai memindahkan fokus ke kombinasi antara:
- Altcoin besar dengan narasi kuat seperti Dogecoin menjelang ETF.
- Koin meme dan ICO cryptocurrency di fase presale kripto yang masih memberikan diskon besar sebelum listing.
Presale crypto seperti Bitcoin Hyper, Maxi Doge, dan Pepenode berada tepat di persimpangan ini: memanfaatkan narasi besar (Bitcoin Layer 2, degenerate leverage culture, dan mine-to-earn virtual) dengan harga yang masih sangat rendah dibandingkan potensi valuasi pasca listing.
3 Presale Crypto Potensi 1000x: Bitcoin Hyper, Maxi Doge, dan Pepenode
Porsi terbesar artikel ini menyoroti bagaimana crash Bitcoin bisa menjadi pintu masuk menuju tiga presale kripto yang saat ini mencuri perhatian: Bitcoin Hyper, Maxi Doge, dan Pepenode. Ketiganya menggabungkan elemen koin meme, infrastruktur, dan gamefi dengan mekanisme staking agresif yang dirancang untuk menarik early backers.
Sekitar 60 persen pembahasan sudah mengupas kondisi makro, Bitcoin, Ethereum, XRP, hingga Dogecoin. Sisanya akan fokus membedah tiga proyek presale crypto ini secara lebih detail dari sisi utilitas, tokenomics, roadmap, fitur, staking, dan cara beli.
Bitcoin Hyper: Layer 2 Bitcoin Cepat dengan Narasi Crypto Terbaik untuk Investasi di Siklus Berikutnya
Presale Kripto Bitcoin Hyper dan Narasi Layer 2
Bitcoin Hyper memposisikan diri sebagai “the fastest Bitcoin Layer 2 chain” yang akhirnya membawa skalabilitas dan kecepatan ke ekosistem Bitcoin. Proyek ini ingin mengubah cara orang memakai BTC: bukan lagi sekadar simpanan nilai, tetapi juga bahan bakar untuk pembayaran, koin meme, dan dApps.

Website resminya menegaskan klaim bahwa 2025 akan dikenang sebagai tahun ketika BTC Hyper mengubah segalanya. Jaringan ini memanfaatkan Solana Virtual Machine (SVM) untuk memberikan throughput tinggi sambil tetap mempertahankan keamanan Bitcoin melalui skema rollup dan komitmen state ke Layer 1.
Presale crypto Bitcoin Hyper saat ini sudah mengumpulkan sekitar $28.209.149,54 atau kurang lebih Rp471.769.816.907 dari target $28.562.814,81 (sekitar Rp477.684.514.882). Harga token berada di $0,013305 atau sekitar Rp223 per 1 $HYPER. Angka ini menggambarkan betapa besarnya minat early backers di tengah market yang sedang takut.
Countdown di situs resmi menunjukkan sisa waktu sekitar 16 jam sebelum kenaikan harga berikutnya, memberi tekanan waktu alami bagi investor yang tidak ingin ketinggalan entry point paling murah.
Cara Kerja Bitcoin Hyper: Bridge, SVM, Rollup, dan Settlement ke Layer 1
Arsitektur Bitcoin Hyper dirancang sebagai rollup berperforma tinggi di atas Bitcoin:
- Pengguna mengirim BTC ke alamat Bitcoin khusus yang diawasi oleh Canonical Bridge.
- Bitcoin Relay Program (smart contract SVM) memverifikasi header blok dan bukti transaksi Bitcoin.
- Setelah verifikasi sukses, jumlah BTC yang setara dicetak di Layer 2 Bitcoin Hyper.
- Pengguna dapat mengirim, menerima, dan berinteraksi dengan BTC di Layer 2 dengan finalitas hampir instan, termasuk untuk staking dan DeFi.
- Transaksi di Layer 2 dibatch dan dikompresi, lalu diamankan dengan zero-knowledge proof.
- State Layer 2 secara berkala dikomit kembali ke Bitcoin Layer 1, menjaga keamanan sekelas Bitcoin.
- Pengguna yang ingin kembali ke Layer 1 cukup mengajukan penarikan; setelah bukti tervalidasi, BTC asli dilepas kembali ke alamat Bitcoin mereka.

Layer 2 frameworks yang disebutkan sebagai pembanding mencakup Validium, Lightning Network, Optimistic Rollups, ZK-Rollups, dan sidechain seperti Rootstock. Bitcoin Hyper berambisi menjadi opsi yang menggabungkan kecepatan, biaya rendah, dan ekosistem developer yang familiar.
Staking Bitcoin Hyper: 41 Persen per Tahun dan Total Staked di Atas 1,28 Miliar HYPER
Fitur staking menjadi salah satu daya tarik utama Bitcoin Hyper sebagai cryptocurrency terbaru di kategori Layer 2. Total staked saat ini tercatat sekitar 1.282.545.216 $HYPER, dengan estimasi imbal hasil sekitar 41 persen per tahun.
Distribusi reward berjalan di jaringan Ethereum pada tingkat sekitar 199,77 $HYPER per blok ETH dan akan berlangsung selama dua tahun. Investor dapat mengunci token untuk mendapatkan porsi dari pool tersebut, sementara reward bisa diklaim setelah fitur claim resmi aktif.
Program staking ini tidak hanya menawarkan yield, tetapi juga memberi sinyal bahwa tim ingin mendorong komitmen jangka menengah dari komunitas, bukan sekadar spekulasi jangka pendek.
Tokenomics dan Roadmap Bitcoin Hyper
Tokenomics Bitcoin Hyper mengalokasikan:
- 25 persen untuk Treasury dan pengembangan bisnis komunitas.
- 20 persen untuk marketing global, termasuk paid dan organic media di Tier 1 geos.
- 15 persen untuk rewards komunitas seperti staking dan promo.
- 10 persen untuk biaya listing exchange.
- 30 persen untuk development teknologi rollup dan ekosistem.
Roadmap menekankan beberapa area riset utama:
- Developer workflow design yang dibuat sesederhana mungkin agar builder merasa familiar.
- Rollup sequencing models untuk memastikan urutan transaksi efisien dan adil.
- Execution layer research yang memanfaatkan SVM demi throughput tinggi.
- Observability, indexing, dan infrastructure services seperti RPC, node software, dan monitoring.
Fokus ini menunjukkan bahwa Bitcoin Hyper tidak sekadar mengejar hype koin meme, tetapi benar-benar ingin mengisi kekosongan infrastruktur di ekosistem Bitcoin.
Cara Beli Bitcoin Hyper di Presale Crypto Resmi
Investor yang ingin ikut presale kripto Bitcoin Hyper dapat mengikuti langkah sederhana:
- Mendapatkan crypto (seperti ETH, BNB, atau SOL) dari exchange favorit. Jika belum punya wallet, opsi seperti Best Wallet atau MetaMask dapat dipertimbangkan.
- Mengunjungi situs resmi Bitcoin Hyper dan menekan tombol Buy atau Connect Wallet.
- Memilih jumlah $HYPER yang ingin dibeli, lalu mengonfirmasi transaksi di wallet. Opsi Buy and Stake memungkinkan pembelian dan staking dalam satu langkah.
- Untuk pembayaran kartu, pengguna dapat menghubungkan wallet mobile atau ekstensi browser dan memilih metode Buy With Card.

Setelah presale berakhir dan token generation selesai, holder bisa melakukan klaim $HYPER di chain yang sesuai: pembeli via Solana akan klaim di Solana, sedangkan pembeli via ETH, BNB, dan kartu akan klaim di Ethereum. Jembatan akan disediakan untuk memindahkan aset antara Solana, Ethereum, dan BTC Hyper.
Beli Bitcoin Hyper di SiniRingkasan Cepat Bitcoin Hyper
- Layer 2 Bitcoin berkecepatan tinggi berbasis SVM.
- Fokus pada pembayaran, dApps, dan koin micin di atas BTC.
- Presale hampir menyentuh target lebih dari $28 juta (ratusan miliar rupiah).
- Staking menawarkan estimasi 41 persen per tahun dengan distribusi dua tahun.
- Tokenomics jelas dan roadmap berfokus pada riset rollup dan infrastruktur.
| Aspek | Detail Bitcoin Hyper |
| Harga Presale | $0,013305 (sekitar Rp223 per 1 $HYPER) |
| Dana Terkumpul | $28.209.149,54 (sekitar Rp471,77 miliar) |
| Target Presale | $28.562.814,81 (sekitar Rp477,68 miliar) |
| Total Staked | 1.282.545.216 $HYPER |
| Estimasi Staking Reward | Sekitar 41 persen per tahun selama dua tahun |
| Fungsi Token | Biaya transaksi, staking, governance, dan bahan bakar ekosistem Bitcoin Hyper L2 |
Presale kripto ini menarik perhatian sebagai salah satu kandidat crypto terbaik untuk investasi agresif di kategori Layer 2 Bitcoin.
Ingin masuk lebih awal sebelum hype Bitcoin Hyper makin besar? Baca panduan lengkap Cara Beli Bitcoin Hyper agar Anda tidak salah langkah saat ikut presale. Panduan ini menjelaskan proses pembelian dari awal hingga konfirmasi transaksi. Akses artikelnya dan pastikan Anda tidak kehilangan momentum.
Banyak investor mulai mempertimbangkan potensi jangka panjang $HYPER. Artikel Prediksi Harga Bitcoin Hyper membahas skenario kenaikan di 2025 hingga 2030 berdasarkan data presale dan adopsi Layer-2. Baca sekarang agar Anda memahami potensi pertumbuhan jangka panjang yang sedang dibicarakan pasar. Klik artikelnya sebelum terlambat.
Jika Anda masih ragu pada keamanan proyek, artikel Apakah Bitcoin Hyper Legit atau Scam menyajikan analisis objektif tentang tokenomics, audit, dan roadmap proyek. Penjelasan lengkapnya membantu Anda menilai tingkat risiko sebelum ikut presale. Baca ulasannya agar Anda bisa mengambil keputusan dengan lebih matang.
Beli Bitcoin Hyper di SiniMaxi Doge: Koin Meme Leverage untuk Trader Ekstrem yang Mencari Cryptocurrency Potensi 1000x
Narasi Maxi Doge: Koin Meme, Leverage, dan Budaya Degen
Maxi Doge mengambil posisi unik di dunia koin meme. Branding resminya menggambarkan karakter seekor anjing yang hidup di mode 1000x leverage, minum minuman energi tanpa henti, dan mengejar pump ekstrem tanpa rencana exit. Proyek ini tidak berusaha tampil terlalu serius; justru memeluk budaya degen penuh risiko yang sudah lama hidup di kalangan trader crypto.

Slogan seperti “Maxi Doge trades on 1000x leverage, no stop loss” dan “Feel the $MAXI pump” menegaskan bahwa token ini ingin menjadi simbol ekstremitas risiko, bukan sekadar variasi lain dari Doge. Meskipun demikian, fondasi teknis dan fitur staking yang ditawarkan tetap terstruktur dengan sistem tokenomics dan roadmap yang jelas.
Harga presale saat ini berada di sekitar $0,000269 atau kurang lebih Rp4,50 per 1 $MAXI. Dana yang sudah terkumpul mencapai sekitar $4.155.970,71 atau kurang lebih Rp69.504.454.154 dari target $4.402.476,03 (sekitar Rp73.627.009.126). Posisi ini menempatkan Maxi Doge di fase menarik, di mana upside teoritis masih besar sementara risiko penutupan presale semakin dekat.
Staking Maxi Doge: APY 74 Persen dan Reward per Blok
Fitur staking menjadi salah satu magnet utama Maxi Doge sebagai koin meme yang tidak hanya menawarkan narasi, tetapi juga cashflow on-chain. Data di dashboard menunjukkan:
- Total staked sekitar 10.154.693.528 $MAXI.
- Estimasi reward sekitar 74 persen per tahun.
- Reward berjalan sekitar 2.858,44 $MAXI per blok ETH.
Reward rate bersifat dinamis dan dibagi lagi ke dalam estimasi bulanan dan harian. Mekanisme staking ini ditenagai oleh Web3Payments dan dirancang untuk mengunci supply dalam smart contract, sehingga tekanan jual jangka pendek berkurang sambil memberikan insentif bagi holder untuk bertahan.
Tokenomics Maxi Doge: Fund, Marketing, Dev, Likuiditas, dan Staking
Tokenomics Maxi Doge dirancang selaras dengan gaya komunikasinya yang ekstrem tetapi tetap terukur:
- 25 persen dialokasikan ke Maxi Fund untuk eksposur proyek maksimum dan “optimal pump dynamics”.
- 40 persen untuk marketing, termasuk KOL tier atas, PR, dan paid ads di berbagai titik temu trader degen.
- 15 persen untuk tim pengembang yang bekerja penuh waktu membangun ekosistem dan integrasi.
- 15 persen untuk likuiditas DEX yang dikunci agar trader bisa “ape” dengan rasa aman.
- 5 persen untuk pool staking dengan APY dinamis.

Narasi resminya menggambarkan dev yang “ngoding semalaman dengan Red Bull”, memperkuat karakter bahwa proyek ini serius di eksekusi teknis tetapi tetap menjaga citra koin meme yang ringan.
Roadmap Maxi Doge: Dari “Wake Up” ke Listing dan Futures
Roadmap ditulis dengan gaya storytelling, namun tetap memberi gambaran jelas tentang tahapan perkembangan:
- Stage 1 “Wake Up”: trade leverage pertama, pembangunan website, smart contract audit, dan persiapan awal presale.
- Stage 2 “Lunch & Gym”: peluncuran presale, setup akun sosial (Twitter, Telegram, Discord), dan kampanye iklan global.
- Stage 3 “PM Discord Ops”: aktivasi komunitas, negosiasi dengan KOL, dan penguatan narasi di kalangan trader degen.
- Stage 4 “Evening”: penutupan presale dengan volume maksimum, persiapan listing di DEX dan CEX, serta eksplorasi kemitraan futures.
Cerita ini ditujukan untuk membangun koneksi emosional dengan komunitas yang terbiasa melihat roadmap kaku. Maxi Doge memilih pendekatan naratif tanpa melepas substansi.
Cara Beli Maxi Doge di Presale Kripto
Proses pembelian Maxi Doge di presale crypto relatif sederhana:
- Menghubungkan wallet seperti Best Wallet atau wallet EVM lain ke widget di situs resmi Maxi Doge.
- Memilih aset pembayaran, bisa ETH, BNB, USDT, USDC, atau pembayaran kartu melalui penyedia Web3Payments.
- Menentukan jumlah $MAXI yang ingin dibeli.
- Mengonfirmasi transaksi.
- Menunggu fase klaim setelah presale berakhir untuk menerima token di wallet.
Instruksi “FILL YOUR BAG IN MAXI DOGE PRESALE” menggambarkan bahwa proyek ini memang menyasar investor dengan profil risiko tinggi yang siap mengejar potensi lonjakan besar di siklus berikutnya.
Beli Maxi Doge di SiniRingkasan Cepat Maxi Doge
- Koin meme yang mempersonifikasi budaya 1000x leverage dan gaya hidup degen.
- Harga presale sekitar $0,000269 (sekitar Rp4,50 per 1 $MAXI).
- Presale sudah mengumpulkan lebih dari $4,15 juta (sekitar Rp69,5 miliar).
- Staking menawarkan estimasi 74 persen per tahun dengan total staked lebih dari 10 miliar $MAXI.
- Roadmap fokus pada marketing agresif, listing, dan integrasi dengan platform futures.
| Aspek | Detail Maxi Doge |
| Harga Presale | $0,000269 (sekitar Rp4,50 per 1 $MAXI) |
| Dana Terkumpul | $4.155.970,71 (sekitar Rp69,50 miliar) |
| Target Presale | $4.402.476,03 (sekitar Rp73,63 miliar) |
| Total Staked | 10.154.693.528 $MAXI |
| Estimasi Staking Reward | Sekitar 74 persen per tahun |
| Fokus Tokenomics | Marketing agresif, Maxi Fund, dev, likuiditas DEX, dan pool staking |
Bagi pemburu cryptocurrency potensi 1000x di segmen koin meme, Maxi Doge menawarkan kombinasi cerita, staking, dan presale kripto yang selaras dengan selera komunitas degen global.
Maxi Doge sedang menjadi pusat perhatian di komunitas meme coin, sehingga memahami potensi harganya menjadi hal penting. Artikel Prediksi Harga Maxi Doge ($MAXI) Tahun 2025–2030 memberikan gambaran realistis dan skenario ekstrem yang sedang dibahas investor. Baca analisisnya untuk mengetahui apakah $MAXI layak masuk watchlist Anda.
Jika Anda tertarik memulai presale $MAXI dari awal, artikel Cara Beli Maxi Doge – Panduan Lengkap Beli $MAXI dengan Aman bisa membantu Anda menavigasi proses pembelian. Panduan ini menjelaskan seluruh langkah mulai dari pilihan jaringan hingga konfirmasi transaksi. Baca panduannya agar Anda tidak kehilangan kesempatan masuk di harga termurah.
Beli Maxi Doge di SiniPepenode: Mine-to-Earn Koin Meme dan ICO Cryptocurrency Berbasis Virtual Mining
Konsep Pepenode: Virtual Mining Rig untuk Koin Meme
Pepenode hadir sebagai mine-to-earn koin meme yang membiarkan pengguna membangun rig mining virtual sendiri. Tidak ada kebutuhan perangkat keras fisik; seluruh aktivitas mining berlangsung di dunia virtual melalui server room yang dapat di-upgrade.

Konsep dasarnya sederhana:
- Pengguna membeli “Nodes” memakai token $PEPENODE.
- Nodes ini ditempatkan di server room virtual yang bisa diperbesar dan di-upgrade.
- Kombinasi node tertentu memberi bonus mining power yang lebih tinggi.
- Semakin besar dan optimal setup mining, semakin banyak meme coin yang dihasilkan.
Token $PEPENODE menjadi pusat ekonomi game ini. Pemain bukan hanya bisa menambah kepemilikan $PEPENODE, tetapi juga berpeluang mendapat bonus di koin meme terkenal lain seperti Pepe dan Fartcoin.

Presale Crypto Pepenode: Harga, Dana Terkumpul, dan Staking Ekstrem
Presale Pepenode sedang berlangsung dengan parameter berikut:
- Harga presale sekitar $0,0011592 atau kurang lebih Rp19,39 per 1 $PEPENODE.
- Dana yang sudah terkumpul mencapai sekitar $2.176.090,38 atau kurang lebih Rp36.392.935.515 dari target $2.354.996,1 (sekitar Rp39.384.954.776).
- Countdown di situs resmi menunjukkan sisa waktu sekitar dua hari lebih beberapa jam sebelum kenaikan harga berikutnya.
Fitur staking Pepenode sangat agresif di atas rata-rata:
- Total staked sekitar 1.329.490.208 $PEPENODE.
- Estimasi reward sekitar 593 persen per tahun.
- Reward berjalan sekitar 3.001 $PEPENODE per blok ETH selama dua tahun.
Reward rate bersifat dinamis, dengan estimasi bulanan dan harian yang secara otomatis disesuaikan. Strategi ini jelas dirancang untuk menarik early backers yang ingin mengunci posisi sebelum presale berakhir.
Tokenomics Pepenode: Ekonomi Game dan Ekspansi Ekosistem
Tokenomics Pepenode menggabungkan kebutuhan treasury, infrastruktur, dan reward komunitas:
- 35 persen untuk Economics & Treasury, mendukung pengembangan bisnis dan aktivitas komunitas.
- 15 persen untuk Infrastructure, termasuk marketing global dan media Tier 1.
- 7,5 persen untuk Node Rewards, yang menjadi sumber airdrop dan bonus bagi penambang virtual.
- 7,5 persen untuk Growth & Listings, menyiapkan biaya listing di berbagai exchange.
- 35 persen untuk Protocol Development, memastikan game dan infrastruktur mine-to-earn terus berkembang.
Struktur ini menandakan bahwa Pepenode bukan hanya koin meme yang sekadar mengandalkan hype. Proyek ini mengambil jalur ICO cryptocurrency gaya baru yang memadukan gamefi, mining virtual, dan tokenomics yang diarahkan ke ekspansi jangka panjang.
Roadmap Pepenode: Dari Presale ke Mine-to-Earn Penuh
Roadmap Pepenode dibagi menjadi tiga fase utama:
- Presale Process
Fase ini membuka akses awal bagi investor untuk membeli $PEPENODE dengan harga progresif. Early supporters bisa langsung staking token untuk mengakselerasi reward ketika game mine-to-earn aktif.
- TGE Phase
Token Generation Event menandai peluncuran resmi $PEPENODE. Setelah TGE, holder dapat mulai membangun server room virtual, menempatkan nodes, dan menyalakan mining untuk menghasilkan meme coins.
- Mine-to-Earn Game
Fase ini mengaktifkan gameplay penuh. Pengguna dapat mengoptimalkan kombinasi nodes, melakukan upgrade fasilitas, dan bersaing di leaderboard. Bonus datang dalam bentuk $PEPENODE tambahan serta airdrop dari meme coin populer seperti Pepe dan Fartcoin.
Struktur ini memberi jalur jelas dari sekadar presale kripto ke ekosistem game yang hidup, sehingga narasi Pepenode sebagai cryptocurrency terbaru di segmen mine-to-earn punya fondasi yang kuat.
Cara Beli Pepenode di Presale Kripto
Cara membeli Pepenode dirancang mirip dengan presale crypto lain yang memakai integrasi Web3Payments:
- Membeli crypto dari exchange favorit, lalu memindahkannya ke wallet seperti Best Wallet atau MetaMask.
- Mengunjungi situs resmi Pepenode dan menekan tombol Buy atau Connect Wallet.
- Memilih jumlah $PEPENODE yang ingin dibeli dan, bila mau, langsung memilih opsi Buy and Stake.
- Untuk pembayaran kartu, pengguna dapat memakai wallet mobile atau ekstensi browser, menyambungkannya ke situs Pepenode, lalu memilih metode Card Payment.
Setelah presale selesai dan klaim aktif, holder bisa mengklaim token dan mulai berpartisipasi dalam staking maupun game mine-to-earn.
Beli Pepenode di SiniRingkasan Cepat Pepenode
- Mine-to-earn koin meme dengan rig mining virtual yang bisa di-upgrade.
- Harga presale sekitar $0,0011592 (sekitar Rp19,39 per 1 $PEPENODE).
- Presale sudah mengumpulkan lebih dari $2,17 juta (sekitar Rp36,39 miliar).
- Staking menawarkan estimasi 593 persen per tahun dengan reward 3.001 $PEPENODE per blok ETH.
- Roadmap jelas dari presale, TGE, hingga game mine-to-earn penuh dengan airdrop koin meme populer.
| Aspek | Detail Pepenode |
| Harga Presale | $0,0011592 (sekitar Rp19,39 per 1 $PEPENODE) |
| Dana Terkumpul | $2.176.090,38 (sekitar Rp36,39 miliar) |
| Target Presale | $2.354.996,1 (sekitar Rp39,38 miliar) |
| Total Staked | 1.329.490.208 $PEPENODE |
| Estimasi Staking Reward | Sekitar 593 persen per tahun |
| Fokus Tokenomics | Treasury, infrastructure, node rewards, growth, dan pengembangan protokol |
Pepenode menempatkan diri sebagai rekomendasi cryptocurrency di persimpangan antara koin meme, gamefi, dan mine-to-earn.
Pepenode memadukan konsep mine-to-earn dengan mekanisme virtual mining yang sedang tren. Artikel Cara Beli PEPENODE ($PEPENODE) di 2025 – Panduan Lengkap dan Aman untuk Pemula membantu Anda memahami cara membeli token ini tanpa merasa rumit. Baca panduannya untuk menghindari kesalahan saat melakukan transaksi pertama.
Jika Anda ingin menilai potensi pertumbuhan Pepenode, artikel Prediksi Harga PEPENODE ($PEPENODE) untuk Tahun 2025–2030 memberi gambaran jelas tentang proyeksi jangka panjangnya. Penjelasan mendalam dalam artikel tersebut membantu Anda memahami arah proyek setelah TGE dan peluncuran game. Baca analisis lengkapnya sebelum mengambil keputusan investasi.
Beli Pepenode di SiniStrategi Rasional di Tengah Panic Warning: Bitcoin Crash, 4 Altcoin, dan Koin Meme Presale Kripto
Bitcoin yang jatuh di bawah $90K, Ethereum dan XRP yang terkoreksi dua digit, serta Dogecoin yang harga mingguannya turun tetapi narasi ETF-nya menguat, semuanya membentuk latar belakang unik. Pasar global sedang dalam mode hati-hati, namun aktivitas di presale crypto seperti Bitcoin Hyper, Maxi Doge, dan Pepenode justru memperlihatkan bahwa banyak investor memilih memutar risiko ke aset dengan potensi upside lebih besar.
Pendekatan rasional di tengah ketakutan pasar dapat dibuat melalui beberapa langkah:
- Memahami bahwa crash Bitcoin saat ini dipicu kombinasi likuidasi leverage, outflow ETF, dan ketidakpastian suku bunga.
- Menggunakan informasi tersebut untuk menilai ulang portofolio, bukan sekadar panik.
- Mengalokasikan sebagian kecil modal spekulatif ke presale kripto yang memiliki utilitas jelas, tokenomics transparan, dan roadmap yang bisa dipantau.
- Menjaga ekspektasi realistis bahwa cryptocurrency potensi 1000x selalu datang dengan risiko tinggi.
Bitcoin Hyper menawarkan narasi infrastruktur Layer 2 di atas Bitcoin, Maxi Doge menggarap segmen koin meme degen dengan staking kuat, sedangkan Pepenode membangun game mine-to-earn dengan struktur reward ekstrem. Kombinasi ketiganya dapat melengkapi posisi di Bitcoin dan Dogecoin bagi investor yang ingin menyiapkan diri sebelum sentimen pasar berbalik.
Dapatkan akses tercepat ke update presale, analisis market, dan peluang crypto terbaru melalui grup Telegram resmi Crypto News Indonesia. Grup ini menyediakan diskusi real-time dan peringatan awal ketika ada proyek baru yang sedang naik daun. Bergabung sekarang agar Anda selalu selangkah di depan investor lain.
Disclaimer: Pendapat dan pandangan yang diungkapkan dalam postingan ini tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi Cryptonews. Informasi yang disediakan dalam postingan ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, atau profesional. Cryptonews tidak mendukung produk, layanan, atau perusahaan tertentu yang disebutkan dalam postingan ini. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri dan berkonsultasi dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil keputusan keuangan apa pun. Jangan pernah menginvestasikan lebih dari yang Anda siap kehilangan.